• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Feature

Pengalaman Pertama Seorang Relawan COVID-19: Tegang, Orang Tua Khawatir

by M Zulfikar Akbar
2 April 2020, 15:00
in Feature
Reading Time: 2 mins read
0
Ilustrasi rapid test. (ANTARA/HO/Pemkot Bogor)

Ilustrasi rapid test. (ANTARA/HO/Pemkot Bogor)

Share on FacebookShare on Twitter

Ahmad Faisal Fadhil (22 tahun) memutuskan membantu pemerintah, khususnya Pemprov Jawa Barat, dengan menjadi relawan COVID-19. Mahasiswa semester akhir yang tinggal di Cimahi Selatan itu mengaku ingin ikut andil membantu mencegah penularan virus korona.

Fadhil tidak ingin berdiam diri begitu saja. Apalagi Pemprov Jabar memang membutuhkan banyak tenaga memerangi korona. Sambil menunggu jadwal wisuda, Fadhil tergerak hatinya memilih bergabung menjadi relawan.

“Saya daftar relawan setelah melihat posting-an Pak Ridwan Kamil (Gubernur Jabar-red). Ini kesempatan besar buat saya untuk membantu pemerintah,” kata dia seperti dikutip dari Jabar Ekspres (grup Jawa Pos/Bontangpost.id).

Dia mengatakan, bergabung menjadi relawan karena termotivasi ingin membantu pemerintah. Pemerintah Jabar butuh banyak data, tindakan medis dan bantuan berupa materi maupun tenaga.

’’Saya belum punya banyak materi yang bisa diberikan, saya bisa memberikan bantuan berupa tenaga,” ujarnya.

Baca Juga:  Langgar Karantina, Pejabat Korut Positif Virus Korona Ditembak Mati

Fadhil sendiri memilih formasi relawan nonmedis sebagai runner. Seorang runner memiliki tugas membantu menjembatani pemenuhan kebutuhan di lapangan saat pelaksanaan tes masif COVID-19 di Jabar.

Menurutnya, perlengkapan pendukung menjadi runner berupa laptop dan gawai, serta koneksi internet pun tak sulit untuk ia penuhi. Selain itu, syarat usia 18-35 tahun, sehat dan tidak punya riwayat penyakit paru atau kronis lain, tidak merokok, serta memiliki SIM dan bisa mengendarai kendaraan bermotor sudah dipenuhinya.

“Awalnya saya pilih media dan publikasi, tetapi kekurangan saya tidak punya kamera. Jadi saya pilih runner, karena pemerintah butuh data, data kondisi Orang Dalam Pemantauan (ODP) maupun Pasien Dalam Pengawasan (PDP) melalui rapid test,” tutur Fadhil.

“Maka saya ingin membantu jalannya rapid test secara tepat dan cepat agar data-data yang dikumpulkan bisa menjadi persiapan Pemprov Jabar dalam membuat keputusan,” ujarnya.

Baca Juga:  Jahit Masker Sendiri, Beri ke Driver Ojol dan Warga yang Membutuhkan

Rabu (1/4/2020) kemarin, Fadhil bersama empat orang lainnya resmi bertugas sebagai relawan nonmedis runner di tes masif bagi klaster GBI Lembang yang digelar di Kota Bandung.

Di hari pertama, sudah ada penempatan kerja sebagai runner untuk membantu beberapa bagian seperti scan barcode atau suhu, pencatatan administrasi, pengambilan dan pemanggilan nomor antre, hingga sosialisasi apa yang dilakukan setelah rapid test.

Pengalaman pertama menjadi seorang relawan cukup menegangkan. Sebab, selain orang tua khawatir akan kondisi kesehatan, Fadhil bekerja hanya dengan semangat dan niat membantu pemerintah. Untuk menjalankan tugas, setiap relawan tentunya akan diberikan pembekalan masalah teknis terlebih dahulu. Termasuk prosedur keamanannya.

’’Kami diberi masker dan sarung tangan, itu sudah cukup karena APD hanya untuk tenaga medis. Kami bekerja secara aktif,” ucapnya.

Baca Juga:  Saatnya Mencegah Wabah dari Diri Sendiri

Fadhil pun berjanji akan mengajak teman-temannya untuk bergabung menjadi relawan COVID-19 di Jabar.

“Semoga tindakan kami ini walau tidak besar, tetapi bisa memberikan bantuan dan memperlancar pelaksanaan rapid test oleh pemerintah,” ujarnya.

“Mohon doanya juga untuk kami para relawan nonmedis maupun medis. Semoga tetap diberikan keselamatan dan kesehatan, sehingga saat dibutuhkan bantuan kami selalu siap membantu,” pungkas Fadhil.

Bersama ribuan relawan medis dan nonmedis lain di Jabar maupun Indonesia, Fadhil telah membuktikan diri dan merelakan tenaga serta pikiran untuk membantu pemerintah dalam mengobati Tanah Air tercinta.

Seperti yang diucapkan Gubernur Jabar Ridwan Kamil (Kang Emil), negara membutuhkan uluran tangan semua pihak dalam penanganan COVID-19.

“Bencana ini tanggung jawab bersama. Cepat lambatnya (selesai) juga tergantung kerja sama kita,” ujar Kang Emil. (mg1/yan/jpnn)

Print Friendly, PDF & Email
Source: JPNN
Tags: lawan koronarelawan koronavirus korona
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Di Jatim, Pasien Sembuh dari Virus Korona Makin Banyak

Next Post

Ambil Gula di Tempat Kerja, Pria Ini Diamankan Polsek Bontang Selatan

Related Posts

Dinkes Bontang Bantah Dua Rumah Sakit Tutup, Masa Isolasi Diperpanjang
Bontang

Hasil Rapid Test, 55 Pegawai RSIB Negatif Corona

26 April 2020, 19:36
Dinkes Bontang Bantah Dua Rumah Sakit Tutup, Masa Isolasi Diperpanjang
Bontang

Dinkes Bontang Bantah Dua Rumah Sakit Tutup, Masa Isolasi Diperpanjang

26 April 2020, 12:47
RSUD Tetap Layani Pasien Gawat Darurat, Buka IGD Sementara
Bontang

Breaking News!!! Satu Pasien Lagi Positif Covid-19

25 April 2020, 17:57
PDP Meninggal Pasca Dirujuk dari RSIB, Ini Penjelasan Manajemen
Bontang

Ini Kronologi Meninggalnya PDP Usia 8 Tahun di Bontang

24 April 2020, 20:25
PDP Meninggal Pasca Dirujuk dari RSIB, Ini Penjelasan Manajemen
Bontang

PDP Meninggal Pasca Dirujuk dari RSIB, Ini Penjelasan Manajemen

24 April 2020, 19:30
Cemas Terhadap Covid-19, Polda Kaltim dan Pemkot Bontang Buka Layanan Konseling
Bontang

Cemas Terhadap Covid-19, Polda Kaltim dan Pemkot Bontang Buka Layanan Konseling

24 April 2020, 08:00

Terpopuler

  • Modus Bujuk Rayu hingga Pemaksaan, Residivis Pelecehan Anak di Bontang Utara Akui Ada 4 Korban

    Modus Bujuk Rayu hingga Pemaksaan, Residivis Pelecehan Anak di Bontang Utara Akui Ada 4 Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Residivis Kekerasan Seksual Anak di Bontang Kembali Berulah, 4 Orang Diduga Jadi Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Satpolairud Polres Bontang Bongkar Jaringan Sabu di Tanjung Laut Indah, Tiga Orang Diringkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Ringkus Perempuan di Jalan Parikesit Bontang, Sabu Disembunyikan dalam Dompet

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ini Jadwal Lengkap Kapal dari Pelabuhan Loktuan Bontang Selama Mei, Ada Pelni dan Swasta

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.