• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Nasional

Ritual Berujung Maut di Pantai Payangan, 10 Orang Meninggal

by Redaksi Bontang Post
13 Februari 2022, 14:17
in Nasional
Reading Time: 3 mins read
0
Tim Sar kembali mengevakuasi dua jenazah yang baru ditemukan. Total ada 10 korban meninggal dalam tragedi ritual maut di Pantai Payangan. Dan satu orang masih dinyatakan hilang. (jawapos)

Tim Sar kembali mengevakuasi dua jenazah yang baru ditemukan. Total ada 10 korban meninggal dalam tragedi ritual maut di Pantai Payangan. Dan satu orang masih dinyatakan hilang. (jawapos)

Share on FacebookShare on Twitter

bontangpost.id – Jumlah korban meninggal dalam tragedi ritual maut di Pantai Payangan, Desa Sumberejo, Kecamatan Ambulu terus bertambah. Kabar terbaru, dari 11 orang yang dinyatakan hilang, sebanyak 10 korban telah ditemukan dalam keadaan meninggal. Dengan begitu, masih ada satu korban lagi yang hingga kini masih dalam pencarian.

Laporan yang disusun oleh tim pencari kepada Kapolres Jember AKBP Heri Purnomo menyebutkan, jasad korban ini ditemukan tak bersamaan. Ada jeda waktu. Meski begitu, lokasinya masih tetap sama di sekitaran Pantai Payangan. Tim Sar Rimba Laut, berperan penting dalam upaya pencarian ini. Tim sar yang berisi warga dan nelayan lokal inilah yang turut membantu dengan melakukan penyisiran di pantai dan pinggiran laut.

Kapolres Heri Purnomo menerangkan, setelah tim menemukan dua korban sesaat setelah tragedi itu terjadi, upaya pencarian terus dilakukan. Upaya ini pun membuahkan hasil. Minggu pagi sekitar pukul 06.15, tim kembali menemukan enam orang korban yang sebelumnya dinyatakan hilang. Mereka adalah Pinkan, 13, alamat Tawangalun, Rambipuji, Bu Bintang warga Jalan Kacapiring Gebang, Patrang, dan Sofi, 22, asal Dusun Botosari, Desa Dukuhmencek, Sukorambi.

Baca Juga:  Lubang Tambang Terus “Mencabut” Nyawa

“Korban berikutnya yang ditemukan adalah Arisko, 21, alamat Dusun Botosari, Desa Dukuhmencek, Sukorambi. Selanjutnya adalah Musni, 55, warga Sempusari Wetan, serta Yuli, 30, asal Panti,” terangnya.

Tak berselang lama, sekitar satu jam kemudian, tim kembali menemukan dua korban. Keduanya adalah Ida asal Tawangalun, Rambipuji, dan Febri, 28, asal Bondowoso. Sehingga total ada 10 korban yang ditemukan meninggal. Dengan begitu, tinggal satu lagi yang masih belum ditemukan. Korban diketahui bernama Syaiful, 40, warga Krasak, Desa/Kecamatan Ajung.

Menurut Sabar, warga Dusun Watu Ulo, Desa Sumberejo, Ambulu, rombongan korban ini datang pukul 24.00 menggunakan dua mobil pribadi. Satu jenis Isuzu Elf dan satu mobil Avanza. Setelah memarkir kendaraan, Sabar mengatakan, rombongan langsung menuju pantai yang tidak jauh dari tempat parkir. “Setelah melakukan ritual, beberapa jam kemudian ada yang terseret ombak,” ungkapnya.

Baca Juga:  Istri Pemancing yang Hilang: Doakan Suami Saya Ditemukan

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Jember menyebutkan, para korban ini berangkat bersama rombongan yang dipimpin oleh Hasan dari Kelompok Tunggal Jati Nusantara. Secara estafet, rombongan ini berangkat dari rumah Hasan di Desa Dukuhmencek, Kecamatan Sukorambi dengan total 24 orang. Mereka berasal dari Kecamatan Panti, Patrang, Sukorambi, Sumbersari, Ajung dan Jenggawah.

Beberapa saat kemudian, tepatnya Sabtu (12/2) sekitar pukul 23.00, rombongan tiba di Pantai Payangan untuk bersama-sama melakukan ritual. Belum diketahui pasti ritual seperti apa yang mereka lakukan. Tujuan ritual tersebut juga belum diketahui secara gamblang.

Satu jam berikutnya, sekitar pukul 00.00, sebanyak 23 orang mulai melakukan melakukan ritual di tepi pantai. Satu orang tidak ikut ritual karena hanya sebagai sopir. Namun sebelumnya, rombongan ini sudah diingatkan oleh Saladin, warga yang mengelola Bukit Seroja yang berada di sebelah utara lokasi kejadian. Saladin meminta agar rombongan tersebut tidak ke laut karena ombak cukup besar.

Baca Juga:  Bocah 11 Tahun Tenggelam saat Bermain di Sungai Karang Mumus

Rupanya, rombongan ini tetap bertahan di pantai untuk melanjutkan ritual. Tak berselang lama, persisnya sekitar pukul 00.25, sebanyak 23 orang ini terseret ombak Pantai Payangan yang datang secara tiba-tiba.

Polisi dan tim penyelamat yang mendapatkan laporan segera menuju ke lokasi. Pukul 02.45, para korban selamat dan meninggal dibawa menggunakan ambulans Puskesmas Sabrang dan kendaraan Polsek Ambulu ke Puskesmas Ambulu. (jawapos)

Tags: RitualRitual Mauttenggelam
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Kasus Covid-19 Meningkat, Sekolah di Bontang Online Lagi

Next Post

Asyik Main Game Online, Pemuda di Samarinda Tewas

Related Posts

Bocah Perempuan di Tanjung Laut Indah Meninggal Gegara Jatuh ke Laut saat Naik Sepeda
Bontang

Bocah Perempuan di Tanjung Laut Indah Meninggal Gegara Jatuh ke Laut saat Naik Sepeda

11 Mei 2024, 10:34
Bocah Ditemukan Meninggal, Tenggelam di Sungai Bontang
Bontang

Bocah Ditemukan Meninggal, Tenggelam di Sungai Bontang

22 April 2023, 18:47
Tenggelam di Kolong Rumah, Bocah Dua Tahun di Berbas Pantai Meninggal
Bontang

Tenggelam di Kolong Rumah, Bocah Dua Tahun di Berbas Pantai Meninggal

18 Maret 2023, 07:18
Terseret Arus Sungai Mahakam, Bocah 9 Tahun Hilang
Kaltim

Terseret Arus Sungai Mahakam, Bocah 9 Tahun Hilang

1 Desember 2022, 10:48
Nyaris Tewas Tenggelam, Nelayan Berbas Pantai Andalkan Termos untuk Bertahan Hidup
Bontang

Nyaris Tewas Tenggelam, Nelayan Berbas Pantai Andalkan Termos untuk Bertahan Hidup

5 November 2022, 22:10
Tenggelam di Bontang Kuala, Pemancing Diselamatkan Warga
Bontang

Tenggelam di Bontang Kuala, Pemancing Diselamatkan Warga

26 September 2022, 14:35

Terpopuler

  • 25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sudah Puluhan Tahun Berdiri, Perusahaan Daerah Bontang Belum Bisa Kelola Solar Nelayan Sendiri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Empat Hari Diburu, Maling Motor Petani Marangkayu Ditangkap di Tanjung Laut Indah Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.