• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Nasional

Peristiwa G30S PKI; Percobaan Kudeta yang Mengakhiri Partai Komunis di Indonesia

by Redaksi Bontang Post
1 Oktober 2024, 16:33
in Nasional
Reading Time: 2 mins read
0
Para terduga anggota Pemuda Rakyat, pada 10 Oktober 1965, yang diangkut prajurit bersenjata dua hari sebelum diumumkannya penangkapan Letnan Kolonel Untung Syamsuri. (ist)

Para terduga anggota Pemuda Rakyat, pada 10 Oktober 1965, yang diangkut prajurit bersenjata dua hari sebelum diumumkannya penangkapan Letnan Kolonel Untung Syamsuri. (ist)

Share on FacebookShare on Twitter

BONTANGPOST.ID, Jakarta – Peristiwa G30S PKI pada 30 September 1965 merupakan salah satu titik balik penting dalam sejarah Indonesia.

Gerakan yang dikenal sebagai kudeta oleh Partai Komunis Indonesia (PKI) ini berusaha untuk menggulingkan pemerintahan Presiden Soekarno dan menggantikan ideologi negara dengan komunisme.

PKI, yang saat itu adalah salah satu partai terbesar di Indonesia, memanfaatkan kekuatan militernya untuk menculik dan membunuh enam perwira tinggi TNI Angkatan Darat dalam sebuah gerakan yang dipimpin oleh Letnan Kolonel Untung Syamsuri.

Namun, rencana mereka gagal total dan justru berakhir dengan dibubarkannya PKI serta perubahan besar dalam politik Indonesia.

Perjalanan panjang PKI sebagai partai komunis di Indonesia dimulai pada tahun 1914 dengan nama awal Indische Sociaal Democratische Vereeniging (ISDV).

Pada awalnya, partai ini didirikan oleh seorang tokoh sosialis Belanda bernama Henk Sneevliet, dengan anggota yang kebanyakan berasal dari kalangan Belanda.

Namun, seiring berjalannya waktu, PKI mulai menarik banyak anggota dari kalangan masyarakat pribumi.

Baca Juga:  Dukung Pencegahan Paham Komunis, Neni Hadiri Pemutaran Film G30S-PKI

Pada tahun 1920, ISDV berganti nama menjadi Perserikatan Komunis di Hindia Belanda dan akhirnya berubah menjadi Partai Komunis Indonesia pada tahun 1924.

Sejak saat itu, PKI terus berkembang pesat hingga menjadi salah satu partai politik terkuat di Indonesia.

PKI sempat melakukan pemberontakan di Madiun pada tahun 1948, yang dipimpin oleh Amir Sjarifuddin dan Muso.

Pemberontakan ini bertujuan menggulingkan pemerintah Indonesia dan mengganti Pancasila dengan komunisme.

Meski berhasil dipadamkan, PKI tetap menjadi kekuatan politik yang cukup besar di masa Orde Lama.

Kemudian, pada tanggal 30 September 1965, PKI melancarkan Gerakan 30 September (G30S), sebuah gerakan kudeta untuk menjatuhkan pemerintahan Presiden Soekarno.

Dengan dipimpin oleh DN Aidit, PKI mencoba menguasai pemerintahan melalui penculikan dan pembunuhan sejumlah perwira tinggi militer.

Aksi penculikan dimulai di Jakarta pada malam 30 September 1965. Pasukan Cakrabirawa yang dipimpin oleh Letkol Untung melakukan operasi di bawah arahan DN Aidit.

Baca Juga:  Jangan Koar-Koar Apalagi Melarang Pemutaran Film G30S-PKI

Mereka menculik enam perwira tinggi militer di kediaman masing-masing, termasuk Letjen Ahmad Yani, Mayjen MT Haryono, dan Brigjen DI Panjaitan.

Sayangnya, upaya PKI untuk menangkap Jenderal AH Nasution tidak berhasil. Nasution berhasil melarikan diri dengan melompat dinding rumahnya, sementara ajudannya, Kapten Pierre Tendean, ditangkap dan dieksekusi karena dikira sebagai Nasution.

Setelah melakukan aksi penculikan, para korban kemudian dibawa ke Lubang Buaya, sebuah lokasi di Jakarta Timur, di mana mereka disiksa dan dibunuh.

Jenazah keenam perwira tinggi militer tersebut akhirnya ditemukan di sumur dengan diameter kecil, di mana mereka dimasukkan bersama korban lainnya.

Setelah menemukan jenazah di Lubang Buaya pada 3 Oktober 1965, operasi militer pun dilancarkan untuk menumpas PKI.

DN Aidit, sebagai pemimpin PKI, ditangkap di Solo pada November 1965 dan dieksekusi mati keesokan harinya.

Peristiwa ini tidak hanya mengakibatkan tewasnya para perwira militer, tetapi juga menandai runtuhnya kekuatan PKI di Indonesia. Pada 12 Maret 1966, Presiden Soekarno secara resmi membubarkan PKI melalui Keputusan Presiden.

Baca Juga:  “Film Hollywood lebih Sadis”

Peristiwa G30S PKI menjadi catatan kelam dalam sejarah Indonesia, di mana kudeta yang gagal ini berujung pada perubahan besar dalam lanskap politik.

Penghapusan PKI dari politik Indonesia dan tindakan militer yang lebih dominan menandai berakhirnya era Soekarno dan memulai kekuasaan Orde Baru di bawah pimpinan Soeharto.

Enam perwira yang gugur dalam peristiwa tersebut dikenang sebagai pahlawan revolusi yang berjuang mempertahankan keutuhan bangsa.

Di antaranya Letnan Jenderal Ahmad Yani, Mayor Jenderal Soeprapto, Mayor Jenderal MT Haryono, dan Brigadir Jenderal Sutoyo.

G30S PKI tetap menjadi peristiwa yang kontroversial dan diperdebatkan dalam sejarah Indonesia, tetapi yang pasti adalah bahwa kejadian ini menjadi titik balik yang mengubah arah perjalanan bangsa. (*)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: G30S PKIpki
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Empat Anggota DPD RI Dapil Kaltim Dilantik, Ada Mantan Wali Kota Bontang

Next Post

Bolak-balik Berkas Kasus Investasi Apderis, Polisi Pastikan Tangani Serius

Related Posts

Ribuan Pasang Mata Nobar Film Penghianatan G30S/PKI 
Bontang

Ribuan Pasang Mata Nobar Film Penghianatan G30S/PKI 

1 Oktober 2017, 11:58
Terlalu Panjang, Durasi Dipotong
Kaltim

Terlalu Panjang, Durasi Dipotong

1 Oktober 2017, 11:35
Nobar PKI, Convention Center Penuh Sesak, “Film Ini Benar-Benar Terjadi”
Kaltim

Nobar PKI, Convention Center Penuh Sesak, “Film Ini Benar-Benar Terjadi”

1 Oktober 2017, 11:34
Korem Kewalahan, Ingatkan Sejarah Kekejaman PKI
Kaltim

Korem Kewalahan, Ingatkan Sejarah Kekejaman PKI

29 September 2017, 11:32
“Film Hollywood lebih Sadis”
Kaltim

“Film Hollywood lebih Sadis”

29 September 2017, 11:29
Dukung Pencegahan Paham Komunis, Neni Hadiri Pemutaran Film G30S-PKI
Bontang

Dukung Pencegahan Paham Komunis, Neni Hadiri Pemutaran Film G30S-PKI

29 September 2017, 11:12

Terpopuler

  • Residivis Kekerasan Seksual Anak di Bontang Kembali Berulah, 4 Orang Diduga Jadi Korban

    Residivis Kekerasan Seksual Anak di Bontang Kembali Berulah, 4 Orang Diduga Jadi Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Satpolairud Polres Bontang Bongkar Jaringan Sabu di Tanjung Laut Indah, Tiga Orang Diringkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ini Jadwal Lengkap Kapal dari Pelabuhan Loktuan Bontang Selama Mei, Ada Pelni dan Swasta

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kuota Produksi Dibatasi, 102 Pekerja Tambang di Bontang Kena PHK

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Masuk Aturan KTR, Vape Tak Lagi Boleh Dihisap di Tempat Umum Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.