bontangpost.id – Jumlah penumpang yang berangkat dari Pelabuhan Loktuan menggunakan KM Binaiya, Senin (31/5/2021), angkanya signifikan. Bahkan melebihi ketentuan kapasitas sesuai Permenhub 13/2021 yakni 50 persen dari daya tampung kapal sesungguhnya.
Kepala PT Pelni Cabang Samarinda Syarif Hidayat mengatakan jumlah penumpang yang turun yaitu 426. Sementara keberangkatan mencapai 666 penumpang. Artinya PT Pelni mengajukan tambahan kapasitas sebanyak 166 lembar tiket. Mengingat sesuai regulasi dek kapal hanya diakomodasi 500 orang.
“Kami melakukan penambahan karena masih banyak penumpang yang belum mengantongi tiket. Tujuannya untuk menghidari terjadinya aksi anarkis di area pelabuhan,” kata pria yang akrab disapa Ujang ini.
Menurutnya, mekanisme pengajuan telah sesuai aturan. PT Pelni bermohon kepada Satgas Penanganan Covid-19 di hari keberangkatan. Ketika keputusan turun, maka pencetakan tiket tambahan baru bisa dilakukan. “Tidak berani kami ujuk-ujuk tambah pencetakan tiket tanpa koordinasi dengan satgas,” ucapnya.
KM Binaiya bersandar sekira 16.00 Wita di hari tersebut. Mobilisasi penumpang membutuhkan waktu lima jam. Kapal ini sejatinya berkapasitas seribu penumpang. Tetapi aturan Kementerian Perhubungan hanya mengakomodasi 500 orang di masa pandemi Covid-19 ini. Kapal ini memiliki rute Bontang-Awerange-Makassar-Labuan Bajo-Bima-Tanjung Benoa.
Ia menjelaskan keberangkatan tersebut diprediksi merupakan akhir dari arus balik. Pasca kebijakan larangan mudik yang dikeluarkan pemerintah pusat. Terhitung 6-17 Mei. Artinya puncak kedatangan tertinggi terjadi pada 29 Mei lalu menggunakan KM Binaiya. Pasalnya jumlah penumpang yang tiba di Pelabuhan Loktuan mencapai 890 orang. Dengan angka keberangkatan yaitu 651 orang.
Jumlah melebihi kapasitas juga terjadi pada saat KM Egon bersandar 21 Mei lalu. Total 439 turun dan 306 penumpang berangkat. Padahal kapal itu hanya memiliki kapasitas 217 sesuai dengan permenhub di masa pandemi.
Sementara Wakil Ketua I Satgas Penanganan Covid-19 Letkol Arh Choirul Huda menyayangkan longgarnya kebijakan pembatasan penumpang dari pelabuhan sebelumnya. Bahkan pihaknya saat itu telah berkoordinasi dengan pejabat Dandim di Awerange.
“Tujuannya ialah menjaga agar penyebaran virus korona dapat ditekan. Bontang sudah menerapkan regulasi secara baik. Tetapi di pelabuhan sebelumnya seperti los akibatnya jumlah penumpang yang datang banyak,” kata Choirul.
Dalam waktu dekat, Satgas akan melakukan evaluasi terkait penambahan jumlah penumpang.
[contact-form][contact-field label=”Nama” type=”name” required=”true” /][contact-field label=”Surel” type=”email” required=”true” /][contact-field label=”Situs web” type=”url” /][contact-field label=”Pesan” type=”textarea” /][/contact-form]
Tidak menutup kemungkinan jika angka keberangkatan masih tinggi maka maksimal kapasitas menjadi 75 persen. (*/ak)







