BONTANGPOST.ID, Bontang – Pemerintah Kota Bontang melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menggelar Sosialisasi Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) Rawan Bencana di Balai Benih Ikan (BBI) Tanjung Laut Indah, Rabu (26/11) pagi. Kegiatan dibuka oleh Staf Ahli Bidang Politik dan Hukum, Anwar Sadat, mewakili Wali Kota Bontang.
Dalam sambutannya, Anwar Sadat menegaskan pentingnya peningkatan kapasitas seluruh unsur masyarakat, khususnya relawan dan pemerintah tingkat kelurahan sebagai garda terdepan pelayanan publik saat terjadi bencana.
“Harapannya, melalui kegiatan ini para relawan, masyarakat, dan pemerintah kelurahan semakin mampu mengenali ancaman dan kerentanan wilayah, melakukan langkah kesiapsiagaan terencana, merespons cepat saat bencana, serta mandiri dalam pemulihan pascabencana,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa penanggulangan bencana tidak bisa berjalan sendiri. Butuh kolaborasi lintas sektor untuk membangun kota yang tangguh.
“Dengan kerja sama yang solid antara pemerintah, relawan, dunia usaha, dan masyarakat, kita mampu membangun sistem penanggulangan bencana yang lebih kuat. Semangat gotong royong inilah kunci kota yang adaptif dan responsif,” tambahnya.
Kepala BPBD Kota Bontang, Usman, turut hadir dan membuka sesi diskusi bersama para relawan tanggap bencana dari seluruh kelurahan. Kegiatan ini dirangkaikan dengan materi mengenai identifikasi risiko, prosedur kesiapsiagaan, dan strategi komunikasi saat keadaan darurat.
Melalui sosialisasi ini, BPBD berharap kapasitas relawan dan perangkat kelurahan terus meningkat sehingga koordinasi penanganan bencana di Bontang dapat berjalan lebih cepat, tepat, dan terukur. (*)







