• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Catatan Opini

Pendidikan Islam, Pembentuk Generasi Terbaik

by BontangPost
26 Februari 2017, 13:01
in Opini
Reading Time: 2 mins read
0
Oleh: Misriani

Oleh: Misriani

Share on FacebookShare on Twitter

 

Berkembangnya teknologi, berkembang pula media-media sosial. Namun, banyak pihak yang menyalahgunakan media sosial untuk kegiatan negatif. Seperti yang dilakukan para siswa dikota dan kabupaten Cirebon. Melalui akun facebook, para siswa membuat janji untuk lakukan aksi tawuran dan kenakalan-kenalan lain. Seperti grup yang bernama @1gbg baswet dan @Basis Strong wanian yang sengaja mengajak temannya yang lain untuk menantang sekolah yang akan diserangnya.

Seperti halnya di kota Bandung terjadi penganiayaan terhadap seorang mahasiswi oleh empat orang temannya, hanya karena tersinggung di media sosial. Sangat disayangkan, kekerasan dalam perguruan tinggi terulang kembali. Di pertengahan bulan Januari 2017 terjadi kekerasan di perguruan tinggi di Yokyakarta. Atas dasar senioritas, kakak kelas memberi ‘pelajaran’ kepada adik kelas. Akibatnya, terjadi korban meninggal.

Membaca potret generasi muda saat ini seperti kita membuka lembaran-lembaran buram masa depan. Berbagai persoalan membelit generasi. Mulai dari kekerasan seksual, tawuran, narkoba, pergaulan bebas, aborsi, tindak kriminal dan sebagainya. Kita bisa lihat solusi demi solusi dirumuskan,  dilempar ke kalangan akademisi dan pakar untuk didiskusikan dan diterapkan di tengah masyarakat. Hasilnya? Dari tahun ke tahun angka-angka  kriminalitas remaja makin meningkat dan moral makin rusak.

Baca Juga:  Perjuangkan Anak Putus Sekolah, Jadi Teladan Tingkat Kaltim

Pendidikan adalah salah satu jawaban bagi pembentukan dan perbaikan generasi. Namun tetap perlu kita perhatikan bahwa pendidikan tidak mungkin berdiri sendiri sebagai solusi tanpa ada tiga pilar yang saling mendukung dalam dunia pendidikan. Yaitu; pendidikan Keluarga, pendidikan di masyarakat dan pendidikan dalam institusi pendidikan. Jika salah satu dari ketiga pilar ini rapuh, akan berakibat pada kerapuhan secara keseluruhan dalam sistem pendidikan. Sayangnya inilah fakta yang kita hadapi. Tiga pilar yang rapuh, tidak bisa diperbaiki hanya dengan tambal sulam. Melainkan harus membongkarnya dan membangun ulang dari dasarnya.

Kurikulum pendidikan sekuler yang kini diterapkan hanya menghasilkan pribadi yang tidak utuh. Generasi yang mengembangkan kekerasan dalam menyelesaikan masalah adalah salah satu contoh pendidikan sekuler yang gagal. Kurikulum pendidikan juga menjadi sarana untuk memasukkan paham-paham sesat arahan Barat seperti prularisme dan liberalisme.

Baca Juga:  Full Day School dan Tanggung Jawab Pendidikan

Pada para pelajar ditanamkan pemikiran toleransi yang mengarah pada pengakuan kebenaran semua agama. Ditanamkan paham kebebeasan berpikir, berpendapat, kebebasan kepemilikan, berkeyakinan dan bertingkah laku.  Bila pemikiran semacam ini sudah ter-instal dalam benak para pemuda, akan mudah bagi Barat untuk menancapkan hegemoni ideologinya di negeri yang mayoritas Muslim ini. Bagaimana tidak, para pemuda yang kelak akan menjadi penerus negeri sudah menjadikan Barat sebagai kiblat mereka berpikir, bertingkah laku dan melangkah dengan arahan Barat. Sedangkan Islam hanya sekedar luaran saja,isi dalamnya adalah pemikiran dan ide-ide dari Barat.

Tujuan pendidikan dalam Islam adalah membentuk manusia bertaqwa yang memiliki kepribadian Islam secara utuh. Yakni pola pikir dan pola sikapnya didasarkan pada aqidah Islam. Dengan tujuan ini, output yang akan dihasilkan dari pendidikan Islam adalah generasi yang bertaqwa, tunduk dan taat pada hukum-hukum Allah, bukan generasi yang miskin moralitas, lemah dan tidak memiliki girah agama. Dalam konteks pendidikan, jaminan terhadap pemenuhan kebutuhan pendidikan bagi seluruh warga negara diwujudkan dengan cara menyediakan pendidikan gratis dan berkualitas bagi rakyat.

Baca Juga:  Kisah Inspiratif Warga Bontang: Iptu Rihard Nixson (222); Sempat Gagal Tes Polisi, Impiannya Ingin Mengabdi di KPK

Disamping itu, peserta didik diharapkan mempunyai sikap dan perasaan yang Islami. Dimana segala kebutuhannya dengan standar Islam, sehingga dapat dipastikan generasi yang lahir adalah generasi yang cerdas dan tangguh dalam mengarungi kehidupan serta memiliki kepribadian yang islami.

Maka untuk menyelesaikan kekerasan yang ada pada pendidikan tinggi tidak lain adalah kembali menjadikan Islam sebagai pengatur dalam segala aspek kehidupanyang telah Allah janjikan sebagai solusi bagi setiap permasalahan kaum Muslimin tidak terkecuali dalam sistem pendidikan. (*)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: catatanwarga bontang
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Rusmadi Ancam Posisi Rita di Polling Pilgub Kaltim 2018

Next Post

Perkuat Silaturahmi di Laga Persahabatan

Related Posts

Maafkanlah Gubernur
Opini

Maafkanlah Gubernur

13 April 2026, 18:21
Pengeluaran Warga Bontang Tertinggi di Kaltim, Capai Rp2,6 Juta Per Bulan
Bontang

Pengeluaran Warga Bontang Tertinggi di Kaltim, Capai Rp2,6 Juta Per Bulan

31 Maret 2026, 08:00
Kotak Kosong, Pesta para Oligarki
Opini

Kotak Kosong, Pesta para Oligarki

21 Juli 2024, 13:20
Brigadir Jenderal Dendi Suryadi: Setelah 30 Tahun, Memilih Jalan Sipil di Kukar
Opini

Brigadir Jenderal Dendi Suryadi: Setelah 30 Tahun, Memilih Jalan Sipil di Kukar

21 Juli 2024, 12:19
Merokok Bikin Kekasih Cacat
Catatan

Merokok Bikin Kekasih Cacat

16 Desember 2023, 11:27
Kursi vs Nurani
Opini

Kursi vs Nurani

3 Juni 2023, 13:08

Terpopuler

  • Proyek Renovasi Rujab Kaltim Rp25 Miliar Sampai ke Pusat, Kemendagri Turunkan Tim Periksa Belanja

    Proyek Renovasi Rujab Kaltim Rp25 Miliar Sampai ke Pusat, Kemendagri Turunkan Tim Periksa Belanja

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dana 10 Persen Nelayan Muara Badak Dipersoalkan, Polisi Lakukan Pemantauan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Satpol PP dan Dishub Kembali Tertibkan PKL dan Parkir Liar di Trotoar Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Parkiran Semrawut di Tanjung Laut Bontang, Warga Keluhkan Akses Tertutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalan Awang Long Masih Tergenang, Dinas PUPRK Bontang Akui Drainase Belum Optimal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.