BONTANG – Rujukan Online (rujol) diyakini dapat memudahkan warga. Sistem tersebut dapat mengetahui kesiapan rumah sakit yang menjadi rujukan lanjutan. Kepala Kantor Operasional BPJS Kesehatan Bontang, Laily Jumiati menuturkan, sesuai Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) rujukan berjenjang sudah diterapkan sejak 2013.
Rujukan berjenjang adalah pelayanan Jaminan Kesehatan nasional (JKN). Berawal dari tingkat faskes tingkat I ke faskes tingkat lanjutan.
Artinya dari puskesmas atau klinik dirujuk ke rumah sakit, namun masih manual karena menggunakan surat pengantar. Namun pada September lalu, BPJS Kesehatan yang bekerja sama dengan rumah sakit telah menerapkan sistem rujol. Yang berfugsi saat pasien dirujuk ke rumah sakit dapat mengetahui kesiapan mereka, dari dokter atau poli.
“Dengan sistem tersebut dapat mengetahui rumah sakit tipe D atau C terdekat yang akan menjadi rujukan,” ungkapnya, Jumat (9/110 kemarin.
Laily menjelaskan, sedangkan untuk rujukan ke rumah sakit luar Bontang, pasien tidak bisa memilih rumah sakit sesuai keinginan. Harus berdasarkan hasil medis dan rumah sakit yang memilihnya. Itu pun berjenjang, namun tidak mengurangi pelayanan pada pasien.
Ditambahkan Laily, ke depan, semua akan terkoneksi dengan sistem. Sehingga warga akan sangat dimudahkan. Bahkan nanti saat mengantre di puskesmas, peserta dapat memantau langsung antrean dari rumah.
Kemudian juga, ruangan kamar di rumah sakit akan diketahui yang mana saja yang kosong. Itu diakui Lailiy sudah diterapkan di rumah sakit yang ada di Tenggarong. “Jadi BPJS Kesehatan menargetkan rujol ini bisa diterapkan pada 2019 nanti,” pungkasnya. (ver)







