• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Breaking News

RSUD Sangkulirang Krisis Obat, Warga Disuruh Tebus di Luar

by BontangPost
25 Mei 2018, 11:05
in Breaking News
Reading Time: 1 min read
0
KRISIS OBAT: Dokter di RSUD Sangkulirang sedang memeriksa pasien. Saat ini stok obat di rumah sakit pelat merah tersebut sedang menipis.(Dok/Sangatta Post)

KRISIS OBAT: Dokter di RSUD Sangkulirang sedang memeriksa pasien. Saat ini stok obat di rumah sakit pelat merah tersebut sedang menipis.(Dok/Sangatta Post)

Share on FacebookShare on Twitter

SANGATTA – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sangkulirang dikabarkan krisis persedian obat-obatan.  Bahkan sejak April kemarin,  obat-obatan yang dibeli belum datang sepenuhnya hingga saat ini.

Akibatnya,  pasien yang berobat,  terpaksa menebus obat di luar dari RSUD Sangkulirang.  RSUD Sangkulirang tak mampu memenuhi obat-obatan tersebut. Jika tak segera ditindaklanjuti,  maka akan berakibat fatal. Tidak hanya berimbas pada pasien umum,  akan tetapi menjalar hingga peserta BPJS.

“Memang kondisi sekarang begitu. Untuk  RSUD Sangkulirang, yang kurang memang obat non BPJS.  Belanja obat yang dilakukan adalah untuk  memenuhi kebutuhan pasien BPJS dulu.  Jadi diusahakan pasien BPJS tidak sampai ada yang nebus obat keluar,” ujar Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Kutim,  Bahrani Hasanal.

Baca Juga:  190 Atlet dan 15 Cabor di Kutim Siap Ikut 02SN

Sementara pemenuhan obat-obatan non BPJS,  pihaknya mengambilkan anggaran dari dana Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Itu pun,  dilakukan secara bertahap. Tak lain,  hal ini dilakukan  lantaran pihaknya keterbatasan anggaran.

“Nah dana BLUD ini sesuai arahan BPK belum bisa digunakan sebelumnya. Tetapi  mulai Bulan April baru bisa digunakan setelah mendapat persetujuan Bupati.  Jadi belanja obat baru dimulai Bulan April. Hanya saja,  sampai sekarang obat yang datang belum lengkap,” jelasnya.

Dia memaparkan,  sekarang RSUD Sangkulirang mengalami pemangkasan anggaran yang relatif signifikan. Awalnya,  anggaran 2017 mendapatkan 5,5 Miliar, namun kini  tinggal 3,5 Miliar.

Anggaran 3,5 miliar tahun ini,  hanya cukup dipergunakan untuk Operasional saja. Sedangkan  untuk belanja obat-obatan di bebankan pada BLUD senilai 800 juta. Padahal idealnya,  kebutuhan normal belanja obat-obatan seharusnya mencapai 1-1,5 Miliar.

Baca Juga:  Belum Ada Lokasi Kampanye di Sangsel

“Sangat mempengaruhi stok ketersediaan obat kami. Jangankan di RSUD Sangkulirang, semua puskesmas  di setiap kecamatan stok obat kami hanya mampu bertahan satu sampai dua bulan saja. Lewat dari  itu, yah nanti dilihat seperti apa kondisinya,” katanya.

Kabar ini mencuat dipermukaan setelah adanya keluhan dari masyarakat di media sosial. Mereka mengeluhkan lantaran harus menerus obat di luar.

“Mungkin karena ini ada beberapa pasien non BPJS menebus obat keluar. Sehingga jadi ramai di media sosial,” katanya. (dy).

Print Friendly, PDF & Email
Tags: Krisis ObatSangatta Post
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

PB Gelar DRM Pekan Depan, Susun Pedoman Porprov 

Next Post

Disperindagkop Siapkan 10 Titik Pasar Murah 

Related Posts

Tegaskan Hanya Boleh Satu KTP-el
Breaking News

Tegaskan Hanya Boleh Satu KTP-el

24 Desember 2018, 15:30
Terkait Harga TBS, Petani Sawit Pilih Gerak Sendiri
Breaking News

Terkait Harga TBS, Petani Sawit Pilih Gerak Sendiri

24 Desember 2018, 15:10
Pemkab Harus Terbuka
Breaking News

Pemkab Harus Terbuka

24 Desember 2018, 15:05
Daerah Perbatasan Butuh Pengawasan Khusus
Breaking News

Daerah Perbatasan Butuh Pengawasan Khusus

24 Desember 2018, 15:00
Dua Tahun Bebas Karhutla, PT EBL Beri Penghargaan 
Advertorial

Dua Tahun Bebas Karhutla, PT EBL Beri Penghargaan 

24 Desember 2018, 08:00
Pembalap Liar Terancam Penjara
Breaking News

Pembalap Liar Terancam Penjara

23 Desember 2018, 15:30

Terpopuler

  • Proyek Renovasi Rujab Kaltim Rp25 Miliar Sampai ke Pusat, Kemendagri Turunkan Tim Periksa Belanja

    Proyek Renovasi Rujab Kaltim Rp25 Miliar Sampai ke Pusat, Kemendagri Turunkan Tim Periksa Belanja

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Parkiran Semrawut di Tanjung Laut Bontang, Warga Keluhkan Akses Tertutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Residivis Bontang Berulah Lagi, Uang Curian Rp20 Juta Ludes untuk Judi Online

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dishub Bontang Siapkan Penataan Parkir Kafe di Tanjung Laut Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 2.753 Warga Bontang Tak Lagi Ditanggung BPJS Gratis dari Pusat, Ini Solusi Pemkot

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.