• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Olahraga

Polri Sebut Tak Ada Korban Kanjuruhan Tewas Akibat Gas Air Mata

by Redaksi Bontang Post
12 Oktober 2022, 11:54
in Olahraga
Reading Time: 2 mins read
0
Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo. (Arsip Humas Polri)

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo. (Arsip Humas Polri)

Share on FacebookShare on Twitter

bontangpost.id – Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan berdasarkan pernyataan para ahli, tidak satu pun korban meninggal dunia ataupun luka-luka dalam tragedi Kanjuruhan di Malang, Jawa Timur, disebabkan gas air mata.

Pernyataan itu disampaikan Dedi mengutip pernyataan sejumlah ahli dan dokter spesialis yang menangani para korban. Mereka terdiri dari para dokter spesialis penyakit dalam, penyakit paru, penyakit THT, dan spesialis penyakit mata.

“Tidak satu pun yang menyebutkan bahwa penyebab kematian adalah gas air mata,” kata Dedi di Mabes Polri, Senin (10/10).

Dedi mengungkapkan, berdasarkan pendalaman para ahli, para korban tewas dalam insiden Kanjuruhan akibat kekurangan oksigen. Para korban kekurangan oksigen karena berdesakan di pintu keluar stadion.

Menurut Dedi, dari sedikitnya 131 korban meninggal dunia, paling banyak akibat berdesakan di pintu 3, 11, 13, dan 14.

“Terjadi berdesak-desakan terinjak-injak, bertumpukan mengakibatkan kekurangan oksigen di pada pintu 13, pintu 11, pintu 14, dan pintu 3. Ini yang jadi korbannya cukup banyak,” katanya.

Baca Juga:  Tragedi Kanjuruhan, Semua Liga PSSI Dihentikan

Ia menjelaskan gas air mata pada prinsipnya hanya menyebabkan iritasi pada mata, kulit, dan sistem pernapasan. Menurut Dedi, gas akan menyebabkan mata perih seperti terkena sabun.

Namun, dampak tersebut akan hilang dengan sendirinya, serta tidak menimbulkan efek fatal.

Begitu pula pada sistem pernapasan, gas air mata tidak menimbulkan dampak yang fatal. Menurut sejumlah ahli, kata Dedi, tak ada gas air mata yang menyebabkan pada kematian.

“Di dalam gas air mata tidak ada toksin atau racun yang mengakibatkan matinya seseorang,” ucapnya.

Sementara itu, Dedi juga mengakui sejumlah gas air mata yang digunakan aparat saat mengendalikan massa di Stadion Kanjuruhan telah kedaluwarsa atau melewati batas masa guna.

Namun, katanya, gas air mata yang telah kedaluwarsa justru mengalami penurunan dari segi fungsi. Karena itu, fungsi gas air mata yang telah kedaluwarsa justru bisa tak lagi efektif.

Baca Juga:  Tragedi Kanjuruhan Malang, Indonesia Lolos Sanksi FIFA

Tragedi Kanjuruhan terjadi pada 1 Oktober 2022 malam usai laga Arema FC dengan Persebaya. Mulanya, suporter Arema tampak turun ke area lapangan untuk mencari pemain dan ofisial.

Hal itu direspons polisi dengan menembakkan gas air mata ke lapangan dan tribun stadion. Akibatnya, penonton berlarian karena panik.

Mereka berlarian ke pintu keluar dalam kondisi sesak napas dan terinjak-injak hingga ada yang meninggal dunia. Sampai saat ini tercatat ada 131 orang tewas, dua di antaranya merupakan personel polisi.

Adapun polisi hingga kini telah menetapkan enam tersangka terkait insiden di Kanjuruhan. Mereka adalah Direktur Utama PT LIB Ahkmad Hadian Lukita, Ketua Panpel Arema FC Abdul Haris, dan Security Officer Suko Sutrisno.

Sedangkan tiga tersangka lain adalah personel Polri. Masing-masing Kabag Ops Polres Malang Kompol Wahyu Setyo Pranoto, Kasat Samapta Polres Malang AKP Bambang Sidik Achmadi, serta Komandan Kompi Brimob Polda Jawa Timur AKP Hasdarman.

Baca Juga:  Ketum PSSI Minta Maaf, Rencanakan Liga 1 Dimulai Lagi 25 November

Berdasarkan temuan awal Komnas HAM yang juga menerjunkan tim ke Malang untuk menginvestigasi Tragedi Kanjuruhan, kekacauan berujung tewasnya seratusan orang itu bukan diawali kericuhan di dalam lapangan. Pihaknya justru menemukan kekacauan itu timbul karena gas air mata yang ditembakkan aparat untuk mengatasi suporter turun ke lapangan.

“Gas air mata lah yang membuat panik dan sebagainya sehingga ada terkonsentrasi di sana di beberapa titik pintu. Ada pintu yang terbuka sempit. Terus ada pintu yang tertutup. Itulah yang membuat banyak jatuh korban,” kata Komisioner Komnas HAM Choirul Anam dalam jumpa pers pada 6 Oktober lalu.

Menurut Anam, kronologi peristiwa yang sebenarnya sesaat sebelum insiden itu penting untuk didalami. Sebab, narasi awal menyebut para korban jiwa yang jatuh akibat kekerasan suporter. (cnn)

Tags: Tragedi Kanjuruhan
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

DPRD Bontang Soroti Tunggakan Gaji Karyawan, PT LBB; Sudah Kami Bayar

Next Post

Wali Kota Basri Imbau Tiap Sekolah di Bontang Ada Ekskul Tari Jepen

Related Posts

Ketum PSSI Minta Maaf, Rencanakan Liga 1 Dimulai Lagi 25 November
Olahraga

Ketum PSSI Minta Maaf, Rencanakan Liga 1 Dimulai Lagi 25 November

14 Oktober 2022, 16:00
Buntut Tragedi Kanjuruhan, Kapolda Jatim Dicopot
Olahraga

Buntut Tragedi Kanjuruhan, Kapolda Jatim Dicopot

11 Oktober 2022, 14:04
Tragedi Kanjuruhan Malang, Indonesia Lolos Sanksi FIFA
Olahraga

Tragedi Kanjuruhan Malang, Indonesia Lolos Sanksi FIFA

8 Oktober 2022, 16:30
Polisi Tetapkan Enam Tersangka Tragedi Kanjuruhan, Belum Ada Penahanan
Olahraga

Polisi Tetapkan Enam Tersangka Tragedi Kanjuruhan, Belum Ada Penahanan

8 Oktober 2022, 09:26
Data Korban Meninggal Tragedi Kanjuruhan Jadi 131 Orang, 32 Masih Anak-anak
Olahraga

Data Korban Meninggal Tragedi Kanjuruhan Jadi 131 Orang, 32 Masih Anak-anak

5 Oktober 2022, 13:00
Tragedi Kanjuruhan, Semua Liga PSSI Dihentikan
Olahraga

Tragedi Kanjuruhan, Semua Liga PSSI Dihentikan

5 Oktober 2022, 09:47

Terpopuler

  • Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pengakuan Pimpinan Ponpes di Bontang Selatan Terkait Laporan Pelecehan Seksual; Mencuat Sejak 2024, Korban Trauma Berat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Fogging Berbayar Muncul di Bontang, Warga Ditagih Rp50 Ribu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Selidiki Dugaan Kekerasan Seksual di Ponpes Bontang, Korban Disebut Lebih dari Lima Orang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.