bontangpost.id – Laju investasi di Kota Bontang tahun ini melamban. Pada triwulan pertama saja yakni Januari hingga Maret 2023 realisasi investasi yang masuk ke Bontang Rp 248 miliar. Padahal, realisasi investasi pada triwulan I tahun lalu mencapai RP 475 miliar.
Hal itu turut dibenarkan Pejabat Fungsional Ahli Madya-Analis Kebijakan serta Koordinator Penanaman Modal Dinas Penananaman modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Bontang Karel. Bahkan, realisasi investasi di Bontang masuk daftar ketiga terendah se-Kalimantan Timur.
Sepanjang triwulan pertama, Bontang menggarap 250 proyek. Pun, realisasi investasi tersebut bersumber dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan Penanaman Modal Asing (PMA).
“Memang kondisinya seperti itu. Realisasi investasi di triwulan pertama rendah,” ucapnya.
Kata Karel, ada beberapa faktor penyebab penurunan realisasi investasi di Bontang tahun ini. Yakni wilayah lautan di Bontang lebih luas daripada daratan. Sehingga pengelolaan sumber daya alam di wilayah daratan pun terbatas.
“Kalau dibandingkan 10 kabupaten kota di Kaltim, Bontang wilayah daratannya terbatas. Sumber daya alamnya pun kecil dan sangat terbatas pengelolaannya. Beda dengan daerah lain,” sambungnya.
Menurutnya, realisasi investasi di Bontang tidak bisa disamakan dengan daerah lain. Sebab, Bontang jarang masuk dalam proyek strategis nasional. Berbeda dengan halnya Kota Balikpapan yang disokong proyek kilang Pertamina, sehingga menjadi kota dengan realisasi investasi tertinggi di Kaltim.
“Apalagi, pengelolaan kilang minyak milik PT Badak NGL berkurang. Padahal sebelumnya itu nilai investasi bisa tembus sampai triliunan. Pengaruhnya sangat besar untuk Bontang,” jelasnya.
Realisasi investasi PMDN dan PMA pada triwulan pertama di Bontang bersumber dari 20 perusahaan. Yakni PT Pupuk Kalimantan Timur, PT Kaltim Parna Industri, PT Samator Gas Industri, PT Dahana, dan PT Energi Unggul Persada.
Kemudian, PT Black Bear Resources Indonesia, PT Kaltim Amonium Nitrat, PT Kaltim Methanol Industri, PT Kaltim Nitrate Indonesia, PT Daun Buah, PT Kaltim Jasa Securiti, PT Kaltim Daya Mandiri, PT Kaltim Multi Boga Utama, PT Kaltim Adhi Guna Dermaga, dan PT Sinarniaga sehajtera.
Serta berasal dari PT Graha Power Kaltim, PT Kaltim Medika Utama, PT Kaltim Industrial Estate, PT Yepeka Usaha Mandiri, dan PT Badak NGL. (*)







