BONTANGPOST.ID, Bontang – Rencana untuk membuat infrastruktur penampungan air sungai dari area hulu melalui Polder Telihan belum terwujud hingga saat ini.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK) Much Cholis Edi Prabowo mengatakan masih terkendala di pembebasan lahan. “Ini memang masuk skala penanangan prioritas. Tetapi berat sekali karena lahannya masih tumpang-tindih,” kata Bowo.
Ia pun mencontohkan untuk pembebasan lahan outtake di Gunung Telihan yang hanya seperempat hektare menemui kendala. Apalagi untuk Polder Telihan total lahan yang harus dibebaskan mencapai 28 hektare.
“Jadi dokumen perencanaan pengadaan tanah (DPPT) sudah. Tetapi untuk pembebasannya belum nanti bertahap,” ucapnya.
Kehadiran Polder Telihan sebelumnya diharapkan dapat menjadi tempat tampungan air sementara. Ketika debit sungai tinggi. Setelah air laut surut maka tampungan diharapkan bisa dialirkan secara bertahap ke bagian hilir. Dinas PUPRK tahun ini akan memfokuskan terhadap pembebasan lahan untuk Polder Tanjung Laut.
“Kalau Polder Telihan belum. Kami lihat kemampuan anggaran,” tutur dia.
Pada Agustus lalu, dari total lahan yang dibutuhkan baru diketahui pemiliknya sekira 37 persen. Tahapan pembebasan lahan memang membutuhkan durasi cukup panjang. Bahkan secara tentuan lahan di atas 5 hektare harus dilaporkan ke Kanwil BPN Kaltim.
Rencana pembangunan polder ini sudah terdengar sejak 2019. Kala itu, anggaran untuk FS digelontorkan Rp228 juta. Kemudian, penyusunan detail engineering design (DED) baru dilakukan tiga tahun lalu. Dengan pagu anggaran Rp1,2 miliar.
Diketahui, lokasi polder tersebut berada di dekat Tugu Selamat Datang Kota Bontang. Di sebelah kiri ruas jalan itu jika dari arah simpang empat RSUD ada akses. Areanya berdekatan dengan bibir Sungai Bontang. Diperkirakan lahan dengan sungai berjarak sekira 100 meter.
Secara wilayah lahan itu masuk area administrasi Kota Bontang. Berdasarkan FS, lahan potensial memiliki luasan 500 dikali 500 meter. Pada saat DED akan didetailkan lagi. Apakah luasan lahan itu akan berkurang sehubungan luasan genangan. (*)







