“Pahami Peran dan Fungsi Gereja”
BONTANG – Pengurus Badan Kerja sama Antar Gereja (BKAG) Bontang telah melakukan pemilihan kepengurusan baru, Senin (11/9). Bertempat di Gereja Toraja Jemaat Imanuel Bontang, pengurus BKAG demisioner melakukan laporan pertanggung-jawaban atas program kerjanya.
Dalam sambutannya Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni yang dibacakan oleh Staf Ahli Bidang Pembangunan Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Sofyansyah mengungkapkan, forum ini memiliki dampak yang positif. Ia mengatakan setiap kepengurusan diperlukan evaluasi dalam pelaksanaan program kerja.
“Forum ini sangat penting dan strategis, khususnya dalam upaya evaluasi program dalam membangun dan meningkatkan kualitas pelayanan serta eksistensi gereja di dalam kehidupan beragama dan di dalam masyarakat,” ungkapnya.
Selain itu, tujuan pelaksanaan ini juga dapat mempererat tali silahturahmi dan semangat persaudaraan anatara pimpinan dan anggota jemaat gereja. Dikatakannya, peran BKAG bagi pembangunan Kota Taman sangatlah penting, oleh karena itu butuh peningkatan dalam segala sisi.
“BKAG juga harus membenahi pengurusnya dengan meningkatkan SDM sesuai dengan tuntutan pelayanan kepada jemaat, yang semakin hari semakin bertambah,” tambahnya.
Wali Kota berpesan empat poin sehubungan dengan kegiatan ini. Pertama, BKAG dapat memahami peran dan fungsi gereja, sehingga pelayanan yang diberikan kepada jemaat makin terarah.
Melalui peran gereja diharapakan sebagai tonggak pelopor kedamaian dan keamanan di Bontang. Agar tercipta persatuan dan kesatuan dalam masyarakat.
“Redamlah jika didengar adanya isu-isu yang tidak bertanggung jawab, ancaman teror, fitnah, adu domba, benturan, dan gesekan-gesekan lainnya yang bernuansa politik maupun SARA,” ungkapnya.
Jajaran pengurus juga harus mencermati dan mencarikan jalan keluar jika terjadi masalah-masalah yang menimpa umat. Terakhir, melalui persidangan ini dapat menghasilkan rumusan dan keputusan yang tepat.
Sementara itu, Ketua BKAG masa bakti 2014-2017, pendeta Abraham Moligay mempunyai harapan agar kepengurusan baru dapat bekerja lebih baik daripada kepengurusan lama. Ia juga menyampaikan permintaan maaf jika selama periodenya ada hal yang tidak baik.
Kegiatan persidangan dimulai dengan ibadah singkat yang dipimpin oleh pendeta Christina Lebang. Dalam khotbahnya, menitik beratkan kepada karakter yang harus dimiliki oleh umat Kristiani yaitu kasih, sesuai dengan tema yang diangkat oleh pengurus yakni kasih sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan (Kolose 3 :14).
“Tema ini cocok jika sudah mempunyai itu (kasih, Red.), saya pikir luar biasa keberadaan kita di Bontang ini. 3 tahun mereka luar biasa berkarya, ada banyak beban, mari kita bersama-sama menaburkan kasih dalam 3 tahun kedepan, kita merenung panggilan kita, merenung dalam wadah (BKAG, Red.) ini,” tukasnya.
Dalam persidangan ini terpilih kembali pendeta Abraham Moligay sebagai ketua, sementara untuk posisi sekretaris dijabat oleh Juria Rosvita dari Gereja Kemah Injil Indonesia. BKAG merupakan wadah organisasi gereja di Bontang dari total 64 gereja yang ada. (*/ak)







