BONTANG – Komitmen PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) di bidang lingkungan kembali dibuktikan melalui penyerahan sarana dan prasarana alat pemilah sampah. Yang dilakukan di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bessai Berinta Bontang Kuala, Jalan Pier Tendean, Senin (2/9/2019).
Penyerahan bantuan tersebut merupakan lanjutan dari kegiatan dua tahun silam dalam komitmennya melakukan sinergi dengan Pemkot Bontang, dalam bentuk pemberdayaan masyarakat, melibatkan Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) sebagai pengelola dan pemilah sampah di Bontang.
Direktur Produksi Pupuk Kaltim, Bagya Sugihartana dalam sambutannya mengatakan dalam rangka memperingati Bulan Lingkungan Hidup, Pupuk Kaltim mengadakan serangkaian kegiatan bertemakan beat air pollution. Beberapa kegiatan telah terlaksana, sedang berlangsung, dan akan berlangsung.
Adapun kegiatanya meliputi lintas alam, lomba photograpy, hingga sosialisasi dan peresmian TPST Bessai Berinta. Instansi pemerintah daerah bekerja sama dengan industri dan seluruh lapisan masyarakat memegang peran yang sama pentingnya dalam menjaga kebersihan lingkungan hidup. Termasuk memerangi polusi udara yang disebabkan oleh aktifitas manusia.
“Sampah merupakan satu di antara sekian banyak dampak dari aktivitas manusia yang berpotensi mengurangi kualitas udara bersih. Di mana menjadi sumber penyebaran virus dan penyakit. Hingga saat ini, sampah telah menjadi permasalahan tingkat kota bahkan nasional,” terangnya.
Sehingga pengelolaannya perlu dilakukan secara komprehensif dan terpadu agar memberikan manfaat secara ekonomi, kesehatan masyarakat aman bagi lingkungan, dan terpenting dapat mendukung terbentuknya perilaku masyarakat yang berwawasan lingkungan, bersih, dan sehat.
Pupuk Kaltim sangat mendukung upaya pemerintah kota dalam pengelolaan sampah, salah satunya dengan mendirikan TPST Bessai Berinta. Penting bagi Pupuk Kaltim memberikan dukungan dalam bentuk bantuan unit alat pemilahan sampah atau belt conveyor dan unit pencacahan sampah senilai Rp 411 juta, termasuk manajemen pengelolaan administrasi yang menjadi mitra binaan.
Melalui kegiatan ini, Pupuk Kaltim selaku pihak industri berharap, agar kegiatan pengelolaan sampah terpadu ini dapat terus berkembang dan bersinergi dengan berbagai lingkungan kemasyarakatan dan industri.
“Terima kasih untuk pemerintah kota, DLH Bontang, Bapelitbang, serta Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman, dan Pertanahan Bontang atas terselenggaranya kegiatan program kegiatan pengelolaan sampah terpadu masyarakat ini,” ucap Bagya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bontang, Agus Amir mendukung upaya Pupuk Kaltim dalam melanjutkan konsistensinya untuk mengolah sampah. Bahwa penanganan sampah dibutuhkan konsistensi.
Di bawah kepemimpinan Neni Moerniaeni, atas dukungannya kepada DLH untuk melakukan ekspansi melakukan kerja sama dengan seluruh perusahaan yang ada di Kota Bontang, khususnya Pupuk Kaltim.
“Alhamdulillah, pihak Pupuk Kaltim konsisten dalam memberikan partisipasinya khususnya di bidang lingkungan terkait pengolahan sampah. Melalui teknologi sederhana tetapi sangat bermanfaat yaitu conveyor,” tutur Agus.
Fungsi conveyor sendiri memberikan kesempatan kepada pemilah, untuk memilah antara sampah organik dan anorganik. Melalui bantuan tersebut, DLH dapat mengembangkan aspek sosialnya, yakni memberdayakan para pemulung sebanyak 15 orang.
Ia berharap, Pupuk Kaltim dapat kembali berpatisipasi melalui pengadaan alat pencacah butir plastik. Agar pot-pot bunga yang ada di Kota Bontang dapat tercetak dari plastik bekas. Juga nantinya dapat di kirim ke beberapa daerah di luar Bontang. “Terima kasih atas pastisipasi Pupuk Kaltim dalam memberikan dukungan melalui penyediaan sarana dan prasarana converyon,” kata dia.
Dukungan pun datang dari Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni yang turut hadir menerima sarana prasarana dari Pupuk Kaltim. Sesuai Kebijakan Stategi Nasional (Jastranas) tahun 2017 nomor 97 tentang pengolahan sampah rumah tangga, sampah sejenis, sampah rumah tangga ekonomi menengah atas lebih banyak dari pada ekonomi ke bawah.
Di Kota Bontang dengan adanya KSM di beberapa kelurahan menjadi salah satu upaya pengurangan sampah hingga ke tempat pembuangan akhir (TPA). “Semoga bantuan ini dapat meningkatkan derajat ekonomi masyarakat serta meningkatkan kelestarian lingkungan di Kota Bontang,” tutup Neni. (Rera Annorista/adv)







