BONTANGPOST.ID, Bontang – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Bontang dihentikan sementara selama masa libur sekolah. Penghentian tersebut tidak hanya berdampak pada siswa penerima manfaat, tetapi juga menyasar kelompok prioritas lainnya, yakni ibu hamil (bumil), ibu menyusui (busui), dan balita.
Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bontang Utara 2, Muhammad Rezky, mengatakan kebijakan tersebut merupakan instruksi langsung dari pemerintah pusat yang berlaku secara nasional.
“Jadi bukan hanya dapur di wilayah Bontang saja, tetapi di seluruh Indonesia juga,” ujarnya saat ditemui, Senin (22/6/2026).
Menurut Rezky, penghentian sementara dilakukan karena pemerintah pusat tengah melakukan evaluasi menyeluruh sekaligus penyesuaian mekanisme operasional dapur MBG di berbagai daerah.
Akibat kebijakan tersebut, seluruh distribusi makanan kepada penerima manfaat dihentikan sementara, termasuk yang selama ini disalurkan melalui posyandu untuk bumil, busui, dan balita.
Pihak SPPG, lanjutnya, telah menyampaikan informasi penghentian layanan kepada para penerima manfaat melalui pesan berantai dan media sosial agar tidak terjadi kebingungan di lapangan.
Selain penghentian distribusi, seluruh biaya operasional dan anggaran dari pemerintah pusat juga untuk sementara tidak akan disalurkan ke masing-masing dapur MBG.
Rezky memperkirakan penghentian program berlangsung selama masa libur sekolah atau sekitar tiga minggu hingga mendekati akhir Juli. Namun demikian, pihaknya masih menunggu arahan lebih lanjut dari pemerintah pusat terkait waktu pasti dimulainya kembali program tersebut.
“Prediksinya tiga minggu selama libur anak sekolah sampai menjelang akhir Juli. Namun, kami tetap menunggu instruksi lebih lanjut dari pusat,” pungkasnya. (*)







