Pemda akan Benahi Secepatnya
SANGATTA – Drainase di sepanjang jalan AW SJahrani (Eks Pendidikan) baik sisi kiri maupun kanan menjadi perhatian khalayak. Namun bukan kekokohan ataupun keindahannya , melainkan rumput dan pepohonan yang menutupi areal tersebut.
Riswan (27) salah seorang warga Sangatta Utara menuturkan tingginya rumput dan pepohonan di sepanjang drainase Jalan AW. Sjahrani dianggap masuk dalam ambang batas toleransi. Pasalnya, jika diperhatikan tanaman liar tersebut sudah menutupi semua sisi dan dasar drainase. Bahkan melebihi tinggi jalanan.
Parahnya tumpukan tanah juga turut menghiasi drainase. Sehingga mengalami pendangkalan. Akibatnya, laju air cukup tersendat untuk mengalir hingga ke hilir. Wajar di saat hujan ringan kawasan AW Sjahrani langsung direndam banjir.
“Seperti tidak berpenghuni. Drainase yang dahulunya indah, bersih dan terawat kini terabaikan. Hampir semua sisi drainase dipenuhi rumput dan pepohonan. Tanah-tanah juga sudah menutupi drainase. Sangat tidak terawat sama sekali saat ini,” ujar Riswan yang mengaku salah seorang pencinta lingkungan itu.
Dirinya meminta kepada instansi terkait segera membenahi drainase tersebut. Jika tidak dikhawatirkan menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan. Seperti datangnya sorotan dari luar daerah yang tengah menyambangi Kutim.
“Kalau ada tamu dari luar seperti apa. Tentunya akan bikin malu kita juga. Hal ini sama kasusnya seperti jalan yang rusak. Jangan sampai warga berfikir jika ada jalan rusak dan drainase jelek, berarti anda memasuki kawasan Kutim. Nah hal ini yang tidak kita inginkan,” katanya.
Sementara itu, Wakil Bupati Kutim Kasmidi Bulang berjanji akan membenahi semua drainase yang ditumbuhi rerumputan. Hal ini dilakukan seperti pembenahan jalan berlubang di sepanjang jalan AW.Sjahrani. Hanya saja akan dilakukan secara bertahap. Lantaran Kutim tengah dilanda defisit anggaran. “Pasti kami akan benahi semuanya. Karena kita malu juga kalau dilihat sama tamu dari luar,” katanya. (dy)







