BONTANG – Program kesetaraan SMP yakni Paket B dan program kesetaraan tingkat SMA yakni Paket C siap untuk mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Ratusan pesertanya akan menumpang di SMP dan SMK yang sudah memiliki sarana dan prasarana (sarpras) lengkap.
Kabid PAUD dan Kebudayaan (PDK) Dinas Pendidikan (Disdik) Bontang, Yuti Nurhayati mengatakan memang ada sebagian peserta yang masih menggunakan ujian manual. Hal tersebut dikarenakan terbatasnya peserta untuk keluar dari wilayahnya. Peserta yang dia maksud yakni peserta yang berasal dari Lapas. “Ada seratusan peserta dari Lapas Kelas III Bontang yang tergabung dalam Paket A, Paket B dan Paket C,” jelas Yuti saat ditemui belum lama ini.
Kata dia, peserta dari Lapas tidak mungkin keluar Lapas sehingga untuk ujiannya pihaknya meminta pengecualian dengan menggunakan kertas. Terkait hal itu juga pihaknya sudah berkoordinasi dengan Disdik Provinsi Kaltim agar ada pengecualian. “Di luar Lapas, semuanya menggunakan UNBK,” ujarnya.
Terkait pelaksanaan UNBK Paket ini juga, Yuti mengaku sudah berkoordinasi dengan sekolah yang akan digunakan dan juga provinsi Kaltim. Persiapannya sudah seratus persen, hanya tinggal menunggu pelaksanaan saja. Adapun try out akan dilakukan di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) masing-masing.
Untuk jumlah pesertanya, dirincikan Yuti, peserta Program Paket B sebanyak 170 peserta dan 275 peserta untuk Program Paket C. Masing-masing peserta terdiri dari 14 PKM dan SKB. Untuk Program Paket B, saat pelaksanaan UNBK akan menumpang di SMPN 1 Bontang, SMPN 8 Bontang dan SMPN 5 Bontang. Sementara Paket C saat pelaksanaannya akan menumpang di SMKN 1 Bontang, SMKN 2 Bontang, serta SMAN 3 Bontang. “Sejauh ini tidak ada kendala, mudah-mudahan saat pelaksanaan semua peserta hadir dan lulus serta berjalan lancar ujiannya,” pungkasnya.(mga)







