• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Kaltim

Desak Pemerintah Tindak Tambang Ilegal 

by BontangPost
29 Maret 2018, 11:32
in Kaltim
Reading Time: 2 mins read
0
PEDULI LINGKUNGAN: Para mahasiswa mengelar aksi menolak rencana pembangunan pabrik di kawasan karst dan mendesak pemerintah menindak setiap tambang ilegal di Kaltim.(ASPIN/METRO SAMARINDA)

PEDULI LINGKUNGAN: Para mahasiswa mengelar aksi menolak rencana pembangunan pabrik di kawasan karst dan mendesak pemerintah menindak setiap tambang ilegal di Kaltim.(ASPIN/METRO SAMARINDA)

Share on FacebookShare on Twitter

SAMARINDA – Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Pecinta Alam (Gempa) mendesak Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim segera menutup kegiatan tambang ilegal. Desakan tersebut disampaikan mahasiswa saat mengelar aksi di depan kantor Pemprov Kaltim, Rabu (28/3) kemarin.

Menurut mahasiswa, aktivitas pertambangan yang terlampau masif, di antaranya di Samarinda, Kutai Timur (Kutim), dan Kutai Kartanegara (Kukar) misalnya, telah memberi dampak pada rusaknya ekosistem lingkungan. Akibatnya bahkan terjadi bencana banjir bandang di setiap tahunnya.

“Hentikan sekarang juga pemberian izin pertambangan. Tambang-tambang ilegal di Kaltim harus segera ditertibkan dan ditindak. Jangan biarkan anak cucu ke depan yang menanggung risiko akibat ulah mereka,” kata koordinator aksi Gempa, Alfin.

Baca Juga:  Rusmadi Makin Melejit 

Aksi bertajuk hari karts sengaja dilaksanakan Gempa sebagai sindiran kepada pemerintah. Di sisi lain, gerakan tersebut sebagai wujud kepedulian mahasiswa terhadap pentingnya menyelamatkan Kaltim dari kerusakan alam. Baik oleh kegiatan pertambangan maupun perkebunan kelapa sawit.

Selain itu, melalui aksi kemarin Gempa secara tegas menolak rencana Pemprov Kaltim membuka pabrik semen di kawasan karst. Mahasiswa menilai tindakan tersebut secara tidak langsung dapat merusak eksosistem lingkungan dan karts di daerah setempat.

“Kami menilai pemerintah tergila-gila dalam menerbitkan izin untuk mendirikan pabrik. Maupun melakukan kegiatan pertambangan di kawasan karst, terutama dalam tiga tahun terakhir,” katanya.

Pada kesempatan itu, mahasiswa mendesak agar Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak tidak terus mengobral pemberian izin pendirian pabrik semen di kawasan karst. Mahasiswa mengancam akan melakukan aksi yang lebih besar lagi jika pemerintah memaksanakan masuknya izin pabrik semen.

Baca Juga:  Polres Bontang Selidiki Dugaan Tambang Ilegal di KM 25, Bakal Koordinasi dengan ESDM Kaltim

Pasalnya Pemprov Kaltim berencana melakukan eksploitasi besar-besaran terhadap izin penambangan karst sebagai bahan baku pembuatan semen. “Ini terlihat dari jumlah izin tambang dan pabrik (batu gamping, batu kapur), sebanyak 14 IUP di kawasan lindung geologi Karst Sangkulirang seluas 307 hektare,” ungkapnya.

“Itu belum termasuk HPH dan HTI. Kalau dijumlah ada 37 izin perusahaan. Ini akan mempengaruhi kebutuhan hidup dan ekonomi masyarakat di sekitar kawasan ekosistem karst. Seperti hilangnya sumber mata air, lahan pertanian, situs pariwisata akan rusak, bahkan menghilang,” tegasnya menyambung.

Tak hanya itu, Gempa menyoroti pemberian izin pertambangan oleh Pemprov Kaltim terkesan dilakukan tanpa kajian dan analisis yang mendalam. Terutama kajian Analisis Masalah Dampak Lingkungan (Amdal) maupun Analisis Dampak Lingkungan (Andal).

Baca Juga:  WAH-WAH!!! Sejumlah Bacaleg Diduga Gunakan Ijazah Palsu 

“Amdal yang ada sekarang hanya dibuat sealakadarnya. Kebanyakan pengusaha pertambangan setelah mendapatkan Izin Usaha Pertambangan (IUP), mereka tidak menjalankan Amdal-nya dengan baik. Akibatnya, polusi udara, banjir terjadi setiap tahunnya,” pungkas Alfian. (*/aj)

Tags: demolingkunganMetro SamarindaTambang Ilegal
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Bawaslu Panggil Panwaslu Samarinda 

Next Post

Hak Desa Jangan Ditahan! 

Related Posts

Aksi Mahasiswa di Bundaran HI Ricuh, Seorang Peserta Pingsan saat Massa dan Polisi Saling Dorong
Bontang

Aksi Mahasiswa di Bundaran HI Ricuh, Seorang Peserta Pingsan saat Massa dan Polisi Saling Dorong

18 Agustus 2026, 18:38
4.236 Hektare Tambang Ilegal Kepung IKN, Smart Forest City Terancam
Kaltim

4.236 Hektare Tambang Ilegal Kepung IKN, Smart Forest City Terancam

14 Mei 2026, 17:00
Gelombang Demo 21 April di Kaltim, Ribuan Massa Desak Copot Gubernur
Kaltim

Gelombang Demo 21 April di Kaltim, Ribuan Massa Desak Copot Gubernur

12 April 2026, 21:40
Skandal Lahan Transmigrasi Kukar, Izin Tambang Lawas Picu Korupsi dan Kerusakan 1.800 Hektare
Kaltim

Skandal Lahan Transmigrasi Kukar, Izin Tambang Lawas Picu Korupsi dan Kerusakan 1.800 Hektare

30 Maret 2026, 10:00
Kades Gas Alam Kembali Dipanggil, Polisi Siap Datangi Terkait Izin Tambang di Muara Badak
Kaltim

Kades Gas Alam Kembali Dipanggil, Polisi Siap Datangi Terkait Izin Tambang di Muara Badak

28 Maret 2026, 11:32
Kejati Kaltim Geledah Kantor Dinas ESDM, Selidiki Dugaan Korupsi Sektor Pertambangan
Kaltim

Kejati Kaltim Geledah Kantor Dinas ESDM, Selidiki Dugaan Korupsi Sektor Pertambangan

17 Maret 2026, 08:16

Terpopuler

  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Pastikan Isu Jasad Bayi Ditukar Bantal di Bontang Rekayasa, Perempuan Akui Tak Hamil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Akses Jalan Gotong Royong Ditutup, Warga Klaim Belum Terima Ganti Rugi Lahan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.