• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Breaking News

Petani Kutim Hasilkan Bibit Kakao Unggul

by BontangPost
13 April 2017, 12:30
in Breaking News
Reading Time: 2 mins read
0
SAMBANGI: Plt Kadisbun M. Alfian (kedua dari kanan) saat menyambangi lokasi perkebunan kakao dan bertemu dengan PPL serta petani kakao setempat di desa Karangan Hilir.(Foto:Ist)

SAMBANGI: Plt Kadisbun M. Alfian (kedua dari kanan) saat menyambangi lokasi perkebunan kakao dan bertemu dengan PPL serta petani kakao setempat di desa Karangan Hilir.(Foto:Ist)

Share on FacebookShare on Twitter

 

Disbun Siap Menggarap Perluasan Perkebunan

SANGATTA – Gerakkan Desa Membangun yang digagas Bupati Ismunandar dan Wakil Bupati Kasmidi Bulang disambut dengan baik Organisasi Pemerintah Daerah (OPD) di lingkungan pemerintah kabupaten. Hal ini dikembalikan lagi dengan tugas, pokok, dan fungsi tiap-tiap OPD, salah-satunya ialah Dinas Perkebunan Kutim yang menggarap budidaya kakao sebagai komoditi perkebunan alternatif selain komoditi andalan daerah ini yakni kelapa sawit.

Pengembangan komoditi perkebunan alternatif mendapatkan dukungan penuh oleh pemerintah kabupaten, agar kemudian daerah ini mampu menjadikan komoditas perkebunan sebagai pemacu pendapatan petani di daerah pedalaman dan pesisir Kutim. Selama ini Kutim dikenal sebagai penghasil minyak kelapa sawit dengan pabrik-pabrik CPO yang menunjang hasil industri hulu tersebut. Dalam perkembangan terakhir, pihak Disbun akan menggarap perluasan kebun untuk komoditi perkebunan seperti kakao dan karet.

Seperti dijelaskan Plt Kepala Dinas Perkebunan Kutai Timur M. Alfian menyebutkan jika saat ini kebun kakao rakyat dikembangkan di Kecamatan Karangan tepatnya di Desa Karangan Hilir. Luasan kebun yang dikelola oleh kelompok-kelompok tani tersebut mencapai luasan 124 hektare dengan hitungan ekonomis lahan produktif untuk panen MCC (Masamba Clone Cacao) 02 sebesar 104 hektare. Terlebih Bupati Ismunandar amat serius untuk mengangkat harkat derajat hidup petani agar mampu menjadi salah-satu komponen pembangunan daerah.

Baca Juga:  Kontribusi PAD Sawit Minim

“Saya telah meninjau langsung perkebunan kakao rakyat yang ada di wilayah desa Karangan Hilir, sungguh luar biasa potensi kakao di daerah ini. Kakao sebagai bahan baku dasar dalam pembuatan coklat, mampu disuplai petani hingga 100 ton per tahun untuk kebutuhan dalam negeri,” Ungkap pria yang merangkap sebagai Sekretaris Disbun Kutim ini.

Dari sisi ekonomis, perkebunan kakao rakyat dapat menembus harga hingga Rp 30.000 per kilo gram dan harga tersebut adalah harga paling tinggi di akhir 2016 saat petani setempat melakukan panen. Untuk musim sela seperti Maret hingga pertengahan April 2017 ini, fluktuasi harga biji kakao memang menurun dengan kisaran harga antara Rp. 18.000 – 20.000 per kilo gramnya. Namun harga ini tidaklah menyebabkan petani rakyat merugi, mengingat harga tersebut sudah mampu menutupi biasa produksi maupun perawatan tanamanan.

Baca Juga:  Pelanggar Lalu Lintas Wajib ‘Waspada’!, Operasi Patuh Mahakam Dimulai

Alfian menambahkan jika para penyuluh dari Disbun Kutim telah mampu bersinergi dengan petani di Karangan Hilir untuk menerapkan teknik sambung samping tanaman kakao. Sehingga menekan pengeluaran petani untuk biaya pembelian bibit kakao jenis MCC 02 yang biasanya diambil dari Sulawesi Selatan. Untuk satu bibit sambung, petani di Karangan Hilir hanya mengeluarkan biaya sebesar Rp. 15.000, dengan kata lain kesempatan Kutim sebagai daerah penghasil bibit sambung samping dan sambung pucuk unggul, di Kalimantan Timur amatlah besar.

“Petani kita tidak sembarangan membuat bibit sambung samping dan sambung pucuk kakao. Karena pada beberapa tahun terakhir Disbun Kutim, telah bekerjasama dengan Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia (Puslitkoka) Kabupaten Jember jawa Timur, dalam memurnikan kebun entris kakao sehingga menghasilkan bibit-bibit kakao unggul yang membantu petani rakyat dalam mempertahankan produktivitas serta kualitas biji kako,” ungkap pria yang pernah menjabat sebagai Camat Sangkulirang itu.

Baca Juga:  Utang Proyek Mulai Dibayarkan

Perlu diketahui tantangan utama dalam mengembangkan perkebunan kakao ialah tingginya harga pupuk, tenaga kerja, dan pembelian pestisida. M. Alfian sendiri tidak menampik adanya keluhan-keluhan yang muncul di lapangan terkait mahalnya harga pupuk dan pestisida, namun ia meyakini seiring dengan terus berlangsungnya pembangunan KIPI Maloy oleh pemerintah provinsi Kaltim, maka kendala biaya transportasi yang cukup jauh dan mahal dapat segera teratasi, selain itu mampu mempersingkat waktu petani dalam menjual hasil panen ke pihak pembeli. (aj)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: coklatpetanisanggata post
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Cabor Porprov Masih Tarik Ulur

Next Post

Pemkab Bangun 11 PAMDes Tahun Ini

Related Posts

Petani Korban Banjir Bontang Diusulkan Dapat Bantuan
Bontang

Petani Korban Banjir Bontang Diusulkan Dapat Bantuan

21 Juni 2022, 11:00
Kemarau, Petani Terancam Gagal Panen
Bontang

Kemarau, Petani Terancam Gagal Panen

7 Oktober 2018, 06:00
Petani Bengalon Keluhkan Banjir dan Irigasi
Breaking News

Petani Bengalon Keluhkan Banjir dan Irigasi

23 September 2018, 11:02
DKP3 Gelar Penyuluhan ke Petani Bontang 
Advertorial

DKP3 Gelar Penyuluhan ke Petani Bontang 

2 Agustus 2018, 22:30
Alsintan Mulai Didistribusikan ke Kelompok Tani
Breaking News

Alsintan Mulai Didistribusikan ke Kelompok Tani

29 Juli 2018, 11:01
Perkenalkan Alat Pertanian Modern, Tarik Minat Petani
Breaking News

Perkenalkan Alat Pertanian Modern, Tarik Minat Petani

25 Juli 2018, 11:00

Terpopuler

  • Proyek Renovasi Rujab Kaltim Rp25 Miliar Sampai ke Pusat, Kemendagri Turunkan Tim Periksa Belanja

    Proyek Renovasi Rujab Kaltim Rp25 Miliar Sampai ke Pusat, Kemendagri Turunkan Tim Periksa Belanja

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Parkiran Semrawut di Tanjung Laut Bontang, Warga Keluhkan Akses Tertutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 2.753 Warga Bontang Tak Lagi Ditanggung BPJS Gratis dari Pusat, Ini Solusi Pemkot

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dishub Bontang Siapkan Penataan Parkir Kafe di Tanjung Laut Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Residivis Bontang Berulah Lagi, Uang Curian Rp20 Juta Ludes untuk Judi Online

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.