BONTANG – Kementerian Agama (Kemenag) Bontang berencana akan melakukan pembinaan kepada para tukang pemotong atau penyembelih hewan yang ada di Bontang. Hal ini untuk meminimalisir adanya praktik pemotongan yang tidak sesuai dengan ajaran Islam. Sehingga daging yang dijual ke masyarakat adalah daging-daging yang sehat dan halal.
Pembinaan ini juga dilakukan atas tindaklanjut dari monitoring tempat-tempat pemotongan hewan di Bontang bersama Kanwil Kemenag Kaltim belum lama ini. Dimana, beberapa tempat masih ditemukan cara pemotongan unggas yang belum memenuhi standar. Meskipun cara pemotongannya sudah sesuai ajaran Islam.
“Cara pemotongannya sudah benar. Namun kebersihannya belum terjaga. Darah sisa-sisa penyembelihan masih berceceran di dekat pemotongan. Seharusnya darah dan kotorannya ini kan ada tempat pembuangan khusus dan ketika dibuang tidak sampai mencemari lingkungan,” kata Penyelenggara Syariah Kemenag, Yarkani, Selasa (20/6) lalu.
Hal lainnya yang tak kalah penting kata Yarkani, masih ditemukannya pedagang yang menyembelih unggas namun setelahnya langsung dimasukkan ke dalam air panas. Menurutnya, ini menimbulkan syubhat atau ketidakjelasan dari status daging tersebut.
“Kita tidak tahu apakah matinya hewan tersebut karena disembelih atau justru karena terkena air panas. Hal-hal semacam inilah yang nantinya juga akan kami bekali kepada para pemotong unggas sehingga status daging tersebut tidak berstatus bangkai karena penyebab matinya adalah akibat direndam air panas,” jelasnya.
Nantinya dari hasil pembinaan ini, pemotong unggas yang mengikuti akan mendapatkan sertifikat sehingga hasil sembelihannya dipastikan sesuai dengan ajaran Islam dan memenuhi standar yang telah ditetapkan.
“Kebetulan tahun ini anggaran untuk pembinaan itu ada. Kami upayakan kegiatannya bisa terlaksana sebelum Iduladha mendatang,” pungkasnya. (bbg)







