BONTANG – Pemberian paket seragam gratis oleh Pemkot Bontang melalui Dinas Pendidikan (Disdik) Bontang masih belum bisa terealisasi. Pasalnya, mekanisme pemberian paket seragam gratis harus diubah. Sehingga, setiap sekolah harus membuat proposal hibah barang berupa paket seragam gratis.
PPTK seragam gratis yang juga Kasi Kurikulum SMP Disdik Bontang Saparuddin mengatakan, rekomendasi dari BPK untuk pemberian seragam gratis harus berupa hibah. Sehingga setiap sekolah harus mengajukan proposal ke Disdik Bontang. “Jadi ini harus diganti rekeningnya, yang tadinya belanja untuk masyarakat, sekarang jadi belanja hibah untuk masyarakat, makanya membutuhkan proposal,” jelas Saparuddin, Jumat (11/5) kemarin.
Oleh karena itu, pihaknya saat ini harus menyusun kembali program tersebut. “Lelangnya ditunda dulu, kami tidak berani lelang, daripada jadi temuan BPK,” ujarnya.
Saparuddin menargetkan, kemungkinan bulan depan hibah barang tersebut bisa mulai masuk ke ULP untuk dilelang. Mekanisme ini pun terbilang baru, sehingga pihaknya belum melakukan sosialisasi ke sekolah. Tetapi hal ini kata Saparuddin tak perlu disosialisasikan, karena pihaknya akan membuatkan contoh proposalnya. “Ini hasil temuan BPK terkait pemberian paket seragam gratis tahun lalu, jadi kami juga tidak berani, artinya kembali ke nomor rekening hibah,” ungkapnya.
Sementara itu, untuk seragam olahraga PAUD dan TK itu tidak terbentur masalah. Karena program yang ada yakni penyediaan seragam olahraga TK. Sehingga yang TK ini sudah masuk ke ULP. “Insyaallah lah kami upayakan tahun ini tetap terlaksana yang paket seragam gratisnya, karena kami masih koordinasi kesana sini,” ujar dia.
Karena dikatakan Saparuddin, pihaknya tidak mau ada permasalahan di kemudian hari. Memang tahun lalu itu ada keterlambatan tidak diberikan di tahun ajaran baru karena program baru. Sedangkan untuk tahun ini, ada mekanisme yang berubah. Sehingga, harus mempersiapkan dari awal lagi. “Kami lebih baik susah didepan daripada susah dibelakang,” ungkapnya.
Untuk data, semuanya sudah masuk di Disdik Bontang, termasuk data ukuran para siswa. Namun karena ada perubahan, makanya pihaknya harus mengulang dari awal. “Datanya kami simpan dulu saja, nanti kalau semuanya sudah selesai baru disinkronkan,” pungkasnya. (mga)







