bontangpost.id – Pemkot Bontang menganggarkan Rp 1,3 miliar pada APBD tahun ini untuk perbaikan Tugu Selamat Datang.
Kabid Tata Ruang dan Bangunan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK) Robysai Manassa Malisa mengatakan terjadi perubahan desain dari sebelumnya.
“Detailnya saya belum lihat karena ada perubahan beberapa hari lalu,” kata Robysai.
Namun, lokasi Tugu Selamat Datang tidak berubah. Termasuk konstruksi yang sudah ada tidak dibongkar. Ukurannya juga tidak mengalami perubahan. Hanya ada penambahan ornamen berupa tiang yang akan menambah infrastruktur itu.
“Intinya dipercantik untuk gerbang masuk Kota Bontang itu,” ucapnya.
Berdasarkan data di Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP) ketinggian tugu mencapai 7,2 meter. Sehubungan dengan proses pelelangan pihaknya akan mempercepat penyerahan dokumen ke Pokja ULP. Mengacu informasi SIRUP, proses lelang akan dimulai bulan ini.
Sebelumnya kepala daerah telah meninjau infrastruktur tersebut. Kepala Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan (Bapelitbang) Amiruddin Syam mengatakan kepala daerah menginginkan adanya penataan.
“Bangunan tugu tetap tapi ditambah ornamen Kuntul Perak sesuai ikon Bontang,” kata Amiruddin.
Selain itu, kawasan di sekitar akses masuk itu juga bakal ditata. Sebab, sejauh ini dipandang kumuh jika malam hari. Pedagang kreatif lapangan kerap memadati wilayah itu sehingga terkesan semrawut. Dinas PUPRK akan diberi mandat menata kawasan.
“Dinas PUPRK akan menggambar. Karena di kawasan itu ada pipa gas dan di sisinya tanah milik orang. Padahal dulu statusnya hutan lindung dan telah berubah menjadi area penggunaan lain (APL),” ucapnya.
Dijelaskan dia, wali kota menginginkan agar pintu gerbang ini menarik. Karena ini merupakan pandangan pertama orang ketika masuk Bontang. Lahan yang akan ditata ialah sebelah kiri dari pusat kota. Namun, pemkot belum mengetahui status lahan itu milik siapa.
“Kalau bisa PKL itu ditata dengan baik ketika malam. Serta disiapkan fasilitas penunjang,” tutur dia.
Dua opsi yang bisa dilakukan ialah pembebasan lahan atau skema pinjam pakai. Dia juga tidak bisa menyalahkan adanya PKL yang menempati kawasan itu tiap malam. Pasalnya dengan keramaian demikian perputaran perekonomian juga dirasakan oleh warga Bontang.
Di sisi lain selepas tugu masuk wilayah Kutim. Sehingga kewenangan pemkot Bontang terbatas. Nantinya ada koordinasi untuk skema kerja sama ini. Supaya penataan itu terwujud. (ak/ind/k8)







