bontangpost.id – Rabu (29/12/2021), warga Kota Tepian dihebohkan penemuan jasad seorang pria mengambang di perairan Sungai Mahakam, tepat di kawasan Pelabuhan Samarinda di Jalan Yos Sudarso, Kecamatan Samarinda Kota.
Belum diketahui pasti identitas pria tersebut. Dari informasi yang berhasil dihimpun, penemuan pertama kali diketahui oleh seorang sopir yang saat itu berada di kawasan pelabuhan dan langsung melaporkannya kepada petugas pelabuhan.
“Saya menerima laporan dari seorang sopir bahwa ada jasad yang mengapung di samping kapal yang sedang bersandar,” ujar petugas pelabuhan Safri saat dikonfirmasi.
Mendapat informasi tersebut, Safri pun mendatangi lokasi yang dilaporkan untuk memastikannya. Benar saja, Safri melihat seorang pria dengan mengenakan kaos hitam dibalut jaket berwarna biru dan celana jeans pendek tengah mengambang di perairan.
Melihat hal tersebut, Safri langsung melaporkannya ke pihak Kepolisian Kawasan Pelabuhan (KP) dan Basarnas untuk dapat ditindaklanjuti. Dikonfirmasi terpisah, Koordinator Unit Siaga SAR Samarinda Dwi Adi Wibowo mengatakan bahwa pihaknya mendapat laporan dari pihak Kepolisan KP pada pukul 08.30, bahwa ditemukan jasad seorang pria mengapung di kawasan dermaga kapal barang.
“Iya kami mendapat laporan dari Kepolisian bahwa ada jasad seorang pria mengambang di dermaga kapal barang. Selanjutnya kami langsung mendatangi lokasi yang diinformasikan,” ujar Dwi Adi.
“Setibanya di sana sudah ada Unit Inafis Polresta Samarinda bersama Kepolisian KP. Kami langsung membantu jalannya proses evakuasi,” lanjut Dwi Adi.
Selain itu, Dwi Adi juga mengungkapkan bahwa kondisi jasad pada saat itu telah membengkak. Dirinya menduga bahwa jasad tersebut telah berada di dalam air kurang lebih dua hari. “Karena kita sering melihat kondisi jasad di air, kami menduga korban telah lebih dari dua hari, namun belum bisa dipastikan dan tunggu saja dari hasil visum,” ungkap Dwi Adi.
Setelah berhasil dievakuasi bersama tim gabungan dari Unit Inafis, Basarnas, dan Kepolisian KP, selanjutnya jasad pria tersebut langsung dilarikan ke RSUD Wahab Sjahranie menggunakan mobil ambulans PMI untuk menjalani proses visum. (selasar)







