• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Nasional

Ranitidin Ditarik BPOM, 3 Obat Ini Bisa Jadi Penggantinya

by M Zulfikar Akbar
14 Oktober 2019, 14:26
in Nasional
Reading Time: 2 mins read
0
Kepala BPOM Penny K. Lukito (Dery Ridwansah/JawaPos.com)

Kepala BPOM Penny K. Lukito (Dery Ridwansah/JawaPos.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Masyarakat diminta tidak cemas atau panik merespons penarikan obat Ranitidin dari pasaran oleh Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) karena diduga tercemar karsinogenik pemicu kanker. Masih banyak obat-obatan lain yang bisa dipakai sebagai alternatif untuk mengobati tukak lambung dan tukak usus.

Ahli Penyakit Dalam dari Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia dr. Prasetyo Widhi Buwono menjelaskan Ranitidin, selama ini berperan untuk menghambat produksi asam lambung, tukak lambung dan tukak usus. Sedangkan obat lainnya bisa dikonsumsi oleh pasien dengan efektivitas yang sama.

“Obat-obatan Antasida, lalu ada Omeprazole dan Lanzoprazol. Obat itu mengobati tukak lambung dan tukak usus,” jelas Prasetyo, Jumat (11/10).

Baca Juga:  Lawan Virus Corona, BPOM Teliti Obat Herbal

Dia menjelaskan, sebetulnya tak hanya obat-obatan saja yang bisa mengobati asam lambung. Masyarakat juga didorong untuk disiplin mengubah gaya hidup.

“Gaya hidup juga penting ya. Hindari makanan yang asam dan pedas. Makan tepat waktu, tidur cukup dan hindari stres karena rasa cemas bisa meningkatkan asam lambung,” ujarnya.

Omeprazole adalah obat untuk mengatasi gangguan lambung. Obat ini dapat mengurangi produksi asam di dalam lambung dan bermanfaat untuk meringankan gejala sakit maag.

Antasida (antacid) adalah obat yang digunakan untuk menetralkan kadar asam di dalam lambung dan gejala sakit maag seperti nyeri ulu hati, sering bersendawa, dan perut kembung. Sedangkan Lanzoprazole adalah kelompok obat proton pump inhibitor. Obat ini digunakan untuk mengatasi gangguan pada sistem pencernaan akibat produksi asam lambung yang berlebihan.

Baca Juga:  BPOM Ungkap Pembuatan Kosmetik Ilegal Beromzet Miliaran

Kepala BPOM Penny K. Lukito menjelaskan penarikan obat Ranitidin merupakan bagian dari jaminan kepada masyarakat untuk mendapatkan konsumsi obat yang aman dan bermutu.

“Terdapat kandungan cemaran NDMA. Ini bentuk jejaring otoritas obat internasional. Kami ambil langkah pengamanan dan aspek kehati-hatian. Kami respons cepat agar masyarakat juga jangan khawatir karena obat Ranitidin ada substitusinya,” kata Penny.

Penny menambahkan, efek jangka panjang lebih dari 70 hari dikhawatirkan akan menimbulkan risiko kanker berdasarkan hasil penelitian. Maka hingga 80 hari ke depan, BPOM memberikan batas waktu bagi industri farmasi untuk menarik semua Ranitidin di pasaran.

“Sampai 9 Oktober, ada indikasi bahwa banyak brand Ranitidin mengandung cemaran melebihi ambang batas,” ujarnya. (jpc)

Baca Juga:  BPOM: Susu Kental Manis Tak Mengandung Susu
Tags: bpomobat lambungranitidin
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Galang Dukungan Warganet, Nursalam Rencana Maju di Pilwali

Next Post

Waduh! Uang Rusak Dimakan Rayap, Pemilik Bingung

Related Posts

Lawan Virus Corona, BPOM Teliti Obat Herbal
Nasional

Lawan Virus Corona, BPOM Teliti Obat Herbal

15 Mei 2020, 16:00
Dua Sertifikat Dokter Kedaluwarsa
Bontang

Obat Ranitidin Ditarik Dari Peredaran, Diskes Belum Terima Surat BBPOM

8 Oktober 2019, 15:30
2.217 Situs Penjual Obat Keras Ditakedown
Nasional

2.217 Situs Penjual Obat Keras Ditakedown

21 Maret 2019, 16:30
BPOM Ungkap Pembuatan Kosmetik Ilegal Beromzet Miliaran
Kaltim

BPOM Ungkap Pembuatan Kosmetik Ilegal Beromzet Miliaran

8 Januari 2019, 17:35
BPOM: Susu Kental Manis Tak Mengandung Susu
Breaking News

BPOM: Susu Kental Manis Tak Mengandung Susu

3 Juli 2018, 19:54
Hiii!! Suplemen Viostin DS Ternyata Mengandung Babi
Nasional

Hiii!! Suplemen Viostin DS Ternyata Mengandung Babi

1 Februari 2018, 07:00

Terpopuler

  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Pastikan Isu Jasad Bayi Ditukar Bantal di Bontang Rekayasa, Perempuan Akui Tak Hamil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Akses Jalan Gotong Royong Ditutup, Warga Klaim Belum Terima Ganti Rugi Lahan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.