• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Kaltim

Penduduk Miskin Kaltim Meningkat

by Redaksi Bontang Post
18 Juli 2022, 14:00
in Kaltim
Reading Time: 2 mins read
0
Pemukiman di bantaran Sungai Karang Mumus di Samarinda Kalimantan Timur, (Foto KOMPAS.com/ZAKARIAS DEMON DATON)

Pemukiman di bantaran Sungai Karang Mumus di Samarinda Kalimantan Timur, (Foto KOMPAS.com/ZAKARIAS DEMON DATON)

Share on FacebookShare on Twitter

bontangpost.id – Persentase penduduk miskin di Kaltim pada Maret 2022 tercatat sebesar 6,31 persen, meningkat 0,04 poin persen terhadap September 2021 dan menurun 0,23 poin persen terhadap Maret 2021. Jumlah penduduk miskin pada Maret 2022 sebesar 236,25 ribu orang, meningkat 3,12 ribu orang terhadap September 2021 dan menurun 5,52 ribu orang terhadap Maret 2021.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim Yusniar Juliana mengatakan, secara umum pada periode September 2015–Maret 2022, tingkat kemiskinan di Kaltim naik baik dari sisi jumlah maupun persentase. Hal itu menggambarkan masih dirasakan dampak pandemi Covid-19 dalam kehidupan sosial ekonomi masyarakat Kaltim dalam kurun dua tahun terakhir.

Baca Juga:  Kelurahan Tanjung Laut Verifikasi Ulang Pengajuan Data Warga Miskin dari RT

“Persoalan kemiskinan bukan hanya berapa jumlah dan persentase penduduk miskin. Dimensi lain yang perlu diperhatikan juga tingkat kedalaman dan keparahan dari kemiskinan,” tuturnya, Jumat (15/7).

Dia menjelaskan, indeks kedalaman kemiskinan adalah ukuran rata-rata kesenjangan pengeluaran masing-masing penduduk miskin terhadap garis kemiskinan. Indeks keparahan kemiskinan memberikan gambaran mengenai penyebaran pengeluaran di antara penduduk miskin.

Pada periode September 2021–Maret 2022, indeks kedalaman kemiskinan dan indeks keparahan kemiskinan mengalami penurunan. “Indeks kedalaman kemiskinan pada Maret 2022 sebesar 0,989, turun dibandingkan September 2021 yang sebesar 1,037. Demikian juga dengan indeks keparahan kemiskinan, pada periode yang sama mengalami penurunan dari 0,231 menjadi 0,226,” ungkapnya.

Menurut dia, jumlah orang miskin diukur dari garis kemiskinan. Garis kemiskinan merupakan suatu nilai pengeluaran minimum, kebutuhan makanan dan nonmakanan yang harus dipenuhi agar tidak dikategorikan miskin. Penduduk miskin adalah penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran per kapita per bulan di bawah garis kemiskinan.

Baca Juga:  Di Balik Geliat Tambang Kutim; 37 Ribu Warga Masih Miskin, Hidup di Bawah Rp1 Juta Sebulan

Garis kemiskinan pada Maret 2022 sebesar Rp 728.208 per kapita per bulan. Dibandingkan September 2021, garis kemiskinan naik sebesar 3,55 persen. Sementara jika dibandingkan Maret 2021, terjadi kenaikan sebesar 5,69 persen.

Dengan memerhatikan komponen Garis Kemiskinan (GK), yang terdiri dari Garis Kemiskinan Makanan (GKM) dan Garis Kemiskinan Bukan Makanan (GKBM), terlihat bahwa peranan komoditas makanan masih jauh lebih besar dibandingkan peranan komoditas bukan makanan.

Besarnya sumbangan GKM terhadap GK pada Maret 2022 sebesar 70,57 persen, lebih dari sumbangan GKBM terhadap GK yang hanya sebesar 29,43 persen. Pada Maret 2022, komoditas makanan yang memberikan sumbangan terbesar pada GK, baik di perkotaan maupun di perdesaan, pada umumnya hampir sama.

Baca Juga:  Dana Kemiskinan Rp 500 Triliun Disebut Habis untuk Studi Banding dan Rapat di Hotel

“Beras masih memberi sumbangan terbesar yakni sebesar 14,88 persen di perkotaan dan 17,41 persen di perdesaan. Sedangkan komoditas bukan makanan yang memberikan sumbangan terbesar baik pada GK perkotaan dan perdesaan adalah perumahan, listrik, bensin, pendidikan, dan air,” pungkasnya. (ndu/k8)

Tags: Angka kemiskinanWarga miskin Kaltim
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Tutup Jalan untuk Hajatan Bisa Kenda Denda Rp 24 Juta

Next Post

Matahari Berencana Buka Gerai di Bontang Citimall

Related Posts

Kaltim Kaya Sumber Daya Alam tapi Angka Kemiskinan Masih 5,17 Persen
Kaltim

Kaltim Kaya Sumber Daya Alam tapi Angka Kemiskinan Masih 5,17 Persen

1 Oktober 2025, 14:00
Di Balik Geliat Tambang Kutim; 37 Ribu Warga Masih Miskin, Hidup di Bawah Rp1 Juta Sebulan
Kaltim

Di Balik Geliat Tambang Kutim; 37 Ribu Warga Masih Miskin, Hidup di Bawah Rp1 Juta Sebulan

25 Juli 2025, 19:03
Pendataan Rampung, 1.407 Kepala Keluarga di Berebas Tengah Bontang Masuk Kategori Miskin
Bontang

Pendataan Rampung, 1.407 Kepala Keluarga di Berebas Tengah Bontang Masuk Kategori Miskin

9 Juni 2025, 15:11
Kelurahan Tanjung Laut Verifikasi Ulang Pengajuan Data Warga Miskin dari RT
Bontang

Kelurahan Tanjung Laut Verifikasi Ulang Pengajuan Data Warga Miskin dari RT

4 Juni 2025, 13:25
Bantuan Warga Miskin Rp300 Ribu Per Bulan di Bontang Segera Dijalankan, Berikut Kriteria Penerimanya
Bontang

Bantuan Warga Miskin Rp300 Ribu Per Bulan di Bontang Segera Dijalankan, Berikut Kriteria Penerimanya

4 Juni 2025, 10:28
Pengentasan Kemiskinan Ekstrem di Kaltim Jadi Prioritas
Kaltim

Pengentasan Kemiskinan Ekstrem di Kaltim Jadi Prioritas

23 Januari 2024, 12:22

Terpopuler

  • 25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sudah Puluhan Tahun Berdiri, Perusahaan Daerah Bontang Belum Bisa Kelola Solar Nelayan Sendiri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wanita di Loktuan Bontang Diringkus Polisi, Sabu Ditemukan di Pinggir Jalan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.