• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Kaltim

Pengembang Hotel Primebiz Dipolisikan

by M Zulfikar Akbar
4 Juni 2018, 10:09
in Kaltim
Reading Time: 2 mins read
0
DOK/METRO SAMARINDA
FOTO WAJAH: Mukhlis Ramlan

DOK/METRO SAMARINDA FOTO WAJAH: Mukhlis Ramlan

Share on FacebookShare on Twitter

SAMARINDA – Forum Masyarakat Peduli Islamic Center (FMPIC) Samarinda secara resmi telah melakukan gelar perkara di Markas Besar (Mabes) Kepolisian Republik Indonesia (Polri) akhir Mei lalu. Langkah tersebut diambil menindaklanjuti dugaan pelanggaran hukum yang dilakukan pengelola Hotel Primebiz Samarinda.

Kuasa hukum FMPIC Samarinda, Mukhlis Ramlan menuturkan, setelah melakukan gelar perkara, pihaknya akan menyampaikan laporan secara resmi pekan ini. Adapun aktor yang diadukannya yakni pimpinan Hotel Primebiz, Heri Wijaya.

“Gelar perkara sudah kami lakukan. Pasal yang digunakan belum ada dipublikasi. Karena Mabes Polri sangat hati-hati menyikapi kasus ini. Tetapi pelaporan secara resmi akan kami lakukan minggu ini,” ungkapnya, Ahad (3/6) kemarin.

Adapun dugaan pelanggaran hukum yang dilakukan Heri Wijaya yakni penggunaan label syariat tanpa terlebih dulu mendapat izin dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat.

“Kami laporkan penggunaan label syariat tanpa dukungan resmi MUI. Padahal MUI mempunyai otoritas mengeluarkan label halal. Selain itu, materi lain yang diadukan, biar penyidik saja nanti yang akan mengembangkan kasus ini,” ujarnya.

Kata dia, penggunaan kata syariat tanpa persetujuan MUI tergolong delik pidana. Hal itu dikuatkan dengan beberapa keterangan yang langsung disampaikan pengurus MUI Pusat.

“MUI memastikan tidak pernah mengeluarkan label syariat terhadap Hotel Primebiz. Pengurus MUI sudah melihat langsung hotel itu. Tidak ada satupun yang mengaku telah menerbitkan label syariat,” bebernya.

Kemudian bukti lain penggunaan label syariat tanpa restu MUI Pusat ditandai dengan tidak dipublikasinya dokumen label halal ketika peresmian Hotel Primebiz. “Heri Wijaya mengaku sudah mengantongi izin syariat. Itu menjadi dasar pemerintah mengeluarkan izin,” ucapnya.

Harusnya, tegas dia, sebelum mengeluarkan izin, pemerintah mengecek ulang penggunaan label syariat tersebut. Dengan catatan, tidak mudah mempercayai keterangan Heri Wijaya.

“Kalau dengan bekal omongan Heri Wijaya yang mengaku sudah mendapatkan izin syariat kemudian diterbitkan izin prinsip, Amdal (Analisis Masalah Dampak Lingkungan), dan lain-lain, itu sesuatu yang ceroboh sekali,” tegasnya.

Dia menegaskan, alasan Heri Wijaya yang mengurus izin syariat setelah pembangunan hotel tersebut dinilai alasan yang kurang tepat. Itu pula yang menguatkan dugaan bahwa izin syariat belum diterbitkan MUI.

“Pemilik hotel dan pemerintah membantah pernyataan mereka sendiri. Kalau ada hotelnya, baru diurus izin syariat. Jika nanti tidak terbit izin syariat, mereka akan tetap jalan. Artinya penggunaan kata syariat itu hanya cara untuk membodohi umat,” sebutnya.

Dia mengingatkan, setelah kasus tersebut masuk dalam tahapan penyidikan, secara otomatis pembangunan hotel harus dihentikan sementara. “Dalam proses penyidikan, tidak hanya pembangunan hotel yang dihentikan, tetapi juga harus diuji IMB dan Amdal hotel,” ucap Mukhlis. (*/um)

ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Hari Lahir Pancasila, Momen untuk Bersatu

Next Post

Tunaikan Kewajiban

Related Posts

Pemadaman Bergilir di Bontang Masih Berlanjut, PLN Belum Pastikan Kapan Berakhir
Bontang

Listrik Padam hingga Pukul 22.00, Aktivitas Belajar dan Usaha di Bontang Terganggu

2 November 2026, 19:13
Minta Gaji Malah Dibacok Sama Bos Sendiri
Kaltim

Dua Mesin ATM Dibobol di Samarinda, Uang Tunai Ratusan Juta Rupiah Diduga Raib

2 November 2026, 17:30
Pengakuan Pimpinan Ponpes di Bontang Selatan Terkait Laporan Pelecehan Seksual; Mencuat Sejak 2024, Korban Trauma Berat
Bontang

Mantan Pimpinan Ponpes Terlapor Dugaan Kekerasan Seksual Diperiksa Polres Bontang

2 November 2026, 16:01
Ketidakjelasan Status Aset Beras Basah Bontang Hambat Penataan, Pemkot Temui Pemprov Kaltim
Bontang

Pemkot Bontang Matangkan PLTS di Dua Pulau, Listrik Ditarget Menyala 24 Jam

2 November 2026, 14:49
Investasi Usaha Pinjaman dan Fashion Bermasalah, Enam Warga Bontang Lapor Polisi
Bontang

Kasus Dugaan Investasi Pengusaha Fashion Bontang Segera Naik Penyidikan, Polisi Siapkan Gelar Perkara

2 November 2026, 13:12
CSR Mengalir ke Pulau Jawa, Anggota DPR RI Minta Pemprov Kaltim Peringatkan Perusahaan Tambang
Kaltim

Dugaan Korupsi Pengelolaan Batu Bara, Tiga Direktur Varia Niaga Samarinda Jadi Tersangka

2 November 2026, 11:00

Terpopuler

  • Distribusi MBG di Bontang Libur Saat Lebaran, Kembali Berjalan 31 Maret 2026

    12 Dapur Tutup Sementara, Hampir 28 Ribu Penerima MBG di Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kasus Dugaan Investasi Pengusaha Fashion Bontang Segera Naik Penyidikan, Polisi Siapkan Gelar Perkara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Listrik Padam hingga Pukul 22.00, Aktivitas Belajar dan Usaha di Bontang Terganggu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mantan Pimpinan Ponpes Terlapor Dugaan Kekerasan Seksual Diperiksa Polres Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.