• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Feature

Kondisi Ekonomi Lumpuh, Jadi Ojek Online untuk Bertahan Hidup

by BontangPost
4 Desember 2018, 17:00
in Feature
Reading Time: 3 mins read
0
BERUPAYA BANGKIT: Anwar Zen (kanan) tengah menyiapkan makanan laut bagi pengunjung rumah makan. Gempa membuat kunjungan pariwisata di Lombok, termasuk rumah makan tempatnya bekerja mengalami penurunan.(LUKMAN/BONTANG POST)

BERUPAYA BANGKIT: Anwar Zen (kanan) tengah menyiapkan makanan laut bagi pengunjung rumah makan. Gempa membuat kunjungan pariwisata di Lombok, termasuk rumah makan tempatnya bekerja mengalami penurunan.(LUKMAN/BONTANG POST)

Share on FacebookShare on Twitter

Gempa bumi yang meluluhlantakkan Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) bukan hanya meruntuhkan bangunan dan mencabut nyawa para korbannya. Melainkan, turut mengubur impian mereka yang bertahan dan melanjutkan hidup setelah bencana mereda.

LUKMAN MAULANA, Bontang

Manusia berusaha, Tuhan berkehendak. Tampaknya tepat menggambarkan suratan takdir yang dialami Haris Kadafi, pemuda 25 tahun asal Mataram. Cita-citanya berbisnis jual beli ayam mesti ditundanya tatkala gempa turut menerjang ibu kota NTB tersebut.

“Sebelum gempa, saya menabung. Mengumpulkan uang untuk modal berbisnis jual beli ayam. Ketika uangnya hampir terkumpul, musibah gempa datang,” kenang Haris saat media ini berkunjung ke Mataram, Kamis (29/11) pekan lalu.

Alhasil, uang yang rencananya digunakan untuk membuka usaha penjualan ayam itu pun beralih fungsi. Lantaran setelah gempa, kondisi ekonomi masyarakat Lombok termasuk Mataram mengalami kelumpuhan. Oleh Haris, modal usaha itu terpaksa digunakan untuk kebutuhan hidup sehari-hari. “Mau bagaimana lagi, ekonomi benar-benar lumpuh,” sebutnya.

Hari demi hari uangnya pun semakin menipis. Sementara Haris belum memiliki pekerjaan. Tak punya pilihan, dia lantas bergabung menjadi mitra salah satu penyedia jasa ojek online. “Daripada menganggur di rumah. Ya lumayan lah buat pemasukan sehari-hari,” ujarnya.

Baca Juga:  Totalitas Dalam Berolahraga, Jadi Pelatih Hoki Putri Kaltim

Haris mengaku masih trauma dengan gempa yang melanda Lombok. Walaupun rumahnya hanya mengalami keretakan, namun memori akan getaran yang begitu dahsyat masih kerap membuat bulu kuduknya berdiri. Apalagi bila teringat rumah-rumah yang runtuh di kawasan Gunung Sari, Lombok Barat. “Di sana yang parah. Sekarang saja saya merinding membicarakannya,” tutur Haris.

Bukan hanya Haris, Azhari (35) warga Mataram lainnya turut menjadi ojek online lantaran dampak gempa Agustus silam. Pasalnya, usaha kerajinan tempatnya bekerja di Lombok Utara hancur lebur diruntuhkan gempa. Tak punya pilihan lain, Azhari pindah ke Mataram dan menjadi ojek online.

“Rumah bos saya hancur berikut barang-barang kerajinannya. Akhirnya saya jadi ojek online. Hasilnya lumayan untuk hidup,” terang pria yang mengaku baru sebulan bergabung dengan salah satu layanan ojek online tersebut.

Ditanya tentang keberadaan ojek online, Azhari menyebut sudah ada di Lombok sekira setahun yang lalu. Tak seperti di kota-kota besar lainnya di Indonesia, tak ada konflik berarti antara ojek online dengan ojek konvensional. Lantaran kedua jenis pengemudi ojek ini saling menghormati satu sama lain dan tidak merebut ladang rezeki masing-masing.

“Asalkan kami tidak mengambil penumpang ojek konvensional, tidak nongkrong di pangkalan mereka untuk mencari penumpang,” ungkap Azhari.

Baca Juga:  Anggi V Goenadi, Bekali ABK Skill Wirausaha, Raih Penghargaan Nasional

PARIWISATA TERPURUK, RUMAH MAKAN SEPI

Kelumpuhan ekonomi turut berdampak pada sektor pariwisata yang menjadi andalan Lombok yang kaya akan pantainya. Jumlah wisatawan yang datang mengunjungi pantai-pantai di Lombok, salah satunya Pantai Senggigi, disebut mengalami penurunan drastis. Bila dibandingkan sebelum gempa melanda kawasan ini.

Hal ini diungkapkan Anwar Zen (45), salah seorang pekerja salah satu rumah makan di Pantai Senggigi. Sebelum gempa, pengunjung rumah makan bisa mencapai puluhan pengunjung dalam sehari. Kini setelah gempa terjadi, jumlahnya hanya segelintir saja. Bahkan sering dalam sehari tidak ada satu pun yang mampir untuk menyantap masakan laut yang disajikan rumah makan tersebut.

“Padahal dahulu banyak rombongan pariwisata yang datang dan memesan tempat di rumah makan kami,” kata dia.

Pemasukan turun drastis. Sampai-sampai pihaknya mengurangi jumlah pegawai. Dari yang sebelumnya 16 orang, sekarang jadi enam orang saja. “Para pekerja lainnya saat ini dibebaskan untuk mencari pekerjaan lain selama kondisi sepi,” tambah Anwar yang juga berprofesi sebagai pemandu wisata ini.

Dia mengisahkan, banyak spot wisata di Senggigi yang rusak akibat gempa. Bahkan terdapat vila di kawasan perbukitan yang longsor dan memakan korban jiwa. “Saya sempat menjadi relawan untuk korban gempa di sana. Banyak jalanan retak,” sebut pria yang pernah bekerja di Bontang dan Sangatta ini.

Baca Juga:  Trully Tisna, Pegiat Kelas Inspirasi yang Suka Dunia Remaja

Karenanya, banyak upaya dilakukan demi menggairahkan kembali pariwisata tersebut. Salah satunya dengan kampanye yang mengabarkan bahwa Lombok telah pulih dari keterpurukan pascagempa.

“Mobil kami dipinjam relawan untuk mengampanyekan hal ini. Inti kampanyenya mengabarkan kepada masyarakat Lombok maupun kepada masyarakat luar Lombok bahwa pariwisata kami aman dan dapat dikunjungi kembali,” beber Anwar. “Harapannya pariwisata kembali pulih, karena ini potensi besar untuk Lombok,” imbuhnya.

Dari pantauan media ini ke beberapa pantai di Lombok pada senja hari, memang terlihat sepi pengunjung. Kalaupun ada pengunjung, jumlahnya dapat dihitung dengan jari. Namun begitu beberapa turis dari mancanegara sudah terlihat berjalan di kawasan-kawasan wisata pantai tersebut. Seperti di kawasan Senggigi, Selong Belanak, dan Kuta Mandalika.

Aktivitas masyarakat Lombok sendiri telah berjalan dengan normal. Baik aktivitas ekonomi, pemerintahan, pertanian, maupun kebudayaan. Dalam perjalanan menuju Senggigi misalnya, media ini sempat berpapasan dengan rombongan Nyongkolan, kegiatan adat berupa arak-arakan yang menyertai rangkaian acara dalam prosesi perkawinan pada Suku Sasak. (***)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: kisah inspiratif
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Lokasi Tambang PT ABN Bakal Ditutup 

Next Post

Berprestasi di Tengah Keterbatasan

Related Posts

Kisah Hainun dan Gaharu “Ajaib” dari Bontang; Dulu Hanya Ilalang, Kini Jadi Produk Ekspor
Feature

Kisah Hainun dan Gaharu “Ajaib” dari Bontang; Dulu Hanya Ilalang, Kini Jadi Produk Ekspor

13 Juli 2025, 12:07
Kisah Inspiratif Kakek Penjual Sapu Lidi: Selama Kuat, Bekerjalah
Ragam

Kisah Inspiratif Kakek Penjual Sapu Lidi: Selama Kuat, Bekerjalah

18 Desember 2020, 09:19
Di Palu, Kebaikan Menular dari Secangkir Kopi Gratis
Feature

Di Palu, Kebaikan Menular dari Secangkir Kopi Gratis

11 Januari 2019, 15:40
Cerita Seru Carol Pio, Peserta Pertukaran Pelajar Asal Bontang (1)
Feature

Cerita Seru Carol Pio, Peserta Pertukaran Pelajar Asal Bontang (1)

30 November 2018, 17:00
Ubah Kampung Kumuh Jadi Kampung Berprestasi Lewat Kompos
Feature

Ubah Kampung Kumuh Jadi Kampung Berprestasi Lewat Kompos

24 November 2018, 17:00
Keliling Gunakan Ontel, Tularkan Kecintaan pada Buku 
Feature

Keliling Gunakan Ontel, Tularkan Kecintaan pada Buku 

22 November 2018, 15:00

Terpopuler

  • PUPR Bontang Buka-bukaan soal Anggaran Rp10,9 Miliar di HOP 1, Bukan Sekadar Mini Soccer

    PUPR Bontang Buka-bukaan soal Anggaran Rp10,9 Miliar di HOP 1, Bukan Sekadar Mini Soccer

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Warga Santan Ulu Temukan Tengkorak Manusia di Kebun Sawit

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Enam Ruas Jalan Kewenangan Pemprov Kaltim di Bontang Tahun 2026 Hanya Ditambal Sulam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pekerja Sawit Hanyut di Sungai Santan Ulu Marangkayu, Pencarian Masih Berlangsung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hilang Terseret Arus, Pekerja Sawit di Santan Ulu Ditemukan Tak Bernyawa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
No Result
View All Result

Komentar Terbaru

    Arsip

    • Januari 2026
    • Desember 2025
    • November 2025
    • Oktober 2025
    • September 2025
    • Agustus 2025
    • Juli 2025
    • Juni 2025
    • Mei 2025
    • April 2025
    • Maret 2025
    • Februari 2025
    • Januari 2025
    • Desember 2024
    • November 2024
    • Oktober 2024
    • September 2024
    • Agustus 2024
    • Juli 2024
    • Juni 2024
    • Mei 2024
    • April 2024
    • Maret 2024
    • Februari 2024
    • Januari 2024
    • Desember 2023
    • November 2023
    • Oktober 2023
    • September 2023
    • Agustus 2023
    • Juli 2023
    • Juni 2023
    • Mei 2023
    • April 2023
    • Maret 2023
    • Februari 2023
    • Januari 2023
    • Desember 2022
    • November 2022
    • Oktober 2022
    • September 2022
    • Agustus 2022
    • Juli 2022
    • Juni 2022
    • Mei 2022
    • April 2022
    • Maret 2022
    • Februari 2022
    • Januari 2022
    • Desember 2021
    • November 2021
    • Oktober 2021
    • September 2021
    • Agustus 2021
    • Juli 2021
    • Juni 2021
    • Mei 2021
    • April 2021
    • Maret 2021
    • Februari 2021
    • Januari 2021
    • Desember 2020
    • November 2020
    • Oktober 2020
    • September 2020
    • Agustus 2020
    • Juli 2020
    • Juni 2020
    • Mei 2020
    • April 2020
    • Maret 2020
    • Februari 2020
    • Januari 2020
    • Desember 2019
    • November 2019
    • Oktober 2019
    • September 2019
    • Agustus 2019
    • Juli 2019
    • Juni 2019
    • Mei 2019
    • April 2019
    • Maret 2019
    • Februari 2019
    • Januari 2019
    • Desember 2018
    • November 2018
    • Oktober 2018
    • September 2018
    • Agustus 2018
    • Juli 2018
    • Juni 2018
    • Mei 2018
    • April 2018
    • Maret 2018
    • Februari 2018
    • Januari 2018
    • Desember 2017
    • November 2017
    • Oktober 2017
    • September 2017
    • Agustus 2017
    • Juli 2017
    • Juni 2017
    • Mei 2017
    • April 2017
    • Maret 2017
    • Februari 2017
    • Januari 2017
    • Desember 2016

    Kategori

    • Advertorial
    • Bontang
    • Breaking News
    • Catatan
    • Celoteh Edwin
    • Cerpen
    • Dahlan Iskan
    • Dispopar
    • DPRD Bontang
    • ekonomi
    • Entertainment
    • Feature
    • Hikmah
    • Hoaks atau Tidak?
    • Infografis
    • Internasional
    • Kaltim
    • Kesehatan
    • Kolom Redaksi
    • Kriminal
    • Kriminal
    • Kuliner
    • Lensa
    • Lifestyle
    • Lingkungan
    • Loker Bontang
    • Nasional
    • Olahraga
    • Opini
    • Pemkot Bontang
    • Pendidikan
    • Pilihan Editor
    • Politik
    • Polling
    • PON 2021 Papua
    • Pupuk Kaltim
    • Ragam
    • Society

    Meta

    • Masuk
    • Feed entri
    • Feed komentar
    • WordPress.org
    • Indeks Berita
    • Redaksi
    • Mitra
    • Disclaimer
    • Kebijakan Privasi
    • Pedoman Media Siber
    • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
    • Kontak

    © 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

    No Result
    View All Result
    • Home
    • Bontang
    • Kaltim
    • Nasional
    • Advertorial
      • Advertorial
      • Pemkot Bontang
      • DPRD Bontang
    • Ragam
      • Infografis
      • Internasional
      • Olahraga
      • Feature
      • Resep
      • Lensa
    • LIVE

    © 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.