• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Kaltim

Peredaran Narkoba di Samarinda Semakin Mengkhawatirkan

by BontangPost
20 April 2018, 11:30
in Kaltim
Reading Time: 2 mins read
0
Ahmad Fadholi(MUBIN/METRO SAMARINDA)

Ahmad Fadholi(MUBIN/METRO SAMARINDA)

Share on FacebookShare on Twitter

Peredaran narkoba di Samarinda terbilang masif. Bagaimana tidak, berdasarkan data Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Samarinda, ditemukan ada 35 sampai 40 ribu warga Kota Tepian telah terpapar barang haram tersebut.

——

Kepala BBNK Samarinda AKBP Siti Zaekhomsyah didampingi Kepala Bagian Hubungan Masyarakat (Humas) Ahmad Fadholi mengungkapkan, angka prevalensi nasional penggunaan narkoba saat ini sudah mencapai 2,1 persen. Sementara di Samarinda tercatat berada di angka 3,1 persen.

“Samarinda ini penduduknya tidak sampai satu juta jiwa. Penggunaannya mencapai 35 ribu sampai 40 ribu orang. Penelitian ini hanya berdasarkan persentase saja. Padahal bisa saja penggunanya jauh lebih banyak dari itu,” kata Fadholi, Rabu (18/4) kemarin.

Kata dia, pengguna narkoba meliputi 50 persen dari pekerja di sektor swasta dan pemerintah. Kemudian diikuti pelajar dan mahasiswa sebanyak 27 persen, dan 23 persen berasal dari pengangguran.

Baca Juga:  Antisipasi Lonjakan Harga Sembako Selama Ramadan, Kepolisian Bakal Patroli Pasar 

“Pengguna riilnya bisa lebih banyak dari angka itu, karena belum pernah ada sensus pengguna narkotika. Kalau yang tercatat di sini hanya yang  kami rehabilitasi saja,” ucapnya.

Akibat penggunaan narkoba, lanjut dia, telah menghancurkan tatanan dan aturan di masyarakat. Menurut Ahmad, ada korelasi penggunaan narkoba dan meluasnya tingkat kejahatan seperti jambret, pencurian helm, maling, dan meluasnya angka kriminal.

“Tingginya angka perceraian juga karena penggunaan narkoba. Pengadilan Agama mencatat hampir dua ribu orang yang menggugat cerai, sebanyak 50 sampai 60 persen disebabkan kasus narkoba,” sebutnya.

Setiap tahun, BNNK Samarinda berupaya melakukan pencegahan, rehabilitasi, hingga penangkapan bandar narkoba. Dulu Lambung Mangkurat dan Sungai Dama tercatat sebagai pusat peredaran narkoba di Samarinda.

“Tetapi sekarang sudah menyebar kemana-mana. Tidak ada satupun wilayah di Samarinda yang terlepas narkoba. Ketika kami lawan dengan penindakan, hanya satu atau dua orang yang mampu ditangkap,” ungkapnya.

Baca Juga:  Deklarasi Tolak Politik Uang dan Politisasi SARA, Dua Paslon Abstain 

Ahmad mengatakan, ketika salah satu wilayah ditindak, peredaran narkoba dengan cepat berpindah ke lokasi lain. Pasalnya penyebaran narkoba masih didominasi karena motif ekonomi.

“Banyak hal yang mempengaruhi meluasnya penggunaan narkoba di Samarinda. Mungkin karena faktor ekonomi, daerah yang dekat dengan perbatasan, banyak masyarakat urban, ibu kota, pusat ekonomi provinsi, pusat bisnis, dan banyak hiburan malam,” ungkapnya.

Pada umumnya, setiap tahun BNNK Samarinda hanya menargetkan rehabilitasi sebanyak 75 orang. Namun dalam praktiknya pengguna yang direhabilitasi mencapai 100 orang. Ada pula yang tidak ingin mendapatkan perlakukan demikian. Sebab terpengaruh anggapan bahwa rehabilitasi menimbulkan efek samping.

“Ada yang takut direhabilitasi. Padahal rehabilitasi itu tidak sakit. Rehabilitasi itu berobat. Ada anggapan yang beredar di masyarakat, rehabilitasi lebih sakit daripada masuk penjara,” ucapnya.

Baca Juga:  Musrenbang Regional Kalimantan, Pertegas Komitmen Pusat

Pada umumnya, pengguna narkoba tahu efek buruk di balik penggunaan barang haram tersebut. Karena di zaman sekarang semua orang dengan mudah mengakses informasi. Apalagi setiap hari berita tentang narkoba selalu memenuhi media massa.

“Kenapa masih banyak yang menggunakan narkoba? Karena sudah menjadi pecandu. Yang bisa mengobatinya hanya program rehabilitasi dan kemauan keluar dari jeratan narkoba,” katanya.

Dia menyebut, upaya menghentikan penyebaran narkoba dapat dilakukan dengan membangun kerja sama dengan seluruh lapisan masyarakat. Khususnya tokoh masyarakat, guru, agamawan, akademisi, dan penggerak organisasi sosial.

“Caranya dengan membuat daya imun di masyarakat. Meskipun yang datang itu berton-ton sabu, tetapi jika masyarakat sudah punya daya imun, dengan mudah narkoba akan berhasil diberantas,” pungkasnya. (*/um)

Tags: Metro Samarindanarkoba
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

WASPADA!!! Modus Parpol Sosialisasi ke Pemilih Pemuda Bisa Jadi Curi Start Kampanye 

Next Post

Delapan Pengedar Narkoba Dibekuk, BNNP Amankan Ratusan Gram Sabu dan Uang Jutaan Rupiah

Related Posts

Wanita di Loktuan Bontang Diringkus Polisi, Sabu Ditemukan di Pinggir Jalan
Kriminal

Wanita di Loktuan Bontang Diringkus Polisi, Sabu Ditemukan di Pinggir Jalan

30 Oktober 2026, 10:39
Berau Masuk Zona Merah Narkoba, Polisi Ungkap 20 Kilogram Sabu
Kaltim

Berau Masuk Zona Merah Narkoba, Polisi Ungkap 20 Kilogram Sabu

29 Oktober 2026, 10:00
Dua Perempuan Dibekuk di Tanjung Laut Indah, Sudah Sebulan Bisnis Sabu
Kriminal

Dua Perempuan Dibekuk di Tanjung Laut Indah, Sudah Sebulan Bisnis Sabu

26 Oktober 2026, 17:18
Polisi Gerebek Kontrakan di Berebas Tengah Bontang, Tiga Pria Positif Sabu
Bontang

Polisi Gerebek Kontrakan di Berebas Tengah Bontang, Tiga Pria Positif Sabu

22 Oktober 2026, 12:08
Kasus Narkoba Masih Tinggi, Hampir 1 Kilo Sabu Dimusnahkan Kejari Bontang
Bontang

Kasus Narkoba Masih Tinggi, Hampir 1 Kilo Sabu Dimusnahkan Kejari Bontang

20 Oktober 2026, 13:19
Polisi Ringkus Tiga Pengedar Sabu di Tiga Kelurahan Bontang
Kriminal

Polisi Ringkus Tiga Pengedar Sabu di Tiga Kelurahan Bontang

19 Oktober 2026, 20:52

Terpopuler

  • Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

    Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ragam Alasan Masyarakat Pilih Golput

    2 shares
    Share 2 Tweet 0
  • Berpura-pura Belanja, Komplotan Pencuri Gasak Tas Berisi Emas 200 Gram dan Rp30 Juta di Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Absen di Singa Cup

    1 shares
    Share 1 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.