BONTANGPOST.ID, Bontang – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang akan merekrut tenaga pendamping untuk mendukung jalannya Program Pro RT yang mulai dilaksanakan pada 2026. Sebanyak 60 pendamping dibutuhkan, baik di tingkat kelurahan maupun tingkat kota.
Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni, menjelaskan pendamping kelurahan akan direkrut dari lulusan sarjana yang memahami bidang pembangunan dan akuntansi. Total ada 25 orang yang akan dipilih, masing-masing mendampingi 20 RT dengan honorarium Rp4,3 juta per bulan.
“Rekrutmen akan melalui Disnaker. Tugas mereka membantu administrasi dan mengawasi pelaksanaan program di lapangan,” jelas Neni.
Sementara itu, pendamping tingkat kota akan diambil dari tenaga ahli berpengalaman yang belum memiliki pekerjaan. Mereka akan menerima gaji setara UMK ditambah uang transportasi Rp500 ribu.
Program Pro RT sendiri akan menggantikan Program Stimulan RT yang resmi dihentikan Pemkot Bontang melalui Surat Edaran Nomor 100.1.2/1426/ADBANG/2025, ditandatangani Sekda Bontang Aji Erlynawati pada 25 Agustus 2025.
Menurut Aji, alokasi anggaran Program Stimulan RT dialihkan untuk mendukung program prioritas daerah, seperti peningkatan gaji ketua RT, insentif bagi pegiat agama, serta penanganan banjir sesuai RPJMD terbaru.
“Mulai 2026, Pro RT akan dijalankan dengan target alokasi anggaran per RT sebesar Rp200 juta. Skemanya 60 persen untuk pembangunan infrastruktur, 40 persen untuk sosial ekonomi,” terangnya.
Dengan adanya pendamping, pemerintah berharap pengelolaan program lebih terarah, transparan, dan akuntabel. (Dwi Kurniawan Nugroho)



