RAPAT dengar pendapat terkait permasalahan jaringan gas (jargas) sempat diwarnai ketengangan. Penyebabnya, Ketua Komisi I Agus Haris tidak bisa menerima pernyataan yang keluar dari KSO Nourel PT Sucofindo, pemenang lelang pemasangan jargas di tahun 2018.
Ketua Komisi I Agus Haris merasa tersinggung ketika Manajer HRD perusahaan tersebut menyebut tenaga lokal kurang bisa diandalkan. Dengan geram, politisi Partai Gerindra ini meminta untuk mencabut pernyataan tersebut.
“Saya dari tadi diam, karena yang saya tunggu ialah PT Torindo tetapi mereka tidak datang. Tetapi karena ada pernyataan sehubungan tenaga kerja lokal saya minta manajer HRD KSO Nourel PT Sucofindo untuk mencabutnya sekarang juga,” tegas Agus Haris.
Namun kedua belah pihak tetap mengeluarkan pendapatnya sehingga alur rapat pun langsung didominasi keduanya. Bahkan tercatat Agus Haris mengulangi permintaannya hingga tiga kali sebelum akhirnya Manajer HRD KSO Nourel PT Sucofindo Budi Ashari mencabut perkataannya.
Situasi pun kembali mereda. Pemimpin rapat kembali mempersilakan kepada peserta rapat lainnya untuk mengeluarkan pendapat.
Usai rapat, Budi memaparkan sempat terjadi permasalahan di awal pengerjaan. Pasalnya tenaga kerja lokal yang dipekerjakan di Kelurahan Belimbing, Loktuan, dan Guntung tidak mampu memenuhi target per harinya. Dijelaskan Budi tiap hari sebanyak 30 sampai 50 sambungan rumah harus telah terpasang oleh satu tim.
“Masalah kami di awal ialah, tenaga kerja lokal ternyata belum mengetahui tentang mekanisme pemasangan. Ini yang membuat target tidak tercapai,” kata Budi.
Menyiasati itu, perusahaan memutuskan untuk memanggil tenaga dari luar daerah sebanyak 20 orang. Tujuannya untuk memberikan pengetahuan bagi tenaga kerja lokal. Bahkan sempat pemerintah pusat meminta untuk menambah jumlah tenaga luar untuk mempercepat pengerjaan.
“Mereka (pemerintah pusat, Red.) ingin menambah tenaga dari luar Bontang menjadi 40 orang. Namun saya tolak karena saya percaya kemampuan tenaga lokal walaupun membutuhkan waktu,” paparnya.
Namun saat ini tenaga kerja lokal sudah menguasai mekanisme pemasangan jargas setelah mendapat pembinaan. Pencapaian di Loktuan misalnya, sudah melebihi progres yang ditetapkan. Bahkan beberapa hari lalu 60 sambungan rumah dapat terpasang dalam jangka waktu satu hari.
Budi berujar, pemasangan jargas tahun ini di Kelurahan Belimbing juga sempat terjadi kendala. Pasalnya kelurahan tersebut rata-rata ialah karyawan di salah satu perusahaan. Sehingga saat petugas hendak memasang kerap pemilik rumah tidak berada di tempat. “Oleh karena itu kami meminta hari Sabtu dan Minggu untuk melakukan pemasangan. Dua hari itu pasti pemilik rumah berada di tempat,” tuturnya.
Sebagai informasi, KSO Nourel PT Sucofindo mendapat jatah pemasangan 5.005 rumah. Instalasi pemasangan ditarget oleh pemerintah pusat hingga November nanti. Satu tahun berikutnya digunakan untuk perbaikan akibat kerusakan saat pemasangan jargas. (ak)






