• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Catatan Dahlan Iskan

Pra-Wedding di Sudut-sudut Sumba

by BontangPost
13 Oktober 2018, 09:15
in Dahlan Iskan
Reading Time: 2 mins read
0
DAHLAN ISKAN

DAHLAN ISKAN

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Dahlan Iskan

Saya ke Sumba lagi. Tidur di padang savana lagi. Lagi-lagi ke Sumba.

Minggu lalu adalah ‘minggu loncat-loncat’ bagi saya. Dari Surabaya ke Bali. Dari Bali ke Sumba. Dari Sumba ke Kupang. Dari Kupang ke Lombok. Dari Lombok menyeberang ke Sumbawa. Dari Sumbawa Besar menyeberang ke Tambora. Dari Tambora ke Bima. Dari Bima ke Jakarta. Dalam lima hari. Yang memakan energi.

Dalam pesawat menuju Sumba saya bersebelahan dengan notaris muda. Asal Jakarta. Saya tawarkan agar teman wanitanya menduduki kursi saya. Agar tidak terpisah dengan si cantik itu.

”Gak usah pak Dahlan. Saya senang di sebelah bapak,” katanya.

Si cantik itu ternyata calon istrinya. Belum pernah ke Sumba. Tapi foto-foto pra-weddingnya akan dibuat di Sumba.

Saya bangga dalam hati. Sumba sudah jadi pilihan untuk foto pra-wedding. Hidup Sumba tercinta!

Pra-wedding begitu pentingnya sekarang ini.  Sampai harus mencari lokasi yang ‘tidak biasa’.

Baca Juga:  Ajak Makan Ikan Papuyu, Dinasihati Pentingnya Sebuah Reward

Notaris itu akan lima hari di Sumba. Bersama tim fotografer, manajemen event, penata mode dan juru rias.

Inilah lokasi yang dipilih:

Pantai Tarimbang, Bukit Tenau, Bukit Warinding, Landeha,  Savana Kambera, pohon gede Laipori, Walakiri dan Bukit Bersaudara.

Wow! Semua itu di Sumba Timur. Tidak memasukkan Nihi Sumba.

Foto pra-wedding di Sumba ternyata memang lagi ‘in’. ”Sepanjang minggu selalu ada yang ke sini. Pilih waktu senja. Saat laut lagi surut,” ujar penjual kelapa muda di pantai Laipori.

Saya terpaksa mampir ke pantai ini. Ingin tahu daya tariknya. Sambil minum air kelapa. Sambil makan ampyang: kue gula kelapa yang ditaburi kacang.

Pantai itu surutnya jauh. Dasar lautnya yang luas ditinggalkan airnya. Tapi masih ada genangan-genangan di sana-sini. Di sela-sela batu koral.

Calon pengantin bisa berpose di pinggir genangan itu. Menimbulkan bayangan yang  memantul di air. Di sela-sela karang.

Baca Juga:  Forest City Nan Kapan Kapan

Sebagai wartawan saya paham keperluan fotografer pra-wedding seperti itu. Tapi sebagai yang orang yang pernah kawin, saya iri: kok di zaman saya dulu tidak ada pra-wedding ya?

Coba ada, saya akan ajak calon istri saya  melakukan foto pra-wedding di pematang sawah. Dengan latar belakang anak yang naik kerbau. Masa kecil saya sering di atas kerbau seperti itu. Kerbaunya tetangga.

Atau saya ajak pra-wedding di pinggir sungai. Di bawah rindangnya bambrongan bambu berduri. Dengan latar belakang anak-anak memandikan sapi. Saya sering memandikan kambing-gibas saat teman-teman kecil saya memandikan sapi.

Tapi saya tidak menyesali diri. Jangankan foto pra-wedding, foto perkawinan pun tidak punya. Padahal saya sudah wartawan di tahun 1975 itu.

Hari itu saya tidak mengundang teman-teman wartawan. Perkawinan saya sederhana sekali. Dari pihak saya hanya dihadiri kakak kandung dan suaminya. Perkawinan di perantauan: Samarinda. Jauh dari keluarga. Yang tidak mungkin punya biaya naik pesawat udara.

Baca Juga:  Lombok Menanti Anak Pengungsi

Saya berkain sarung yang sehari-hari saya pakai sembahyang. Pakai jas pinjaman dari teman sesama perantau. Tanpa dasi. Istri saya pakai baju khas daerah yang sederhana.

Satu jam sebelum perkawinan  saya masih bekerja: di percetakan koran lokal Samarinda. Menyusun huruf-huruf timah bertinta. Menjadi sebuah rangkaian berita. Yang siap dicetak untuk pembaca.

Lalu cuci tangan. Membersihkan sisa belepotan tinta. Lalu pakai sarung. Pakai baju. Pakai jas. Pakai kopiah. Naik sepeda 10 menit. Sampailah di tempat perkawinan. Di rumah nenek calon istri. Di Jalan Imam Bonjol, Sungai Pinang, Samarinda.

Keluarga istri sudah berkumpul. Penghulu sudah tiba. Perkawinan langsung dimulai.

Saya kagum dengan istri saya. Kok mau acara kawinan seperti itu. Dan abadi sampai kini: 43 tahun.

Kapan-kapan saya akan ajak istri ke Sumba. Melihat calon pengantin melakukan foto pra-wedding di sana. Biar ngiler dia. (dahlan iskan)

Tags: dahlan iskan
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Pemuda di Bawah Umur Terkapar di Jalan Usai Pesta Miras

Next Post

Monumen Tambang Dibangun 

Related Posts

Menang Nirkuasa
Dahlan Iskan

Menang Nirkuasa

10 Mei 2019, 06:17
Bagaimana Menjaring Orang Mampu
Dahlan Iskan

Dokter Cerai

9 Mei 2019, 06:00
Kursi Roda
Dahlan Iskan

Kursi Roda

7 Mei 2019, 06:43
37 Derajat
Dahlan Iskan

37 Derajat

6 Mei 2019, 05:57
Orang Suci
Dahlan Iskan

Orang Suci

5 Mei 2019, 12:01
Jantung Bocor
Dahlan Iskan

Jantung Bocor

4 Mei 2019, 13:05

Terpopuler

  • Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

    Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ragam Alasan Masyarakat Pilih Golput

    2 shares
    Share 2 Tweet 0
  • Berpura-pura Belanja, Komplotan Pencuri Gasak Tas Berisi Emas 200 Gram dan Rp30 Juta di Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Absen di Singa Cup

    1 shares
    Share 1 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.