BONTANGPOST.ID – Setelah hampir dua dekade dalam keadaan koma, Pangeran Alwaleed bin Khaled bin Talal Al Saud, yang dijuluki sebagai “Sleeping Prince”, akhirnya menghembuskan napas terakhirnya pada Sabtu (19/7).
Kabar duka ini diumumkan langsung oleh sang ayah, Pangeran Khaled bin Talal, melalui akun resminya di platform X (dulu Twitter).
“Dengan hati yang percaya pada kehendak dan takdir Tuhan, dan dengan kesedihan dan duka yang mendalam, kami berduka cita atas kepergian putra terkasih kami,” tulis Pangeran Khaled.
Kematian Alwaleed menandai akhir dari perjalanan panjang yang menyentuh hati jutaan orang, baik di Arab Saudi maupun di seluruh dunia.
Ia mengalami koma sejak tahun 2005 setelah kecelakaan mobil tragis di London saat sedang menempuh pendidikan militer.
Akibat insiden itu, ia menderita cedera otak serius dan pendarahan hebat. Sejak hari itu, Pangeran muda yang lahir pada April 1990 itu tidak pernah sadar kembali.
Namun, yang paling menyayat hati adalah kesetiaan dan keteguhan sang ayah.
Selama 20 tahun, Pangeran Khaled menolak mencabut alat bantu hidup anaknya, bahkan ketika berbagai dokter dari Arab, Amerika, dan Spanyol sudah angkat tangan. Baginya, hidup dan mati adalah keputusan Tuhan, bukan manusia.
“Selama Tuhan belum mencabut nyawanya, saya tidak akan menyerah. Anakku masih bernafas, dan itu artinya dia masih ada,” ungkap Pangeran Khaled dalam wawancara beberapa tahun silam.
Sebelum wafat, Pangeran Alwaleed sempat menunjukkan gerakan kecil yang sempat membangkitkan harapan keluarga.
Hal ini membuat kisahnya dikenal luas, hingga disebut sebagai “Sleeping Prince” oleh media internasional.
Sang bibi, Princess Rima bint Talal, bahkan rutin membagikan foto masa kecil sang keponakan dan menuliskan doa yang menyentuh:
“Sayangku Alwaleed, 21 tahun telah berlalu dan engkau selalu hadir di hati kami. Ya Allah, sembuhkanlah hamba-Mu Alwaleed,” tulisnya dalam salah satu unggahan. (kpg)







