bontangpost.id – Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) Bontang beserta sejumlah pimpinan perusahaan menggelar rapat di Hotel The Luxury, Bandung.
Rapat yang digelar digelar pada 1-3 Februari 2023 itu membahas berbagai hal. Seperti penanganan banjir, pariwisata, juga CSR perusahaan.
Dikatakan Wali Kota Bontang Basri Rase, semua pihak perlu berkolaborasi untuk memajukan Bontang. Termasuk juga perusahaan. Untuk merevitalisasi merevitalisasi sektor ekonomi dan pelayanan dasar.
“Tidak bisa kerja sendiri,” kata Basri saat membuka rakor.
Sementara, Wakil Wali Kota Bontang Najirah menyebut bahwa hal yang tak kalah penting menjadi perhatian bersama adalah penurunan angka stunting. Seluruh perusahaan yang ada harus membantu pemerintah daerah, tidak hanya itu, setiap pejabat diminta menjadi bapak asuh bagi anak-anak berisiko stunting.
Diketahui, angka stunting di Bontang sebesar 21 persen. Sedangkan target secara nasional adalah 14 persen.
Najirah mengatakan, potensi resiko stunting di Bontang mencapai 56 persen. Resiko stunting didominasi dari wilayah pesisir Bontang.
Angka resiko stunting ini cukup besar. Sehingga diharap perlu ada sinergitas antara Pemkot Bontang dengan perusahan untuk menurunkan stunting di Bontang. Terlebih ini juga merupakan bagian dari instruksi pemerintah pusat.
Untuk penanganan banjir, kata Basri, akan memaksimalkan fungsi Waduk Kanaan. Sehingga selain untuk mengatasi banjir, juga bisa menjadi sumber air baku untuk PDAM. “Bontang juga krisis air baku,” terangnya.
Sementara pariwisata, Pemkot Bontang berencana menggelar 77 event. Terbagi dalam Festival Budaya, Bontang Sport Tourism, Bontang MICE, Bontang Special Event, Bontang Bussiness Event, Bontang Ramadhan Festival, dan Bontang Festival Bahari.
“Event itu akan digarap mulai dari lokal sampai nasional,” kata Sekretaris Kota Bontang Aji Erlinawaty.
77 event tersebut merupakan bagian dari upaya untuk menghadapi pascamigas. Pemkot yakin bahwa pariwisata dapat menjadi tumpuan perekonomian. (*)






