• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Kaltim

Pilkada Bontang, Tingkat Partisipasi Rendah, Anggaran Terkecil

by Redaksi Bontang Post
27 Desember 2020, 09:48
in Kaltim
Reading Time: 2 mins read
0
Ilustrasi

Ilustrasi

Share on FacebookShare on Twitter

BALIKPAPAN – Tahapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 di Kaltim menghabiskan biaya yang tak sedikit. Lebih setengah triliun anggaran pemerintah daerah digelontorkan, namun partisipasi pemilih masih jauh dari ekspektasi penyelenggara pemilu.

Dari sembilan daerah yang menggelar pilkada, hanya satu daerah yang mampu melampaui target yang dipatok Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebesar 77,5 persen. Yakni, Mahakam Ulu (Mahulu) dengan persentase partisipasi pemilih sebesar 78,15 persen. Berdasarkan data rekapitulasi NHPD atau Naskah Perjanjian Hibah Daerah untuk Pilkada Serentak 2020 di Kaltim, biaya yang digelontorkan untuk sembilan kabupaten/kota, kecuali Penajam Paser Utara (PPU) sebesar Rp 595,011 miliar.

Dana paling tinggi, dikucurkan untuk pelaksanaan Pilkada Kutai Kartanegara (Kukar) sebesar Rp 114,071 miliar. Perinciannya, Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebesar Rp 84,874 miliar, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Rp 19,38 miliar, dan pengamanan sebesar Rp 9,816 miliar.

Baca Juga:  Pengamat Sebut Langkah Basri di Pilkada Bontang Sangat Realistis

Sementara paling sedikit, Pilkada Bontang sejumlah Rp 30,276 miliar. Perinciannya, Rp 20 miliar untuk KPU, Bawaslu Rp 4,276 miliar, dan pengamanan sebesar Rp 6 miliar (selengkapnya lihat grafis).

 

 

Komisioner KPU Kaltim Divisi Teknis Penyelenggara Suardi menyampaikan jika biaya jumbo pelaksanaan pilkada di Kukar, lantaran akses yang sulit. Juga, luas wilayah yang besar dengan penduduk yang banyak. “Itu mendasari besarnya anggaran pelaksanaan pilkada di sana (Kukar). Kan ada 18 kecamatan,” kepada Kaltim Post, beberapa waktu lalu.

Sementara itu, Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi menuturkan, berdasarkan laporan dari kabupaten/kota yang melaksanakan pilkada di Kaltim, dana hibah tersebut sudah disalurkan 100 persen. Meskipun pemerintah daerah dihadapkan refocusing anggaran belanja penanganan Covid-19. Walau begitu, politikus Gelora Kaltim ini mengapresiasi pelaksanaan pilkada yang bisa berjalan dengan baik dan lancar.

Baca Juga:  Relawan Basri-Najirah Bentuk Aliansi Masyarakat Anti Money Politics

“Kesbangpol bekerja sama dengan TNI-Polri aktif dalam setiap tahapan. Memantau perkembangan politik di daerah,” ucapnya.

Ketua KPU Kaltim Rudiansyah menambahkan, pada pilkada serentak yang digelar di sembilan kabupaten/kota di Kaltim, terdiri dari 7.983 tempat pemungutan suara (TPS). Dengan jumlah pemilih sebanyak 2,35 juta jiwa. Akan tetapi, dia menyampaikan yang menjadi beban kerja bukan KPU bukanlah pada besaran pemilih yang menggunakan hak pilihnya. Namun lebih kepada penyediaan dan pendistribusian logistik pilkada.

“Beban kerja KPU lebih kepada tantangan geografis dan faktor alam. Berkaitan upaya pelayanan 100 persen pemilih di TPS,” jelas dia.

Pembiayaan yang relatif besar tersebut pun menjadi catatan Komisi II DPR RI yang turut membidangi kepemiluan. Anggota Komisi II DPR RI Djarot Saiful Hidayat yang sempat memimpin kunjungan kerja (kunker) ke Kaltim pekan lalu menyoroti biaya pilkada tersebut. “Itu (biaya Pilkada Kaltim) belum lagi yang dikeluarkan kandidat (pasangan calon kepala daerah),” katanya saat ditemui Kaltim Post di Balai Kota Balikpapan.

Baca Juga:  Gagal Maju Lewat Jalur Independen, Basri Rase-Chusnul Dhihin Boleh Ajukan Keberatan ke Bawaslu

Dia pun menyangsikan jika pelaksanaan pilkada dengan biaya yang relatif besar, itu dapat menghasilkan kepada daerah yang memiliki kapasitas dan integritas. Dalam memimpin kabupaten/kota.

“Cuma persoalannya pemilu dengan biaya yang cukup besar itu, apakah akan melahirkan pemimpin yang bagus? Yang kapasitasnya tidak bisa diragukan lagi? Yang sangat berkompeten. Punya integritas? Sehingga benar-benar mampu membangun daerahnya,” sindirnya.

Lanjut dia, pelaksanaan pilkada sebaiknya tidak hanya terjebak terhadap pelaksanaan demokrasi secara prosedural. Akan tetapi juga secara substansial. “Secara prosedural gampang. Tapi apakah mampu melahirkan pemimpin yang punya integritas. Sehingga tidak tersangkut persoalan hukum ke depannya,” pungkas Djarot. (kip/riz/k8)

Tags: Basri-najirahneni jonipilkada bontang
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Bawa 65 Kg Sabu, Dua Terdakwa Dituntut Hukuman Mati

Next Post

Pasien Covid-19 dan Perawat Diduga Lakukan Hubungan Sesama Jenis

Related Posts

Pisah Kenang Wali Kota dan Wawali Periode 2021-2025; Terima Kasih Basri-Najirah
Bontang

Pisah Kenang Wali Kota dan Wawali Periode 2021-2025; Terima Kasih Basri-Najirah

27 Februari 2025, 15:57
Golput di Pilkada Bontang Capai 27,51 Persen
Bontang

Golput di Pilkada Bontang Capai 27,51 Persen

5 Desember 2024, 15:30
Panwascam Rekomendasikan Pemungutan Suara Ulang di TPS 11 Bontang Kuala, Ini Kata KPU
Bontang

Panwascam Rekomendasikan Pemungutan Suara Ulang di TPS 11 Bontang Kuala, Ini Kata KPU

3 Desember 2024, 15:03
Anggaran Pilkada Kaltim Rp434 Miliar, Tahap Awal Telah Dicairkan 40 Persen
Bontang

Pilkada Bontang, Mitos Kegagalan Petahana Belum Terpecahkan

29 November 2024, 16:45
Neni-AH Unggul di Tiga Kelurahan Bontang Barat
Bontang

Neni-AH Unggul di Tiga Kelurahan Bontang Barat

28 November 2024, 11:48
Pj Gubernur Akmal Malik Ingatkan Penyelenggara Pilkada Jaga Kesehatan
Bontang

Pj Gubernur Akmal Malik Ingatkan Penyelenggara Pilkada Jaga Kesehatan

27 November 2024, 13:00

Terpopuler

  • Wanita di Loktuan Bontang Diringkus Polisi, Sabu Ditemukan di Pinggir Jalan

    Wanita di Loktuan Bontang Diringkus Polisi, Sabu Ditemukan di Pinggir Jalan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemadaman Listrik Ganggu Usaha Kuliner Bontang, Mesin Kopi Rusak hingga Pesanan Batal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dibutuhkan 21 Pipe Fitter untuk Pabrik 5 Pupuk Kaltim, Cek Syaratnya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.