• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Breaking News

PATUT DISIMAK!! Ini Cara Hadapi Serangan Jantung

by M Zulfikar Akbar
9 Februari 2017, 12:05
in Breaking News
Reading Time: 2 mins read
0
Ilustrasi

Ilustrasi

Share on FacebookShare on Twitter

Tak banyak orang tahu cara menghadapi kasus gawat darurat seperti serangan jantung. Akibatnya serangan jantung sering berakhir dengan kematian. Padahal, dengan pertolongan dasar, nyawa penderita bisa diselamatkan.

Caranya dengan melakukan basic life support (BLS). Karena itu, ratusan orang mengikuti pelatihan BLS di atrium Grand City kemarin. Mereka berlatih pijat jantung secara bergantian dengan menggunakan boneka yang telah dipersiapkan.

”Menyelamatkan orang bukan hanya tugas dokter. Masyarakat juga bisa berperan,” ujar Prof Eddy Rahardjo SpAn KIC, pelatih BLS.

Menurut dia, jika menemukan seseorang yang tiba-tiba jatuh tidak sadarkan diri, orang terdekat adalah harapan satu-satunya. Agar bisa mempertahankan hidup si korban, siapa pun diharapkan memiliki kemampuan pertolongan dasar.

Langkah melakukan BLS cukup mudah. Tidak perlu menunggu dokter. Caranya, pijat jantung dengan kuat. Hitungannya 100 kali per menit. Tangan ditempatkan di tengah dada.

”Segera pijat, jangan pakai lama. Lama pijat tidak ada batasan, sampai jantung berdenyut lagi,” ucap Eddy.

Dokter berusia 68 tahun itu mengungkapkan, BLS terbukti bisa mencegah kematian dini. Dia mencontohkan kasus di Norwegia. Seorang balita bisa diselamatkan meski sudah 30 menit tenggelam. Tindakan itu bisa dilakukan pada semua kasus gawat darurat.

Misalnya, serangan jantung, stroke, alergi berat, tersedak, tenggelam, dan tersengat listrik. Nah, selama BLS dilakukan, pihak rumah sakit harus tetap dihubungi. Tujuannya, ada perawatan lebih lanjut.

”Dengan pelatihan seperti ini, kita semua berharap Surabaya bisa menjadi kota ramah dan mampu BLS,” katanya.

Pelatihan BLS itu sudah dilaksanakan beberapa kali. Penyelenggaranya adalah Departemen Anestesiologi dan Reanimasi RSUD dr Soetomo-FK Unair, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Surabaya, Perkumpulan Masyarakat dan Pengusaha Indonesia Tionghoa (Permit) Jatim, serta tabloid Nyata (Jawa Pos Group).

Selain itu, ada keterlibatan Perhimpunan Dokter Spesialis Anestesi dan Terapi Intensif Indonesia (Perdatin) Jatim serta Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiologi Indonesia (Perki) Surabaya.

Sementara itu, dr Soni Sunarso Sulistiawan SpAn menambahkan, kejadian kegawatdaruratan sekarang semakin banyak. Masalahnya, jumlah dokter dengan pasien yang perlu ditolong tidak seimbang. Dia mencontohkan, hanya ada satu dokter anestesi untuk menangani 100 ribu penduduk.

”Makanya, tugas dokter menyelamatkan pasien ini perlu dibantu. Jangan sampai cuma menonton dan tidak tahu apa yang dilakukan,” ungkapnya.

Menurut Soni, langkah utama pada BLS memang pijat jantung. Selain itu, diperlukan bantuan pernapasan. Selama tindakan, kaki pasien harus diangkat. Tujuannya, aliran darah hasil pijatan tidak lari ke kaki, tapi ke otak.

Selanjutnya, memasang alat kejut jantung automatic external defibrillator (AED) yang biasanya tersedia di area publik seperti bandara. Alat tersebut ditempel di dada. Alat itu dapat mengeluarkan suara yang bisa memandu penggunanya.

Di sisi lain, Dr dr Yudi Her Oktaviono SpJP (K) FIHA menyebutkan, kasus kematian dengan korban tidak sadarkan diri lebih sering disebabkan jantung koroner. Yakni, mencapai 80 persen. Sebagai langkah pertolongan, BLS harus segera dilakukan.

”Penting sekali BLS diajarkan kepada orang awam. Paling tidak, bisa berguna untuk keluarga sendiri,” ujarnya.

Jika dengan BLS korban selamat, sebaiknya dia segera dibawa ke rumah sakit. Tujuannya, menjalani pemeriksaan jantung. Dokter bisa melakukan katerisasi jantung untuk mengetahui penyebab seseorang tidak sadarkan diri. (nir/c7/oni/flo/jpnn)

ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Jukir Ilegal Merajalela

Next Post

Ini Dia Manfaat Kunyit untuk Kesehatan

Related Posts

Pemadaman Bergilir di Bontang Masih Berlanjut, PLN Belum Pastikan Kapan Berakhir
Bontang

Listrik Padam hingga Pukul 22.00, Aktivitas Belajar dan Usaha di Bontang Terganggu

2 November 2026, 19:13
Minta Gaji Malah Dibacok Sama Bos Sendiri
Kaltim

Dua Mesin ATM Dibobol di Samarinda, Uang Tunai Ratusan Juta Rupiah Diduga Raib

2 November 2026, 17:30
Pengakuan Pimpinan Ponpes di Bontang Selatan Terkait Laporan Pelecehan Seksual; Mencuat Sejak 2024, Korban Trauma Berat
Bontang

Mantan Pimpinan Ponpes Terlapor Dugaan Kekerasan Seksual Diperiksa Polres Bontang

2 November 2026, 16:01
Ketidakjelasan Status Aset Beras Basah Bontang Hambat Penataan, Pemkot Temui Pemprov Kaltim
Bontang

Pemkot Bontang Matangkan PLTS di Dua Pulau, Listrik Ditarget Menyala 24 Jam

2 November 2026, 14:49
Investasi Usaha Pinjaman dan Fashion Bermasalah, Enam Warga Bontang Lapor Polisi
Bontang

Kasus Dugaan Investasi Pengusaha Fashion Bontang Segera Naik Penyidikan, Polisi Siapkan Gelar Perkara

2 November 2026, 13:12
CSR Mengalir ke Pulau Jawa, Anggota DPR RI Minta Pemprov Kaltim Peringatkan Perusahaan Tambang
Kaltim

Dugaan Korupsi Pengelolaan Batu Bara, Tiga Direktur Varia Niaga Samarinda Jadi Tersangka

2 November 2026, 11:00

Terpopuler

  • Distribusi MBG di Bontang Libur Saat Lebaran, Kembali Berjalan 31 Maret 2026

    12 Dapur Tutup Sementara, Hampir 28 Ribu Penerima MBG di Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kasus Dugaan Investasi Pengusaha Fashion Bontang Segera Naik Penyidikan, Polisi Siapkan Gelar Perkara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mantan Pimpinan Ponpes Terlapor Dugaan Kekerasan Seksual Diperiksa Polres Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Listrik Padam hingga Pukul 22.00, Aktivitas Belajar dan Usaha di Bontang Terganggu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.