SAMARINDA – Koalisi antara PKB, PPP, dan Demokrat untuk mengusung Syaharie Jaang dan Rizal Effendi (JaRi) sebagai bakal calon gubernur (Cagub) dan calon wakil gubernur (Cawagub) Kaltim belum juga memiliki titik terang. Padahal rencana duet kedua pasangan itu telah lama santer di masyarakat.
Sampai Senin (1/1) kemarin, dari tiga partai itu, baru Partai Demokrat yang mengeluarkan surat keputusan (SK) rekomendasi. Dalam surat terbitan November 2017 itu, Demokrat tidak langsung melampirkan bakal cawagub. Surat itu baru menetapkan Jaang sebagai bakal cagub.
Pasca terbitnya rekomendasi itu, Wali Kota Samarinda tersebut langsung melakukan survei elektabilitas sejumlah kandidat. Dari situ kemudian muncul lima nama bakal cawagub.
Mereka yakni Kapolda Kaltim Irjen Pol Safaruddin, Ketua Harian DPD Golkar Kaltim Makmur HAPK, politisi PDIP dan anggota DPR RI Awang Ferdian Hidayat, Plt Ketua DPD Golkar Kaltim Andi Sofyan Hasdam, dan Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi. Kelima nama ini telah diserahkan Jaang ke tim Pilkada DPP Demokrat.
Menyikapi itu, Ketua DPW PKB Kaltim Syafaruddin mengaku, sejak awal membangun komunikasi politik dengan Demokrat. Partai yang dia nahkodai masih satu suara mengusung JaRi. Walaupun saat ini rekomendasi tersebut belum dikeluarkan DPP PKB.
Lambatnya rekomendasi itu bukan karena PKB sengaja mengulur-ulur waktu, apalagi hendak memasang bargaining. Menurut dia, keterlambatan itu lebih karena pihaknya masih menunggu Jaang mendeklarasikan Rizal sebagai bakal cawagub.
“Rekomendasi PKB tinggal menunggu pak Jaang aja lagi. Kan dari Demokrat belum memutuskan cawagub. Sesuai pembicaraan awal, pak Jaang akan berpasangan dengan pak Rizal. Kami masih menunggu itu. Di luar itu, belum ada lagi pembicaraan,” katanya, Senin (1/1) kemarin.
Kendati demikian, PKB tidak menutup peluang bisa mengusung kandidat lain, apalagi kalau duet JaRi gagal. Pasalnya, duet kedua wali kota itu disebut menjadi kesepakatan politik di balik koalisi PKB, PPP, dan Demokrat.
Jika tidak ingin kehilangan dukungan, PKB memberikan deadline pada Jaang untuk segera memutuskan bakal cawagub. Syarifuddin menyebut, paling lambat tanggal 5-6 Januari ini, Jaang sudah harus memutuskan sikap politik.
“Sekarang kami masih menunggu. Tapi kami minta pak Jaang, dua hari sebelum pendaftaran di KPU, sudah harus ada kejelasan. Kalau tidak, tentu dukungan PKB bisa ke kandidat lain,” tutur anggota DPRD Kaltim ini.
Sementara itu, Ketua DPW PPP Kaltim Rusman Yakub mengakui, partai tempat dia bernaung tidak pernah bergeser dari komitmen, yakni mengusung pasangan JaRi. Rekomendasi PPP tinggal menunggu momentum saja. “Belum ada yang berubah dengan PPP. Masih sama. Masih mengusung JaRi,” ucapnya.
Dikatakan Rusman, seperti halnya PKB, langkah politik PPP mengusung Jaang lantaran wali kota Samarinda dua periode tersebut menawarkan Rizal sebagai bakal cawagub. “Kami tetap menginginkan pasangan JaRi. Di luar itu, kami belum pernah bicara lagi,” ucapnya.
Terkait beredarnya informasi Rizal Effendi yang merapat sebagai bakal cawagub bagi Safaruddin, Rusman enggan mengomentarinya. “Pembicaraan selama ini kan untuk duet JaRi. Kalau ada perkembangan di luar itu, tentu harus dibicarakan ulang,” tandasnya. (drh)







