SAMARINDA – Pemilihan Gubernur (Pilgub) Kaltim 2018 memang digelar tahun depan. Namun gaungnya sudah terdengar sejak 2017 ini. Nama-nama kandidat yang digadang-gadang bertarung sebagai calon gubernur (cagub) dan calon wakil gubernur (cawagub) pun bermunculan.
Apalagi beberapa partai politik (parpol) telah membuka penjaringan bakal cagub-cawagub untuk diusung.
Dalam menyambut momen penting ini, Metro Samarinda sejak awal tahun ini telah membuka polling Pilgub Kaltim 2018. Masyarakat Kaltim bisa turut berpartisipasi dengan memberikan suara kepada nama-nama yang ditampilkan dalam polling ini. Hingga akhir pekan kemarin, ratusan ribu suara telah berpartisipasi memberikan dukungan kepada masing-masing kandidat.
Ada sebanyak 224.741 suara yang telah terkumpul di redaksi Metro Samarinda. Jumlah ini terbagi dalam dua kelompok yaitu bursa bakal cagub dan bakal cawagub. Perolehan suara terbanyak ada di bursa bakal cagub, dengan nilainya mencapai 140.168 suara. Sementara di bursa bakal cawagub ada 84.573 suara.
Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Rita Widyasari masih menjadi pemegang suara terbanyak di bursa bakal cagub. Dengan total suara hingga akhir pekan kemarin mencapai 32.379 suara, menguasai 23,10 persen suara. Disusul di peringkat kedua Sekretaris Provinsi (Sekprov) Kaltim Rusmadi yang mengumpulkan 31.935 suara, serta Wali Kota Samarinda dengan 25.350 suara.
Sementara di bursa bakal cawagub, politisi PDI Perjuangan Awang Ferdian Hidayat berada di puncak dengan 16.184 suara. Ditempel ketat Mantan Wali Kota Bontang Sofyan Hasdam di peringkat kedua dengan 16.089 suara. Di posisi ketiga ada Wakil Wali Kota Samarinda Nusyirwan Ismail dengan 9.763 suara.
Polling Pilgub Kaltim 2018 yang diadakan Metro Samarinda ini dapat diikuti dan dilihat hasilnya di portal resmi Bontang Post dengan alamat bontangpost.id/pilkada-kaltim-2018. Setiap harinya perkembangan terbaru polling ini dapat dilihat di koran Metro Samarinda.
Meski polling dilakukan secara online, namun ada aturan main yang sudah ditetapkan. Di mana, pemberian dukungan menganut sistem one user-one voter. Di mana, tiap voter hanya diperbolehkan memilih satu kali di kolom pilihan cagub maupun cawagub. Ini dilakukan demi menjaga kualitas polling itu sendiri.
“Sistem polling kami merekam cookies dan IP Address tiap voter, jadi hanya bisa satu kali vote (memilih, Red.),” ujar pimpinan Metro Samarinda, Guntur Marchista Sunan. (luk)







