• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Advertorial

Pupuk Kaltim Beri Pelatihan Pembuatan Sampah Organik untuk Warga Malahing  

by BontangPost
12 Juli 2018, 23:01
in Advertorial
Reading Time: 2 mins read
0
ABADIKAN MOMEN: Berfoto bersama warga Malahing usai menjelaskan materi terkait cara pembuatan pupuk organik padat dan cair.(FAUZI/HUMAS PUPUK KALTIM)

ABADIKAN MOMEN: Berfoto bersama warga Malahing usai menjelaskan materi terkait cara pembuatan pupuk organik padat dan cair.(FAUZI/HUMAS PUPUK KALTIM)

Share on FacebookShare on Twitter

BONTANG – Bermukim di tengah laut membuat warga Malahing, Kelurahan Tanjung Laut Indah terbatas memiliki media tanah subur. Hal itulah yang mendasari PT Pupuk Kaltim mengadakan sosialisasi dan pelatihan pembuatan kompos sampah organik kerja sama dengan Kelompok Mekar Sari Guntung, Kamis (12/7).

Pic Program Better Living in Malahing, Irma Safni mengatakan bersama Departemen Corporate Social Responsibility (CSR) Bidang Lingkungan, sekira 30 warga Kampug Malahing dibekali cara pembuatan pupuk organik skala rumah tangga.

Dengan tujuan agar warga Malahing dapat lebih mandiri mengolah kompos, supaya tidak lagi di bawa ke darat. Bahkan, tak menutup kemungkinan olahan pupuk organik tersebut dapat mendongkrak ekonomi warga.

“Sebegitu pentingnya pelatihan ini sehingga kami membentuk tim khusus untuk membantu membenahi Bapak dan Ibu. Bagaimana ke depannya, Bapak dan Ibu dapat bekerja sama mengolah lingkungan yang bersih dan menghasilkan pupuk organik bernilai jual tinggi,” harap dia.

Baca Juga:  Dorong Semangat Kolaboratif, FSPPI Siap Dukung Strategi Pengembangan Pupuk Indonesia Grup

Sementara itu, Ketua Kelompok Usaha Bersama (Kube) Mekar Sari Rahmawati membagi pengalaman terkait asal mula berdirinya Kube Mekar Sari. Berawal dari menyandang predikat lingkungan terjorok se-Bontang pada medio 2010 lalu, mulailah sebagian warga Guntung sadar untuk memilah sampah.

Tak dapat dipungkiri, keberhasilan Kube Mekar Sari mengelola sampah menjadi kompos merupakan hasil dukungan Pupuk Kaltim. Serta berhasil mengantarkan dirinya beserta tim meraih juara satu tingkat nasional pada Lomba Kube, 2016 lalu. Bagi dia, sampah bukan lagi bahan yang jorok. Melainkan hal berharga bernilai jual.

“Saya yakin warga Malahing sudah memiliki dasar untuk memilah sampah rumah tangga. Mengolah sampah menjadi kompos cair. Ini dapat menjadi salah satu solusi agar dapat menanam sayur mayur dan menghemat jatah uang belanja,” ucap Rahmawati.

Baca Juga:  Tingkatkan Inovasi Berbasis Lingkungan, PKT Raih The Best Indonesia Green Awards 2022

Pada kesempatan itu, ia mempraktikkan proses pembuatan pupuk organik dengan menggunakan beberapa bahan. Diantaranya, air, gula merah, air kelapa, air cucian beras (leri), limbah sayuran atau nasi sisa, ragi, dan terasi.

Dengan mencampurkan sayuran yang telah dicacah, seluruh bahan baku utama dan mengaduknya hingga rata. “Semua bahan itu dimasukkan ke dalam ember berisi air. Lalu tutup rapat selama 3 hari. Kemudian kompos cair dapat digunakan setelah 14 hari kemudian,” urai dia.

Tak hanya diajarkan cara mengolah pupuk organik cair, Hamzah selaku Pendamping Kube Mekar Sari mendapat kesempatan berbagi ilmu mengolah pupuk organik padat. Menggunakan metode takakura, memanfaatkan keranjang takakura atau media lainnya, sekam (kulit padi) atau tahi gergaji yang berguna untuk menyerap bau sampah.

Baca Juga:  KPC Raih Penghargaan Subroto 

“Kita taruh dekomposter (biang) ke dalam kerangjang, lalu tinggal di isi ulang setiap kali ada sampah rumah tangga sisa sayur, nasi, ikan, dan lainnya. Aduk rata dan tutup kembali keranjang. Lakukan terus hingga penuh, endapan kompos selama 2 minggu sampai 3 bulan siap digunakan,” papar Hamzah sembari mempraktikkan cara membuatnya.

Menggunakan pupuk organik cair maupun padat, fungsinya sama-sama berguna untuk kesuburan tanaman. Melalui pelatihan ini, diharapkan warga tak lagi membeli kompos ke darat, namun mengolahnya sendiri untuk penghijauan di lingkungan Kampung Malahing. (ra/adv)

Tags: advertorialpelatihanpupuk kaltim
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Pengumuman Seleksi Paskibraka Sesuai Mekanisme 

Next Post

Wujud Kepedulian, Kejari Bontang Bantu Korban Kebakaran

Related Posts

PKT BERSERI Tumbuhkan Potensi Desa dan Kemandirian Petani Bulutana
Pupuk Kaltim

PKT BERSERI Tumbuhkan Potensi Desa dan Kemandirian Petani Bulutana

29 Oktober 2026, 14:36
Jangkau 2.340 Warga Bulutana, Pupuk Indonesia Grup Gelar AKSI 2026
Pupuk Kaltim

Jangkau 2.340 Warga Bulutana, Pupuk Indonesia Grup Gelar AKSI 2026

22 Oktober 2026, 19:16
Perkuat Daya Saing Manufaktur Nasional, Pupuk Kaltim Raih Primaniyarta 2026
Pupuk Kaltim

Perkuat Daya Saing Manufaktur Nasional, Pupuk Kaltim Raih Primaniyarta 2026

17 Oktober 2026, 12:04
Dukung Dekarbonisasi, PLTS Atap Pupuk Kaltim Raih ASEAN Energy Awards 2026
Pupuk Kaltim

Dukung Dekarbonisasi, PLTS Atap Pupuk Kaltim Raih ASEAN Energy Awards 2026

17 Oktober 2026, 11:48
Perputaran Ekonomi Selama Pupuk Kaltim Cup Tembus Rp772,9 Juta
Pupuk Kaltim

Perputaran Ekonomi Selama Pupuk Kaltim Cup Tembus Rp772,9 Juta

15 Oktober 2026, 19:41
Antusiasme Tinggi, Pupuk Kaltim Upayakan PKT Cup Jadi Agenda Tahunan
Pupuk Kaltim

Antusiasme Tinggi, Pupuk Kaltim Upayakan PKT Cup Jadi Agenda Tahunan

13 Oktober 2026, 07:03

Terpopuler

  • Wanita di Loktuan Bontang Diringkus Polisi, Sabu Ditemukan di Pinggir Jalan

    Wanita di Loktuan Bontang Diringkus Polisi, Sabu Ditemukan di Pinggir Jalan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemadaman Listrik Ganggu Usaha Kuliner Bontang, Mesin Kopi Rusak hingga Pesanan Batal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Disdikbud Bontang Beri Opsi PJJ, Sekolah Diminta Sesuaikan Kondisi Kabut Asap

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.