• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Kolom Redaksi

Pemuda Indonesia, Buktikan Sumpahmu!

by BontangPost
28 Oktober 2018, 17:15
in Kolom Redaksi
Reading Time: 4 mins read
0
Lukman M, Redaktur Bontang Post

Lukman M, Redaktur Bontang Post

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh Lukman M, Redaktur Bontang Post

HARI ini, 28 Oktober diperingati sebagai hari sumpah pemuda. Tepatnya 90 tahun yang lalu, para pemuda dari berbagai daerah di Indonesia berkumpul dalam suatu kongres, untuk menyatukan cita-cita para pemuda dalam mewujudkan kemerdekaan bangsa. Cita-cita itulah yang dikenal dengan “Sumpah Pemuda”.

Tak bisa dimungkiri, peristiwa Sumpah Pemuda ini memiliki peran begitu besar dalam kemerdekaan Indonesia. Lantaran, pertemuan para pemuda ini menunjukkan adanya persatuan dari para pemuda Indonesia demi satu cita-cita mulia. Padahal sebelumnya para pemuda kala itu begitu terkotak-kotak dan saling bersifat kedaerahan sehingga begitu mudah dipecah belah.

Dalam Sumpah Pemuda yang dideklarasikan, para pemuda di zaman pergerakan dahulu menyatakan kesatuan dalam bertumpah darah yaitu tanah Indonesia, kesatuan dalam berbangsa yaitu bangsa Indonesia, dan kesatuan dalam berbahasa yaitu bahasa Indonesia.

Naskah Sumpah Pemuda menjadi sebuah pengakuan, bahwa meskipun berbeda-beda latar belakang, namun para pemuda mengharapkan kesatuan dalam bernegara. Sebagaimana tertuang dalam tiga kalimat Sumpah Pemuda yang begitu fenomenal. Yang sayangnya, mulai dilupakan oleh generasi penerus di masa sekarang.

Maka momen Sumpah Pemuda hari ini mesti dijadikan sebagai pengingat, betapa para pemuda dahulu bisa menjadi begitu bersatu di antara beragam perbedaan yang menyelimuti mereka. Padahal di zaman penjajahan kolonial Belanda itu, mengungkapkan persatuan dan nasionalisme bukanlah hal yang mudah. Terbukti bagaimana lagu Indonesia Raya saja mesti dinyanyikan tanpa lirik.

Sebagai generasi penerus di masa kemerdekaan ini, tentu para pemuda “zaman now” memiliki tugas yang berat dalam melanjutkan estafet Sumpah Pemuda ini. Tiga kalimat persatuan yang telah membakar para pejuang kemerdekaan 90 tahun yang lalu, haruslah juga ada dalam dada para pemuda di zaman yang sudah sangat bebas seperti sekarang ini.

Baca Juga:  Kelakar Politik (Bagian 1) 

Tentunya, bukan sekadar retorika, melainkan juga harus dibuktikan secara nyata. Jangan hanya bilang “Saya Pancasila”, namun kenyataannya nol. Atau malahan melakukan hal-hal tak terpuji yang mencederai semangat persatuan Sumpah Pemuda. Bila ini terjadi, maka sangatlah disayangkan dan bisa membuat menangis para pemuda yang telah susah payah mengambil risiko tinggi hanya demi mengutarakan tiga kalimat sumpah ini di masa lalu.

Membuktikan sumpah ini sebenarnya tidaklah susah di masa sekarang. Sangat jauh berbeda dengan yang dilakukan para pemuda tatkala mereka masih hidup di bawah ancaman penjajah. Maka kita para pemuda “zaman now” mesti banyak bersyukur terhadap kemerdekaan yang terwujud salah satunya berkat Sumpah Pemuda.

Para pemuda 90 tahun yang lalu membuktikan sumpahnya dengan berjuang merebut kemerdekaan. Sementara bagi para pemuda di masa kemerdekaan ini, pembuktian yang dilakukan adalah ikut berperan dalam mengisi pembangunan, mewujudkan Indonesia yang maju, aman, tenteram, dan sejahtera sebagaimana cita-cita kemerdekaan.

Intinya adalah bagaimana kita bisa berkarya sebaik mungkin sesuai dengan bidang yang kita geluti masing-masing. Penekananya ada pada niat dan tujuan berkarya, yang lebih diperkuat dalam hal aspek kebangsaan. Jangan sekadar mencari keuntungan materi atau pribadi, atau malahan jangan sampai mengorbankan bangsa sendiri.

Contohnya, pemuda yang bekerja di bidang pertanian mesti mengupayakan agar hasil pertanian di Indonesia menjadi berkualitas serta melimpah. Sehingga dapat dirasakan semua masyarakat dalam negeri, bahkan kalau bisa jadi ekspor. Jangan malah menjatuhkan industri pertanian dalam negeri dengan kebijakan-kebijakan atau hal-hal yang merugikan petani. Misalnya kebijakan impor di tengah kondisi surplus petani lokal sebagaimana yang tengah dilakukan pemerintah sekarang.

Baca Juga:  Sefteanus, Tergerak Jadi Hamba Tuhan Full-Time 

Contoh lainnya, pemuda yang bekerja di bidang perhubungan, mesti mengupayakan kemandirian bangsa dalam hal pemenuhan alat-alat transportasi. Bisa dengan menciptakan inovasi produk-produk otomotif untuk diproduksi massal, sehingga tidak lagi bergantung pada impor produk asing yang selama ini akrab dengan kita. Pun demikian, jangan malah keahlian yang dimiliki digunakan untuk memperkaya bangsa lain, dan melupakan bangsa sendiri.

Sejatinya, para pemuda Indonesia “zaman now” memiliki beragam prestasi yang bisa membanggakan negeri. Pembuktian mereka terhadap tanah air dan bangsa, turut dilakukan dengan sepenuh hati sampai-sampai tak memikirkan imbalan atau balas jasa. Murni demi mewujudkan cita-cita Indonesia. Tak sedikit kita bisa baca kisah-kisah para pemuda berprestasi yang begitu menginspirasi lewat beragam karyanya.

Sayangnya, kerap kali upaya para pemuda untuk membuat bangsa ini bersinar dihalangi oleh batasan-batasan atau aturan-aturan yang dibuat pemerintah. Ambil contoh kisah Ricky Elson, teknokrat muda Indonesia yang dianggap sebagai perintis mobil listrik nasional. Sayangnya, regulasi dari pemerintah membuat inovasinya tak kunjung terealisasi.

Padahal di luar negeri, kemampuan Ricky sudah sangat diakui lewat belasan teknologi motor penggerak listrik yang sudah dipatenkan di Jepang. Alhasil, Ricky kembali ke Jepang, perusahaan tempatnya bekerja dahulu lantaran tak mendapat tempat dan dukungan dari pemerintah Indonesia. Bila sudah demikian, siapakah yang harus disalahkan?

Baca Juga:  Yuk, Jaga Lingkungan

Ricky Elson adalah satu dari banyak pemuda Indonesia berbakat yang terlewatkan oleh negeri ini. Mereka terbentur regulasi dan alasan-alasan tak berdasar lainnya dari pemerintah yang membuat mereka tak berkembang. Bukan pemerintah secara umum, melainkan oknum-oknum pejabat pemerintah yang sejatinya memberikan ruang bagi pemuda demi kemajuan bangsa.

Padahal, keberadaan pemuda memiliki peran penting bagi suatu negara. Sebagaimana diungkapkan oleh Presiden Soekarno lewat kata-katanya yang begitu fenomenal “Beri aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia.”

Dengan adanya “penjajah” dari bangsa sendiri, tentu menjadi tantangan tersendiri bagi para pemuda untuk semakin membuktikan sumpahnya kepada negeri. Dalam hal ini, para pemuda yang memegang teguh Sumpah Pemuda, mesti berupaya keras menyingkirkan para “penjajah” itu. Bisa dengan cara terjun berpolitik, atau dengan berusaha keras menduduki posisi-posisi strategis demi memperluas ruang para pemuda membuktikan sumpahnya.

Memang di era kemajuan teknologi seperti sekarang ini, tantangan bagi para pemuda Indonesia semakin besar saja. Derasnya arus informasi bisa melenakan para pemuda tumpuan generasi bila tak dikendalikan dengan baik. Bahaya narkoba, rokok, pornografi, hedonisme, dan kecanduan video game bisa melemahkan sendi-sendi pemuda sehingga tak mampu lagi berkarya. Bila sudah demikian, negara ini berada dalam bahaya.

Nyatanya pemuda tak bisa bergerak sendiri. Pemerintah punya andil bagaimana menggerakkan pemuda mereka. Sehingga menjadi pemuda yang berkualitas, mumpuni, berdaya saing tinggi, dan siap melanjutkan pembangunan negeri. Mari jadikan momen Sumpah Pemuda ini sebagai pengingat kepada para pemuda untuk membuktikan sumpahnya, dan kepada pemerintah untuk memberikan ruang pembuktian sumpah tersebut. Hidup Pemuda Indonesia! (*)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: Kolom MingguKolom RedaksiSumpah Pemuda
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Usulkan GOR Khusus Bela Diri 

Next Post

Jago Fisika, Kantongi Beasiswa Hingga S2

Related Posts

Brigadir Jenderal Dendi Suryadi: Setelah 30 Tahun, Memilih Jalan Sipil di Kukar
Opini

Brigadir Jenderal Dendi Suryadi: Setelah 30 Tahun, Memilih Jalan Sipil di Kukar

21 Juli 2024, 12:19
Merokok Bikin Kekasih Cacat
Catatan

Merokok Bikin Kekasih Cacat

16 Desember 2023, 11:27
KNPI Bontang di Peringatan Sumpah Pemuda; Dulu Perjuangkan Kota Otonom, Kini Sibuk Berkonflik
Bontang

KNPI Bontang di Peringatan Sumpah Pemuda; Dulu Perjuangkan Kota Otonom, Kini Sibuk Berkonflik

29 Oktober 2021, 10:13
Polling dan Pilkada Bontang
Kolom Redaksi

Etha Rimba

16 Agustus 2020, 15:00
Polling dan Pilkada Bontang
Kolom Redaksi

Polling dan Pilkada Bontang

25 Juni 2020, 17:30
Bontang

Guntung Juga Bontang

11 Juni 2019, 18:54

Terpopuler

  • PUPR Bontang Buka-bukaan soal Anggaran Rp10,9 Miliar di HOP 1, Bukan Sekadar Mini Soccer

    PUPR Bontang Buka-bukaan soal Anggaran Rp10,9 Miliar di HOP 1, Bukan Sekadar Mini Soccer

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Warga Santan Ulu Temukan Tengkorak Manusia di Kebun Sawit

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Enam Ruas Jalan Kewenangan Pemprov Kaltim di Bontang Tahun 2026 Hanya Ditambal Sulam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pekerja Sawit Hanyut di Sungai Santan Ulu Marangkayu, Pencarian Masih Berlangsung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hilang Terseret Arus, Pekerja Sawit di Santan Ulu Ditemukan Tak Bernyawa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
No Result
View All Result

Komentar Terbaru

    Arsip

    • Januari 2026
    • Desember 2025
    • November 2025
    • Oktober 2025
    • September 2025
    • Agustus 2025
    • Juli 2025
    • Juni 2025
    • Mei 2025
    • April 2025
    • Maret 2025
    • Februari 2025
    • Januari 2025
    • Desember 2024
    • November 2024
    • Oktober 2024
    • September 2024
    • Agustus 2024
    • Juli 2024
    • Juni 2024
    • Mei 2024
    • April 2024
    • Maret 2024
    • Februari 2024
    • Januari 2024
    • Desember 2023
    • November 2023
    • Oktober 2023
    • September 2023
    • Agustus 2023
    • Juli 2023
    • Juni 2023
    • Mei 2023
    • April 2023
    • Maret 2023
    • Februari 2023
    • Januari 2023
    • Desember 2022
    • November 2022
    • Oktober 2022
    • September 2022
    • Agustus 2022
    • Juli 2022
    • Juni 2022
    • Mei 2022
    • April 2022
    • Maret 2022
    • Februari 2022
    • Januari 2022
    • Desember 2021
    • November 2021
    • Oktober 2021
    • September 2021
    • Agustus 2021
    • Juli 2021
    • Juni 2021
    • Mei 2021
    • April 2021
    • Maret 2021
    • Februari 2021
    • Januari 2021
    • Desember 2020
    • November 2020
    • Oktober 2020
    • September 2020
    • Agustus 2020
    • Juli 2020
    • Juni 2020
    • Mei 2020
    • April 2020
    • Maret 2020
    • Februari 2020
    • Januari 2020
    • Desember 2019
    • November 2019
    • Oktober 2019
    • September 2019
    • Agustus 2019
    • Juli 2019
    • Juni 2019
    • Mei 2019
    • April 2019
    • Maret 2019
    • Februari 2019
    • Januari 2019
    • Desember 2018
    • November 2018
    • Oktober 2018
    • September 2018
    • Agustus 2018
    • Juli 2018
    • Juni 2018
    • Mei 2018
    • April 2018
    • Maret 2018
    • Februari 2018
    • Januari 2018
    • Desember 2017
    • November 2017
    • Oktober 2017
    • September 2017
    • Agustus 2017
    • Juli 2017
    • Juni 2017
    • Mei 2017
    • April 2017
    • Maret 2017
    • Februari 2017
    • Januari 2017
    • Desember 2016

    Kategori

    • Advertorial
    • Bontang
    • Breaking News
    • Catatan
    • Celoteh Edwin
    • Cerpen
    • Dahlan Iskan
    • Dispopar
    • DPRD Bontang
    • ekonomi
    • Entertainment
    • Feature
    • Hikmah
    • Hoaks atau Tidak?
    • Infografis
    • Internasional
    • Kaltim
    • Kesehatan
    • Kolom Redaksi
    • Kriminal
    • Kriminal
    • Kuliner
    • Lensa
    • Lifestyle
    • Lingkungan
    • Loker Bontang
    • Nasional
    • Olahraga
    • Opini
    • Pemkot Bontang
    • Pendidikan
    • Pilihan Editor
    • Politik
    • Polling
    • PON 2021 Papua
    • Pupuk Kaltim
    • Ragam
    • Society

    Meta

    • Masuk
    • Feed entri
    • Feed komentar
    • WordPress.org
    • Indeks Berita
    • Redaksi
    • Mitra
    • Disclaimer
    • Kebijakan Privasi
    • Pedoman Media Siber
    • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
    • Kontak

    © 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

    No Result
    View All Result
    • Home
    • Bontang
    • Kaltim
    • Nasional
    • Advertorial
      • Advertorial
      • Pemkot Bontang
      • DPRD Bontang
    • Ragam
      • Infografis
      • Internasional
      • Olahraga
      • Feature
      • Resep
      • Lensa
    • LIVE

    © 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.