• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Kaltim

Peringatan Kemerdekaan di Tengah Himpitan Tambang 

by BontangPost
18 Agustus 2018, 11:35
in Kaltim
Reading Time: 2 mins read
0
UPACARA: Warga Kelurahan Sangasanga Dalam, Kecamatan Sangasanga, Kukar mengelar upacara memperingati kemerdekaan Indonesia di tengah kepungan tambang batu bara.(ISTIMEWA)

UPACARA: Warga Kelurahan Sangasanga Dalam, Kecamatan Sangasanga, Kukar mengelar upacara memperingati kemerdekaan Indonesia di tengah kepungan tambang batu bara.(ISTIMEWA)

Share on FacebookShare on Twitter

SAMARINDA – Bagi masyarakat yang hidup berdekatan dengan tambang batu bara, makna peringatan hari kemerdekaan cukup sederhana, yakni pemerintah dapat mengembalikan hak hidup mereka di lingkungan yang bersih dan nyaman. Begitu pula yang diharapkan warga RT 24, Kelurahan Sangasanga Dalam, Kecamatan Sangasanga, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).

Demi memperingati hari kemerdekaan RI ketujuh puluh tiga, ratusan warga setempat, Jumat (17/8) kemarin, memperingati hari kemerdekaan di lokasi penambangan batu bara yang dikuasai CV Sangasanga Perkasa (SSP).

Sejak pagi, peserta upacara sudah berdatangan di lokasi tambang. Mereka rela meninggalkan pekerjaan di perusahaan, pasar, dan kegiatan harian yang biasanya dilakoni di kelurahan yang dikelilingi tambang batu bara itu.

Para ibu-ibu membawa bayi dan anak-anak mereka. Kaum hawa itu insaf bahwa harapan hidupnya selama ini terancam di tengah arus pengepungan yang dilakukan tambang batu bara. Bukan tanpa alasan, sebab bertahun-tahun mereka kerap kesulitan mendapatkan air bersih, saban tahun kebanjiran, dan lingkungan yang disertai polusi.

Baca Juga:  Replik Jaksa dalam Kasus Pelepasan Aset PT PWU, Berputar-putar, Abaikan Fakta Sidang
UPACARA: Warga Kelurahan Sangasanga Dalam, Kecamatan Sangasanga, Kukar mengelar upacara memperingati kemerdekaan Indonesia di tengah kepungan tambang batu bara.(ISTIMEWA)

Lalu warga dengan penuh kesadaran mengikuti kegiatan tahunan tersebut. Mereka meninggalkan semua pekerjaan harian mereka. “Mereka yang bekerja di perusahaan mengajukan izin. Sedangkan yang biasa berjualan di pasar, memutuskan untuk libur,” kata koordinator upacara, Muhammad Zainuri.

Upacara peringatan hari kemerdekaan Indonesia, kata Zainuri, di areal tambang sebagai sinyal dan pesan tidak langsung pada pemerintah daerah dan pemerintah pusat, bahwa selama ini sudah terjadi kerusakan lingkungan yang parah, di balik aktivitas tambang emas hitam yang dilakukan CV SSP.

“Meski Indonesia sudah merdeka, tetapi warga RT 24 merasa masih terjajah oleh pemodal. Sebab pemerintah lebih memihak kepada pemilik modal ketimbang jerit ketakutan warga RT 24 terhadap bahaya kerusakan lingkungan akibat tambang yang semena-mena,” tegasnya.

Menurut dia, selama ini warga setempat telah berulang kali mengingatkan pemerintah agar menindak tegas pemilik perusahaan tersebut. Namun, sayangnya belum ada respons yang mengarah pada pemenuhan tuntutan.

UPACARA: Warga Kelurahan Sangasanga Dalam, Kecamatan Sangasanga, Kukar mengelar upacara memperingati kemerdekaan Indonesia di tengah kepungan tambang batu bara.(ISTIMEWA)

Pun demikian, demonstrasi dan pertemuan dengan pemerintah, seolah dianggap angin lalu. Padahal, keterlambatan penyelesaian masalah tersebut, dapat berimbas pada pembiaran munculnya konflik horizontal antara warga dan pemilik perusahaan.

Baca Juga:  Kasus SMA Dilimpahkan ke MKD 

“Apabila pemerintah memaksakan CV SSP tetap beroperasi, maka dipastikan akan terjadi konflik yang lebih besar lagi. Karena warga sudah sepakat untuk melawan tambang,” tegasnya.

Memang aktivitas tambang di wilayah yang rentan terjadi banjir itu telah membuat warga kehilangan banyak ruang penopang hidup. Sejak 2014, warga dituntut untuk hidup tanpa air bersih, juga banjir yang telah menggangu aktivitas ekonomi.

“Sekarang sumber air tanah sudah sulit dicari. Orang-orang sudah enggak bisa dapat air dari tanah. Bahkan untuk memasak sekalipun, harus beli air,” bebernya.

Lalu kemarin, ketika peringatan hari kemerdekaan, aktivitas pertambangan di wilayah itu hilang seketika. Padahal,  di awal Agustus lalu, tumpukan batu bara masih menggunung di areal tersebut.

Padahal jauh sebelum itu, sejak 25 Juli 2018, CV SSP telah dilarang beraktivitas di lahan itu. Perusahaan diminta melengkapi dokumen persyaratan berupa izin lingkungan, pembuangan air limbah, serta pengelolaan bahan berbahaya dan beracun (B3).

Baca Juga:  Bawaslu Temukan 3.632 Diduga Pemilih Ganda

Selain itu, CV SSP juga diharuskan melakukan penataan lahan untuk mengakomodir limpahan air. Sehingga aktivitas perusahaan tidak membawa dampak banjir di RT 24.

“Kemudian CV SSP harus membuat peta water management dan segera membuat setlingpond dengan memperhitungkan antara tangkapan air atau catchment area dengan kapasitas tampung,” sebutnya.

Kata dia, alih-alih melaksanakan kesepakatan antara warga dan pemerintah, belakangan muncul sejumlah mobil truk mengangkut batu bara. Emas hitam itu diduga akan dibawa ke Kecamatan Palaran, Samarinda.

Dinas Energi Sumber Daya dan Mineral (ESDM) Kaltim, pernah bereaksi atas kasus yang menimpa warga tersebut. Bahkan pada 3 Agustus lalu, CV SSP diberikan peringatan terakhir untuk menjalankan tanggung jawabnya.

“Oleh karena itu, warga RT 24 menuntut agar CV SSP diberi sanksi tegas dengan dicabut IUP (Izin Usaha Pertambangan, Red.) dan izin operasionalnya,” saran dia. (*/um)

Tags: Metro SamarindaUpacara Bendera
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Enggan Bagi-bagi “Kue” Jabatan, Isran-Hadi Siapkan Sistem Lelang Jabatan

Next Post

Sudah Ditangkap, Guru TK Aniaya Anak di Malaka

Related Posts

Berikut Susunan Pengibar Bendera HUT Ke-81 RI di Bontang
Bontang

Berikut Susunan Pengibar Bendera HUT Ke-81 RI di Bontang

17 Agustus 2026, 09:36
Kontrak LNG Habis, Isran: Tak Masalah
Kaltim

Kontrak LNG Habis, Isran: Tak Masalah

23 Desember 2018, 16:30
Bisnis Hotel Diprediksi Terus Tumbuh 
Kaltim

Bisnis Hotel Diprediksi Terus Tumbuh 

22 Desember 2018, 16:30
Pemprov Ingin Pembangunan Masjid Tetap Dilanjutkan, Kinibalu Bakal Dicarikan Pengganti 
Kaltim

Pekerja Berhak Atas Jaminan Sosial

22 Desember 2018, 16:10
Gelar Kegiatan Donor Darah, Libatkan Semua Kalangan Masyarakat
Kaltim

Gelar Kegiatan Donor Darah, Libatkan Semua Kalangan Masyarakat

22 Desember 2018, 16:00
Isran Pastikan Harga Sembako di Batas Wajar 
Kaltim

Isran Pastikan Harga Sembako di Batas Wajar 

21 Desember 2018, 16:30

Terpopuler

  • Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Pastikan Isu Jasad Bayi Ditukar Bantal di Bontang Rekayasa, Perempuan Akui Tak Hamil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Akses Jalan Gotong Royong Ditutup, Warga Klaim Belum Terima Ganti Rugi Lahan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.