Ustaz Raden Safari Dakwah Muharram ke Kota Taman
Bontang menjadi salah satu kabupaten dan kota di Kaltim yang Ustaz Raden Ahmad Affandi kunjungi dalam safari dakwahnya di Kalimantan Timur.
Kedatangan Ustaz Raden Ahmad Affandi ke Kota Taman membawa keberkahan tersendiri bagi sebagian masyarakat Bontang. Dai nasional kelahiran Palembang itu menjadikan Bontang sebagai salah satu tujuan terakhir dalam melakukan safari dakwah Muharram selama di Kaltim setelah Muara Jawa, Sanga-sanga, dan Samarinda. Saat di Bontang dan Samarinda, pengisi tetap acara “Obral Hidayah” dan “Cafe Tausiyah” di MNCTV itu juga sempat melakukan tour dakwahnya bersama grup musik Debu.
Di Bontang sejak Minggu (1/10) lalu hingga Jumat (6/10) kemarin, dai jebolan TPI tahun 2006 itu berceramah ke beberapa masjid, musala, dan majelis taklim yang ada di Bontang. Ustaz Raden juga terjadwal live ceramah agama di salah satu stasiun televisi lokal di Bontang.
“Bontang kota yang luar biasa bagi saya. Hegemoni kemajemukannya sangat beragam sehingga harus dipelihara utamanya oleh para tokoh-tokoh agama. Komunikasi sosialnya harus terus dijalin agar keretakan umat Islam bisa dibendung,” pesan dai yang juga produser tayangan religi “Sufi Kakilima” tersebut.
Dalam berdakwah, sosok Ustaz Raden dikenal sebagai dai yang mengedepankan nilai-nilai filosofi dalam berdakwah, tidak menjustifikasi kelompok dan pemahaman apapun, serta bahasanya ringan lugas dan mudah dimengerti. Penulis buku Wukuf di Padang Cinta itu dalam berdakwah juga dikenal sebagai pribadi yang merangkul semua kalangan. Mulai dari jemaah masjid hingga anak-anak jalanan.
“Intinya, tujuannya agar umat Islam ini bisa bersatu dan tidak terkotak-kotakan. Indonesia ini kaya akan keberagaman budaya. Sehingga Islam harus hadir untuk menjadi pemersatu,” kata pria yang juga sebagai trainer dan motivator itu.
Ustaz yang juga aktif berdakwah lewat media sosial (medsos) ini berharap, dengan safari dakwah yang dia lakukan ini, bisa mempererat silaturahmi antar sesama muslim di Bontang, bisa mempersatukan umat Islam, serta umat Islam khususnya di Bontang bisa melaksanakan ajaran Islam secara aplikatif, tidak hanya teori semata. (bbg)







