SANGATTA- Pengerjaan WC Komunal yang berada di Jalan Durian RT 06, Sangatta Utara terlihat serampangan. Program nasional tersebut sepertinya dikerjakan secara serampangan. Pasalnya, para pekerja tidak memiliki inisiatif untuk membuat lubang timbun pipa salur kotoran.
Semua pipa untuk sambungan yang mengarah ke rumah warga hanya diletakkan di dalam lubang parit perkampungan. Padahal, pipa tersebut semestinya dibuatkan lubang sendiri dan wajib ditimbun menggunakan tanah. Akibatnya, saluran air tersendat. Tumpukan sampah dimana-mana. Dampaknya, warga setempat menjadi korban.
“Hujan sebentar saja langsung banjir. Karena terganggu sama pipa. Banjirnya lari ke rumah warga dan tempat ibadah,” keluh Ketua RT 06 Sangatta Utara, Achmad Junaedy.
Warga kerap protes atas pengerjaan tersebut. Apa daya, dirinya tak dapat berbuat banyak. Sebab, pada saat itu ia belum menjabat sebagai ketua RT.
“Warga ngeluh sama saya. Tetapi saya tidak bisa buat apa-apa. Ini kan RT sebelumnya,” katanya.
Yang bisa dilakukan ialah mengusulkan pembenahan dalam Musrembangdes. Harapan terbesar, hal ini dapat segera dikabulkan.
“Sebagai RT baru, saya hanya bisa mengusulkan agar dibenahi. Kita berharap dikabulkan usulan tersebut. Jika tidak, terpaksa bersabar terlebih dahulu,” katanya
Tidak hanya masalah pipa lanjutnya, tertutupnya saluran air di kawasan poros durian juga menjadi penyebab utama terjadinya banjir.
“Pas di depan Poros Durian itu ada bangunan bertingkat baru. Drainase ditutup mati. Jadi air enggak bisa keluar,” katanya. (dy)







