bontangpost.id – Perbaikan Jalan Soekarno-Hatta bakal dilaksanakan tahun ini. Melalui kucuran Dana Alokasi Khusus (DAK) senilai Rp 4 miliar. Jika melihat histori, akses ini juga sebelumnya mendapat perbaikan pada 2018 dan 2019 silam. Pada 2018 digelontorkan Rp 5,1 miliar. Setahun berikutnya mendapat bantuan Rp 8 miliar.
Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK) Anwar Nurdin membenarkan peningkatan jalan atau overlay di akses itu selalu dapat bantuan kurun 2017-2019. Data 2020 yang diajukan tidak diterima oleh kementerian. Sehingga 2021 nihil mendapat kucuran dana.
“Data 2021 diperbaiki dan akhirnya dapat lagi tahun ini,” kata Anwar.
Dijelaskan dia, sebelumnya mengacu desain lama peruntukan akses itu. Sesuai perda rencana tata ruang dan wilayah (RTRW) kala itu peruntukannya ialah kawasan permukiman dan perkantoran. Akan tetapi terjadi perubahan dalam revisi perda RTRW terbaru menjadi daerah industri.
Sebab itu, pada tahun ini Dinas PUPRK mengusulkan untuk mengubah skema perbaikan jalan. Dari hanya pengaspalan beralih ke pemasangan beton. Mengingat kondisi struktur jalan ini rusak akibat kendaraan yang melintas terlalu berat bebannya.
“Awalnya untuk menuntaskan sisa 1,6 kilometer akses itu dengan pengaspalan. Tetapi karena kondisi jalan berubah drastis ke perbaikan jalan dengan menggunakan beton,” ucapnya.
Menurutnya, secara regulasi itu tidak menjadi masalah. Sebab pihak terkait memasrahkan ke pemerintah daerah sesuai dengan kebutuhan terkait bentuk perbaikan. Nantinya pengerjaan akan dilakukan per ruas jalan. Ia menyatakan aset yang nantinya pasca pengerjaan tidak dibuang. Pengerjaan selanjutnya akan disesuaikan dengan konstruksi tahun ini.
Titik yang akan dikerjakan dengan kerusakan sedang hingga berat akan dikeruk terlebih dahulu. Kemudian dipasang lapisan kerja setebal 10 sentimeter. Di atasnya akan dilapisi setebal 30 sentimeter. Diberitakan sebelumnya, proses tender memang digeber lebih awal. Mengingat jika seluruh tahapan lelang dipakai tentu akan mengurangi durasi pengerjaan. Kucuran ini didapatkan kepastian dari pemerintah pusat sejak Desember lalu. Dasar pelelangan menggunakan rencana kerja dan anggaran (RKA). Sesuai dengan surat edaran wali kota dan instruksi presiden. Percepatan proses lelang ini diharapkan dapat diikuti oleh OPD lain.
“Saat penandatanganan kontrak baru pakai dokumen pelaksanaan anggaran (DPA). Tim memang bekerja lebih cepat,” ucapnya.
Ditargetkan di bulan ini pengerjaan bisa dimulai. Setelah Unit Layanan Pengadaaan (ULP) menetapkan pemenang tender. Berdasarkan kontrak durasi pengerjaan membutuhkan enam bulan. Sehingga akses bakal mulus pada Juli mendatang. Saat ini proses lelang sudah memasuki pengumuman pemenang yakni CV Utama Persada Karya yang mengalahkan beberapa perusahaan lainnya. (*/ak)







