• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Breaking News

Deklarasi Tolak Politik Uang dan Politisasi SARA, Dua Paslon Abstain 

by BontangPost
15 Februari 2018, 11:30
in Breaking News
Reading Time: 3 mins read
0
KECEWA: Deklarasi penolakan politik uang dan politisasi isu SARA yang dilaksanakan Bawaslu Kaltim tak dihadiri pasangan calon Rusmadi-Safaruddin dan Syaharie Jaang-Awang Ferdian Hidayat.(MUBIN/METRO SAMARINDA)

KECEWA: Deklarasi penolakan politik uang dan politisasi isu SARA yang dilaksanakan Bawaslu Kaltim tak dihadiri pasangan calon Rusmadi-Safaruddin dan Syaharie Jaang-Awang Ferdian Hidayat.(MUBIN/METRO SAMARINDA)

Share on FacebookShare on Twitter

“Sanksi moral pasti ada bagi paslon yang tidak hadir dalam kegiatan ini. Karena ini menunjukkan keseriusan paslon menolak dan melawan politik uang dan politisasi isu SARA dalam pilkada,” Saipul, Ketua Bawaslu Kaltim

SAMARINDA – Deklarasi penolakan politik uang dan politisasi isu suku, agama, ras, dan antar golongan (SARA) dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Kaltim 2018 yang dilaksanakan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kaltim di Convention Hall Swiss Bell Hotel, Rabu (14/2) kemarin, hanya dihadiri dua pasangan calon (Paslon).

Paslon yang hadir dalam deklarasi tersebut adalah Andi Sofyan Hasdam-Nusyirwan Ismail dan Isran Noor-Hadi Mulyadi. Sedangkan kedua paslon lainnya, yakni Syaharie Jaang-Awang Ferdian Hidayat dan Rusmadi-Safaruddin tidak hadir atau abstain dalam deklarasi tersebut.

Ketua Bawaslu Kaltim, Saipul mengaku kecewa dengan ketidakhadiran sebagian paslon dalam deklarasi tersebut. Padahal dirinya sudah mengingatkan pada semua paslon bahwa Bawaslu akan menyelenggarakan deklarasi tolak politik uang dan politisasi isu SARA.

“Kami sangat menyayangkan kedua paslon itu tidak hadir, karena sebelumnya kami sudah melakukan koordinasi dengan seluruh paslon supaya bisa hadir dalam kegiatan ini. Minimal salah satunya harus hadir,” kata Saipul.

Baca Juga:  Bea Cukai Sebut Tak Ada Uang dari Singapura

Ditegaskan Saipul, tidak ada sanksi administratif dan hukum yang didapatkan paslon yang tidak hadir dalam kegiatan tersebut. Namun masyarakat akan menilai paslon mana saja yang tidak serius melawan politik uang dan politisasi isu SARA.

“Sanksi moral pasti ada bagi paslon yang tidak hadir dalam kegiatan ini. Karena ini menunjukkan keseriusan paslon menolak dan melawan politik uang dan politisasi isu SARA dalam pilkada,” ujarnya.

Disinggung soal adanya miss komunisasi jadwal pelaksanaan deklarasi, Saipul mengaku, tiga hari sebelum pelaksanaan kegiatan tersebut dirinya sudah menyampaikan undangan pada seluruh paslon.

“Kami sudah berusaha menyampaikan undangan agar seluruh paslon hadir. Bahkan pada kegiatan pengundian nomor urut paslon, kami sudah mengumumkan secara terbuka kegiatan ini,” ungkapnya.

Senada, Tim Pemenangan Isran-Hadi, Aji Sofyan Alex mengaku sangat kecewa dengan pelaksanaan deklarasi tersebut. Mestinya kegiatan deklarasi dihadiri seluruh paslon, agar menunjukkan pada masyarakat komitmen setiap paslon melawan politik uang dan politisasi isu SARA.

“Deklarasi ini penting, karena kita ingin pilkada berjalan sesuai ketentuan dan aturan yang berlaku. Tapi karena dua paslon tidak hadir, saya merasa sangat kecewa,” ujarnya.

Baca Juga:  Suara Jaang Stabil 

Paslon nomor urut tiga, Isran-Hadi sependapat dengan isi deklarasi tersebut. Karena politik uang dan politisasi isu SARA dapat memecah belah masyarakat. “Kami sangat mendukung, karena itu sudah jadi spirit calon yang kami usung,” katanya.

Sementara calon gubernur yang diusung Partai Golkar dan Partai NasDem, Andi Sofyan Hasdam menyebut sudah mendapatkan undangan dan informasi khusus dari tim suksesnya untuk menghadiri kegiatan deklarasi tersebut.

“Kami sudah diundang. Konon ada yang mengatakan hanya dua paslon yang diundang, sedangkan yang lain tidak diundang. Tapi kami sudah dapat undangan deklarasi ini, jadi mungkin ada miss komunikasi,” ujarnya.

Soal ketidakhadiran dua paslon lainnya, ia mengaku tidak mempermasalahkannya. Karena penilaian ada pada masyarakat dan penyelenggara pemilu.

“Terserah bagaimana masyarakat melihat secara moral dan etik. Kami juga banyak agenda hari ini, tapi karena kami merasa kegiatan ini sangat penting, kami korbankan kegiatan lain,” katanya.

Melalui deklarasi tersebut, dirinya semakin mempertegas penolakannya terhadap politik uang dan politisasi isu SARA. Karena sebelumnya, mantan Wali Kota Bontang itu sudah berkomitmen menjalankan pilgub sesuai norma dan aturan yang ditetapkan KPU dan Bawaslu.

Baca Juga:  Rusmadi Kembali Raup Suara

Tim Pemenangan Syaharie Jaang-Awang Ferdian Hidayat, Imam Fajar Sidik mengungkapkan, timnya sudah mendapatkan undangan terkait kegiatan tersebut dari Bawaslu. Namun kegiatan Bawaslu bertepatan dengan deklarasi  paslon yang diusungnya.

“Kegiatan ini bertepatan dengan deklarasi di Gor Sempaja. Jadwal deklarasi itu sudah seminggu yang lalu, sedangkan Bawaslu baru beberapa hari yang lalu undangannya. Jadi kami hanya bisa mengutus perwakilan,” katanya.

Meski paslon yang diusungnya tidak hadir dalam deklarasi tolak politik uang dan politisasi isu SARA dalam Pilgub Kaltim, paslon JADI bersedia menjalankan hasil deklarasi Bawaslu.

Sementara, Tim Pemenangan Rusmadi-Safaruddin, Sapta Sustiani mengaku undangan yang disampaikan Bawaslu terkait kegiatan tersebut sangat mendadak. Sedangkan paslon yang diusungnya sudah terlebih dulu memiliki agenda lain.

“Pak Rusmadi ada kegiatan di Jakarta. Sedangkan Pak Safaruddin ada agenda di Penajam Paser Utara. Agenda mereka sudah diatur lebih dulu. Dari Bawaslu mendadak schedule­­-nya. Walau begitu, kami menolak politik uang dan politisasi isu sara,” tandasnya. (*/um)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: Deklarasi Tolak Politik SaraMetro Samarindapilgub kaltim 2018
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Antisipasi Pelanggaran di Malam Valentine, Satpol PP Gelar Razia di Hotel 

Next Post

Kaltim Summit Undang Bupati Morowali

Related Posts

Kontrak LNG Habis, Isran: Tak Masalah
Kaltim

Kontrak LNG Habis, Isran: Tak Masalah

23 Desember 2018, 16:30
Bisnis Hotel Diprediksi Terus Tumbuh 
Kaltim

Bisnis Hotel Diprediksi Terus Tumbuh 

22 Desember 2018, 16:30
Pemprov Ingin Pembangunan Masjid Tetap Dilanjutkan, Kinibalu Bakal Dicarikan Pengganti 
Kaltim

Pekerja Berhak Atas Jaminan Sosial

22 Desember 2018, 16:10
Gelar Kegiatan Donor Darah, Libatkan Semua Kalangan Masyarakat
Kaltim

Gelar Kegiatan Donor Darah, Libatkan Semua Kalangan Masyarakat

22 Desember 2018, 16:00
Isran Pastikan Harga Sembako di Batas Wajar 
Kaltim

Isran Pastikan Harga Sembako di Batas Wajar 

21 Desember 2018, 16:30
2019, Ekonomi Tumbuh Lambat 
Kaltim

2019, Ekonomi Tumbuh Lambat 

21 Desember 2018, 16:20

Terpopuler

  • Residivis Kekerasan Seksual Anak di Bontang Kembali Berulah, 4 Orang Diduga Jadi Korban

    Residivis Kekerasan Seksual Anak di Bontang Kembali Berulah, 4 Orang Diduga Jadi Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Satpolairud Polres Bontang Bongkar Jaringan Sabu di Tanjung Laut Indah, Tiga Orang Diringkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ini Jadwal Lengkap Kapal dari Pelabuhan Loktuan Bontang Selama Mei, Ada Pelni dan Swasta

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kuota Produksi Dibatasi, 102 Pekerja Tambang di Bontang Kena PHK

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Masuk Aturan KTR, Vape Tak Lagi Boleh Dihisap di Tempat Umum Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.