BONTANGPOST.ID, Bontang – Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni menargetkan untuk subsidi pendidikan melalui Kartu Bontang Pintar (KBP) akan dimulai tahun depan. Pelaksanaan akan dimulai pada tahun ajaran pendidikan baru.
“Kalau di APBD perubahan ini belum sepertinya. Kemungkinan tahun depan setelah tahun ajaran baru dimulai,” kata Neni.
“Kalau uangnya banyak, Rp2 juta tiap siswa tidak apa-apa,” ucapnya.
KBP nantinya bertujuan untuk membantu pemenuhan kebutuhan belajar siswa. Peningkatan SDM pelajar merupakan sangat penting untuk mencetak generasi bangsa yang tangguh.
Rencananya sesuai dengan program kepala daerah untuk tiap siswa jenjang SD diberikan Rp1 juta per tahunnya. Sementara pelajar jenjang SMP diberi Rp2 juta. Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Saparuddin menyebut, hingga kini belum ada pembahasan terkait dengan skema dari KBP.
“KBP belum kami bahas bentuknya seperti apa,” tutur dia.
Sebelumnya, Ketua DPRD Bontang Andi Faizal Sofyan Hasdam menerangkan, adanya KBP ini bisa mengakomodasi pembiayaan seperti pembelian lembar kerja siswa (LKS) hingga seragam identitas sekolah.
“Problematika yang terjadi tiap tahun ajaran baru itu solusinya hanya melalui KBP,” terangnya.
Pihaknya meminta Disdikbud segera melakukan kajian baik secara regulasi maupun skema penganggarannya. Politikus Golkar ini berharap KBP tidak langsung berbentuk uang tunai tetapi voucher. Hal ini agar tidak dimanfaatkan untuk kepentingan selain kegiatan belajar-mengajar.
“Jangan sampai yang pakai itu justru orangtuanya,” sebutnya. Saat ini pemkot hanya melakukan bantuan pengadaan seragam sekolah nasional, tas, sepatu, dan buku tulis. (*)



