• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Advertorial Pemkot Bontang

Prevalensi Stunting Bontang Lestari Tertinggi, Neni Minta Perusahaan Turun Tangan

by Redaksi Bontang Post
14 Mei 2026, 13:40
in Pemkot Bontang
Reading Time: 2 mins read
0
Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni menimbang balita saat kegiatan pemantauan dan penanganan stunting di Kota Bontang.

Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni menimbang balita saat kegiatan pemantauan dan penanganan stunting di Kota Bontang.

Share on FacebookShare on Twitter

BONTANGPOST.ID, Bontang – Pemerintah Kota Bontang terus memperkuat upaya menekan angka stunting di seluruh wilayah.

Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, menegaskan penanganan stunting harus menjadi gerakan bersama yang melibatkan pemerintah, masyarakat, hingga perusahaan melalui program tanggung jawab sosial lingkungan (TJSL).

Hal itu disampaikannya saat menghadiri Rapat Paripurna ke-2 Masa Persidangan III DPRD Kota Bontang, Rabu (13/5/2026).

“Sangat ironis melihat Kota Bontang masih memiliki angka stunting, sementara banyak perusahaan besar beroperasi di sini. Ini kesempatan bagi kita semua untuk melakukan intervensi melalui program TJSL,” ujarnya.

Berdasarkan data yang dipaparkan, Kelurahan Bontang Lestari tercatat memiliki prevalensi stunting tertinggi di Kota Bontang, yakni mencapai 22,71 persen dengan 124 balita stunting.

Baca Juga:  30 ASN Bontang Diasesmen Polda Kaltim

Sementara Kelurahan Guntung berada di posisi berikutnya dengan prevalensi 21,78 persen atau sebanyak 83 balita.

Selain itu, jumlah balita stunting di wilayah lain juga masih cukup tinggi. Kelurahan Loktuan tercatat memiliki 190 balita stunting, Tanjung Laut 147 balita, Tanjung Laut Indah 146 balita, Berebas Tengah 117 balita, Api-Api 112 balita, Gunung Elai 107 balita, Gunung Telihan 99 balita, Belimbing 93 balita, Berbas Pantai 80 balita, Bontang Baru 74 balita, Satimpo 51 balita, Bontang Kuala 45 balita, dan Kanaan 21 balita.

Neni meminta seluruh lurah, ketua RT, kader kesehatan, hingga pihak swasta bergerak aktif melakukan intervensi di lapangan.

Menurutnya, persoalan stunting seharusnya dapat ditangani apabila seluruh pihak bekerja bersama.

Baca Juga:  Sirkuit Balap Bontang Lestari Belum Bisa Dibangun, Pemkot Terkendala Anggaran

“Persoalan ini harusnya bisa diselesaikan karena jumlahnya tinggal ratusan anak saja. Mari kita evaluasi dan intervensi bersama-sama,” katanya.

Secara khusus, Neni menyoroti kondisi di Kelurahan Guntung yang berada dekat kawasan industri dan perusahaan besar.

Ia menargetkan penanganan 83 balita stunting di wilayah tersebut dapat dituntaskan tahun ini melalui kolaborasi dengan perusahaan sekitar.

Meski masih ditemukan angka yang cukup tinggi di beberapa wilayah, prevalensi stunting Kota Bontang secara umum menunjukkan tren penurunan.

Pada 2024, prevalensi stunting berada di angka 20 persen, kemudian turun menjadi 17 persen pada 2025. Bahkan berdasarkan data November 2025, angka tersebut kembali turun menjadi 15,69 persen.

Sebagai langkah konkret, Pemkot Bontang terus menggencarkan Gerakan Masyarakat Melawan Stunting melalui pemberian bantuan makanan bergizi senilai Rp25 ribu per hari bagi balita stunting selama 56 hari.

Baca Juga:  Pemkot Bontang All Out Dampingi Korban Pelecehan Anak, Wali Kota Minta Hentikan Stigma

Evaluasi perkembangan anak juga dilakukan secara berkala untuk memastikan intervensi berjalan efektif.

Neni menegaskan seluruh lurah harus mengetahui kondisi riil di wilayah masing-masing, termasuk lokasi tempat tinggal anak yang mengalami stunting.

Menurutnya, penanganan stunting bukan sekadar mengejar penghargaan fiskal, melainkan investasi jangka panjang bagi masa depan generasi muda Bontang.

“Tugas kita adalah menyelamatkan masa depan anak-anak Bontang demi menyongsong Indonesia Emas 2045,” pungkasnya. (ak)

Tags: diskominfo bontangpemkot bontang
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Enam Orang Jadi Tersangka Penyerangan Rumah Pemilik Mangga di Bontang

Next Post

Lewat Program Donat dan Bakul Terasi, DPK Bontang Tingkatkan Minat Baca Anak

Related Posts

Main Bola Bareng Warga, Agus Haris Dengar Langsung Keluhan soal Bontang
Pemkot Bontang

Main Bola Bareng Warga, Agus Haris Dengar Langsung Keluhan soal Bontang

6 September 2026, 09:25
Angka Pengangguran Bontang Dibidik Turun Jadi 5 Persen
Pemkot Bontang

Angka Pengangguran Bontang Dibidik Turun Jadi 5 Persen

2 September 2026, 11:00
Karhutla Mengintai Bontang, Agus Haris Ingatkan Warga Jangan Bakar Sampah
Pemkot Bontang

Karhutla Mengintai Bontang, Agus Haris Ingatkan Warga Jangan Bakar Sampah

27 Agustus 2026, 11:19
Eskalator Bermasalah, Pemkot Bontang Harus Bayar Utang Rp100 Juta
Pemkot Bontang

Eskalator Bermasalah, Pemkot Bontang Harus Bayar Utang Rp100 Juta

27 Agustus 2026, 10:00
Utang dari Rp1 Miliar Membengkak Jadi Rp56 Miliar, Wawali Buka Opsi Bubarkan PT Bontang Transport
Pemkot Bontang

Utang dari Rp1 Miliar Membengkak Jadi Rp56 Miliar, Wawali Buka Opsi Bubarkan PT Bontang Transport

26 Agustus 2026, 12:53
Bontang Waspadai Kebakaran Lahan, Area Bontang Lestari Dipantau Ketat
Pemkot Bontang

Bontang Waspadai Kebakaran Lahan, Area Bontang Lestari Dipantau Ketat

25 Agustus 2026, 16:05

Terpopuler

  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Pastikan Isu Jasad Bayi Ditukar Bantal di Bontang Rekayasa, Perempuan Akui Tak Hamil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Akses Jalan Gotong Royong Ditutup, Warga Klaim Belum Terima Ganti Rugi Lahan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.