• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Internasional

Pangeran Alwaleed Wafat Usai 20 Tahun Koma, Kisah Pilu Sang Ayah yang Tak Pernah Menyerah

by BontangPost
20 Juli 2025, 13:35
in Internasional
Reading Time: 1 min read
0
Pangeran Alwaleed wafat isai 20 tahun koma. (leadership.ng)

Pangeran Alwaleed wafat isai 20 tahun koma. (leadership.ng)

Share on FacebookShare on Twitter

BONTANGPOST.ID – Setelah hampir dua dekade dalam keadaan koma, Pangeran Alwaleed bin Khaled bin Talal Al Saud, yang dijuluki sebagai “Sleeping Prince”, akhirnya menghembuskan napas terakhirnya pada Sabtu (19/7).

Kabar duka ini diumumkan langsung oleh sang ayah, Pangeran Khaled bin Talal, melalui akun resminya di platform X (dulu Twitter).

“Dengan hati yang percaya pada kehendak dan takdir Tuhan, dan dengan kesedihan dan duka yang mendalam, kami berduka cita atas kepergian putra terkasih kami,” tulis Pangeran Khaled.

Kematian Alwaleed menandai akhir dari perjalanan panjang yang menyentuh hati jutaan orang, baik di Arab Saudi maupun di seluruh dunia.

Ia mengalami koma sejak tahun 2005 setelah kecelakaan mobil tragis di London saat sedang menempuh pendidikan militer.

Akibat insiden itu, ia menderita cedera otak serius dan pendarahan hebat. Sejak hari itu, Pangeran muda yang lahir pada April 1990 itu tidak pernah sadar kembali.

Namun, yang paling menyayat hati adalah kesetiaan dan keteguhan sang ayah.

Selama 20 tahun, Pangeran Khaled menolak mencabut alat bantu hidup anaknya, bahkan ketika berbagai dokter dari Arab, Amerika, dan Spanyol sudah angkat tangan. Baginya, hidup dan mati adalah keputusan Tuhan, bukan manusia.

“Selama Tuhan belum mencabut nyawanya, saya tidak akan menyerah. Anakku masih bernafas, dan itu artinya dia masih ada,” ungkap Pangeran Khaled dalam wawancara beberapa tahun silam.

Sebelum wafat, Pangeran Alwaleed sempat menunjukkan gerakan kecil yang sempat membangkitkan harapan keluarga.

Hal ini membuat kisahnya dikenal luas, hingga disebut sebagai “Sleeping Prince” oleh media internasional.

Sang bibi, Princess Rima bint Talal, bahkan rutin membagikan foto masa kecil sang keponakan dan menuliskan doa yang menyentuh:

“Sayangku Alwaleed, 21 tahun telah berlalu dan engkau selalu hadir di hati kami. Ya Allah, sembuhkanlah hamba-Mu Alwaleed,” tulisnya dalam salah satu unggahan. (kpg)

ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Enam Hari Operasi Patuh Mahakam di Bontang, 224 Pengendara Terjaring Razia

Next Post

Kisah Nadita Aisyah di MTQ Kaltim 2025, dari Suara Merdu di TPA hingga Juara Tilawah Dewasa

Related Posts

Polda Kaltim Ungkap 37 Kasus Karhutla, 33 Orang Jadi Tersangka
Kaltim

Polda Kaltim Ungkap 37 Kasus Karhutla, 33 Orang Jadi Tersangka

29 Oktober 2026, 19:14
Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup
Bontang

Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

29 Oktober 2026, 17:10
DPRD Bontang Desak Pemkot Selesaikan Sengketa Jalan Gotong Royong
Bontang

DPRD Bontang Desak Pemkot Selesaikan Sengketa Jalan Gotong Royong

29 Oktober 2026, 14:51
PKT BERSERI Tumbuhkan Potensi Desa dan Kemandirian Petani Bulutana
Pupuk Kaltim

PKT BERSERI Tumbuhkan Potensi Desa dan Kemandirian Petani Bulutana

29 Oktober 2026, 14:36
Jalan Gotong Royong Bontang Ditutup, Sengketa Lahan Diminta Diselesaikan di Pengadilan
Bontang

Jalan Gotong Royong Bontang Ditutup, Sengketa Lahan Diminta Diselesaikan di Pengadilan

29 Oktober 2026, 13:11
Akses Jalan Gotong Royong Ditutup, Warga Klaim Belum Terima Ganti Rugi Lahan
Bontang

Akses Jalan Gotong Royong Ditutup, Warga Klaim Belum Terima Ganti Rugi Lahan

29 Oktober 2026, 12:14

Terpopuler

  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Pastikan Isu Jasad Bayi Ditukar Bantal di Bontang Rekayasa, Perempuan Akui Tak Hamil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Akses Jalan Gotong Royong Ditutup, Warga Klaim Belum Terima Ganti Rugi Lahan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.