• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Breaking News

Satgas Antimafia Bola Panggil Joko Driyono

by M Zulfikar Akbar
17 Januari 2019, 14:30
in Breaking News
Reading Time: 3 mins read
0
Joko Driyono. (IST)

Joko Driyono. (IST)

Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA – Satu per satu pengurus PSSI dipanggil Satgas Antimafia Bola. Setelah memeriksa Sekjen PSSI Ratu Tisha hingga dua kali, satgas ingin mengulik keterangan mengenai kasus pengaturan skor dari orang yang berposisi lebih tinggi di PSSI.

Kali ini Wakil Ketua Umum PSSI Joko Driyono bakal diperiksa. Rencananya, pria asal Ngawi itu diminta hadir di Polda Metro Jaya besok (18/1). Dia akan dimintai keterangan tentang banyaknya ketidakberesan dalam sepak bola Indonesia.

Ketika dihubungi Jawa Pos kemarin (16/1), Joko menegaskan siap memenuhi panggilan polisi. Apalagi, pemeriksaan dirinya merupakan bagian untuk mengusut kasus pengaturan skor yang saat ini merebak. ’’Intinya, saya siap bekerja sama dengan baik. Siap melakukan apa pun untuk membantu satgas menyelesaikan masalah,’’ tegasnya.

Anggota Exco PSSI Gusti Randa mengungkapkan, tidak ada masalah jika satgas ingin memeriksa pengurus PSSI. Dia malah mendukung jika pemeriksaan memang bisa membantu satgas. ’’Kalau memang terlibat, usut saja. Tidak apa-apa,’’ ucapnya.

Namun, dia menekankan, jika memang ada anggota PSSI yang terlibat atau jadi tersangka, itu merupakan tanggung jawab perorangan. Artinya, penangkapan oleh Satgas Antimafia Bola bukan patokan bahwa PSSI secara keseluruhan rusak dan busuk. ’’Karena tindak pidana itu barangsiapa. Jadi, itu kan perorangan. Bukan berarti semua yang ada di PSSI jelek,’’ ungkapnya.

Baca Juga:  Kapolri Tegaskan Siap Sinergi dengan PSSI Babat Habis Mafia Bola

Dia menerangkan, PSSI dihuni banyak orang. Jadi, jika satu sampai lima orang terlibat, tidak berarti semua yang ada di PSSI juga terlibat. ’’Kami sangat mempersilakan jika memang polisi ingin mengusut sebuah kasus,’’ katanya.

Di bagian lain, Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI Ratu Tisha kemarin memenuhi panggilan Satgas Antimafia Bola sebagai saksi kasus laporan mantan Manajer Persibara Banjarnegara Lasmi Indaryani.

Tisha tiba di Mapolda Metro Jaya pukul 17.00 atau telat dari jadwal panggilan Polda Metro Jaya pukul 14.00. ’’Ratu Tisha dimintai keterangan lagi sebagai saksi kasus pengaturan skor pertandingan sepak bola di liga Indonesia,’’ kata Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombespol Argo Yuwono.

Dia menerangkan, Sekjen perempuan pertama PSSI itu dipanggil satgas untuk mendalami keterangannya atas pengaturan skor pertandiangan Persibara Banjarnegara melawan Persekabpas Pasuruan dalam ajang Liga 3 musim lalu.

Sementara itu, Tisha tidak mau berbicara ketika diberondong pertanyaan oleh awak media yang telah menunggunya. Perempuan kelahiran 30 Desember 1985 tersebut hanya tersenyum dan langsung masuk ke gedung Ditreskrimum Polda Metro Jaya. Hingga berita ini ditulis, pemeriksaan terhadap Tisha masih berjalan.

Mengenai Vigit Waluyo yang belum juga diperiksa, menurut Argo, pemeriksaan memang bisa dilakukan walau dia saat ini mendekam di Lapas Sidoarjo. Namun, dia meminta awak media bersabar karena izin pemeriksaan terus diajukan. ’’Sabar ya, nanti dulu itu,’’ ucap Argo.

Baca Juga:  Anggota Exco PSSI Terima Rp 10 Juta dari Manajer Persibara

Sementara itu, ramainya kasus pengaturan skor ternyata belum menarik minat Komisi X DPR untuk membahasnya kemarin (16/1) ketika memanggil PSSI di gedung DPR. Malahan, dalam rapat tersebut, PSSI hanya dimintai penjelasan soal naturalisasi pemain. Sebab, ada pemain naturalisasi baru lagi asal Nigeria bernama Egwuatu Godstime Ouseloka yang membela Aceh United.

Komisi X berkilah ingin punya waktu khusus untuk membahas isu pengaturan skor yang saat ini menjadi perhatian publik. Hal itu dikatakan salah satu anggota komisi X Hetifah Sjaifudian.

Menurut dia, pihaknya memang sengaja tidak secara detail menanyai PSSI soal pengaturan skor. Sebab, PSSI belum menyiapkan data untuk menjabarkan masalah itu kepada Komisi X. ’’Tapi, kami memang sudah melakukan pembahasan. Yang paling penting kami sedang menyiapkan pertemuan khusus,’’ ucapnya.

Anggota DPR dari Fraksi Golkar itu mengapresiasi upaya Satgas Antimafia Bola. Dengan begitu, ketidakpercayaan publik akan hilang secara perlahan. ’’Ya, semoga nanti tata kelola PSSI bisa lebih baik,’’ ujarnya.

Dalam audiensi dengan komisi X, kemarin PSSI diwakili anggota exco Gusti Randa. Dia menyatakan tidak masalah jika memang harus menjelaskan masalah pengaturan skor. Menurut dia, PSSI pasti memberikan dukungan untuk pembenahan federasi.

Baca Juga:  Erick Thohir Calonkan Diri Jadi Ketua Umum, Berikut Deret Masalah yang Harus Dibenahi PSSI

Gusti menyatakan cukup kaget atas adanya kasus pengaturan skor dalam kompetisi sepak bola Indonesia. Sebab, sejak awal kompetisi dimulai, yang dikhawatirkan PSSI justru kerusuhan suporter. ’’Kami justru berpikir dari sisi keamanan seperti apa untuk mencegah itu. Jadi, waktu ada pengaturan skor, kemudian oknum exco dan wasit terlibat, sangat mengagetkan,’’ terangnya.

Gusti juga tidak memberikan ampun kepada anggota PSSI yang terlibat pengaturan skor. Dia menegaskan, staf departemen wasit Mansyur Lestaluhu harus angkat kaki dari PSSI. ’’Dia (Mansyur) harus out. Kami tidak pandang bulu masalah seperti ini,’’ ujarnya.

Dia juga tidak memusingkan jika posisi Mansyur nanti kosong. Gusti yakin beberapa staf lain yang lebih baik bisa menggantikan posisi Mansyur. ’’Siapa pun kan bisa ditugasi. Kami ada asosiasi wasit. Tidak ada masalah. Jumlahnya mencapai 900 orang di dalamnya,’’ bebernya.

Sementara itu, jika Gusti sudah mengisyaratkan akan mendepak Mansyur, Komisi Disiplin PSSI memilih tidak gegabah. Sebagaimana yang dijelaskan Ketua Komdis PSSI Asep Edwin, pihaknya belum masuk tahap pembicaraan untuk mencopot Mansyur. ’’Tapi, kasus itu tetap jadi perhatian kami,’’ ungkapnya ketika dihubungi Jawa Pos kemarin. (rid/bry/c5/ali/jpg)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: joko driyonopssisatgas antimafia bola
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

KPU Beri OSO Tenggat Mundur dari Hanura 22 Januari

Next Post

Driver Ojek Online Digerebek Bawa Ganja

Related Posts

PSSI Sinkronisasi Regulasi agar Pemda Danai Kompetisi Sekolah-Amatir
Olahraga

PSSI Sinkronisasi Regulasi agar Pemda Danai Kompetisi Sekolah-Amatir

11 Juni 2024, 13:22
Kapolri Tegaskan Siap Sinergi dengan PSSI Babat Habis Mafia Bola
Olahraga

Kapolri Tegaskan Siap Sinergi dengan PSSI Babat Habis Mafia Bola

20 Februari 2023, 17:00
Erick Thohir Calonkan Diri Jadi Ketua Umum, Berikut Deret Masalah yang Harus Dibenahi PSSI
Bontang

Erick Thohir Calonkan Diri Jadi Ketua Umum, Berikut Deret Masalah yang Harus Dibenahi PSSI

17 Januari 2023, 12:00
Ketum PSSI Minta Maaf, Rencanakan Liga 1 Dimulai Lagi 25 November
Olahraga

Ketum PSSI Minta Maaf, Rencanakan Liga 1 Dimulai Lagi 25 November

14 Oktober 2022, 16:00
Shin Tae-yong Tidak Mau Lima Pemain Brasil Masuk Proyek Naturalisasi
Olahraga

Shin Tae-yong Tidak Mau Lima Pemain Brasil Masuk Proyek Naturalisasi

23 Agustus 2020, 14:00
Merasa Jadi Anak Tiri di PT LIB, Klub Liga 2 Usulkan Operator Baru
Olahraga

Merasa Jadi Anak Tiri di PT LIB, Klub Liga 2 Usulkan Operator Baru

1 Juni 2020, 16:00

Terpopuler

  • Residivis Kekerasan Seksual Anak di Bontang Kembali Berulah, 4 Orang Diduga Jadi Korban

    Residivis Kekerasan Seksual Anak di Bontang Kembali Berulah, 4 Orang Diduga Jadi Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Satpolairud Polres Bontang Bongkar Jaringan Sabu di Tanjung Laut Indah, Tiga Orang Diringkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ini Jadwal Lengkap Kapal dari Pelabuhan Loktuan Bontang Selama Mei, Ada Pelni dan Swasta

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Masuk Aturan KTR, Vape Tak Lagi Boleh Dihisap di Tempat Umum Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kuota Produksi Dibatasi, 102 Pekerja Tambang di Bontang Kena PHK

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.