bontangpost.id – Keheningan pagi dipecahkan suara panik. Sesosok tubuh wanita tanpa kepala dan tak mengenakan busana ditemukan di semak belukar samping sebuah rumah kosong di Jalan Belitung Darat, Gang Keluarga atau Gangga RT 7 Kelurahan Belitung Selatan, Banjarmasin Barat, Rabu (2/6/2021) sekitar pukul enam pagi.
Kepalanya ditemukan 10 meter dari lokasi temuan potongan tubuhnya. Jasad perempuan tersebut belakangan diketahui bernama Rahmah, warga Jalan Kelayan B Gang Annajah, Banjarmasin Selatan.
Sadisnya, tersangka juga membakar korban. Di dalam rumah kosong tersebut setelah ditelusuri ada ceceran darah dan ditemukan bra, celana dalam, botol sisa air mineral dan pakaian korban. Tersangka diperkirakan menyayat leher korban di dalam kamar kecil. Terlihat banyak ceceran darah. Lalu, dibuang di semak-semak sekitar lokasi.
Indra Kurniawan (18), warga setempat adalah orang pertama menemukan jasad malang itu. Dia kaget ketika ada kobaran api di semak-semak, lantas dia mencoba berusaha memadamkan.
Begitu kagetnya dia saat air yang disiramkannya ke titik api tersebut terdapat tubuh manusia. Segera dia mengabari orang tua dan warga lainnya. Semua tambah panik karena melihat tubuh itu tak berkepala.
“Kami temukan kepalanya berjarak 10 meter dari tubuhnya, di lokasi juga masih tercium aroma minyak tanah yang digunakam untuk membakar tubuh korban,” ungkapnya.
“Pokoknya sadis, saya tak mengenali siapa korban dan bukan orang sini. Sementara rumah itu sudah lama kosong sekitar 5 tahun,” tambahnya.
Disebut Indra, sekitar pukul dua dini hari ia yang tinggal tak jauh dari sana mendengar kegaduhan teriakan minta tolong. Lantaran terlalu larut, dia tak berani keluar mengecek. Posisi rumahnya persis berjarak hanya lima meter dengan rumah kosong.
“Terdengar berkali kali minta tolong, tetapi kami tak tahu dari mana asalnya. Sekian menit suara itu kembali senyap. Kami takut juga untuk keluar memastikan apa yang terjadi,” ungkapnya.
Kapolresta Banjarmasin Kombes Pol Rachmat Hendrawan, Kasat Reskrim Kompol Alfian Tri Permadi dan Kapolsek Banjarmasin Barat AKP Faizal Rahman, dan personelnya mengecek lokasi temuan.
Gelagatnya seperti orang kebingungan, lantas ketika ia kembali dari depan Gang, sekitar 15 menit dia masih mendapati lelaki itu.
“Usianya sekitar 40 tahunan, masih seumuran saya. Rambut ikal, tapi yang jelas bukan orang sini apalagi anak atau keluarga pemilik rumah,” imbuhnya.
Tak memerlukan waktu lama, aparat kepolisian kemudian mengejar tersangka yang ciri-cirinya sesuai dengan keterangan warga. Hanya beberapa jam, tersangka mutilasi berhasil dibekuk tim gabungan Resmob, Macan Kalsel dan Satreskrim Polresta Banjarmasin serta Polsek Banjarmasin Barat, Rabu (2/6/2021) siang sekitar pukul 13.00 Wita.
Tersangka Harry Purwanto (40) warga Jalan Pembangunan 1 Banjarmasin Barat. Dia berhasil dibekuk di kawasan Simpang Tiga Nusa Indah Kecamatan Bati-bati, Tanah Laut. Dia diringkus di sebuah bengkel saat memperbaiki motor.
Kasat Reskrim Polresta Banjarmasin Kompol Alfian Tri Permadi, mengaku jika tersangka masih dalam pemeriksaan.
Lalu siapa wanita yang dibunuh itu?
Disebut Alfian, korban diketahui bernama Rahmah, usianya 34 tahun berdasarkan KTP tinggal di Jalan Sejahtera 2 Gang Sampurna, RT 4 Kelurahan Kelayan Luar Banjarmasin Tengah. “Tetapi korban tak tinggal sesuai data itu,” imbuhnya.
Dalam keterangan Harry kepada polisi, dia tega memenggal kepala korban lantaran geram karena korban melanggar kesepakatan berkencan.
Perjanjiannya adalah Rp300 ribu untuk sekali kencan. Tetapi korban merengek untuk meminta uang tambahan. Merasa tidak memiliki uang sesuai permintaan korban ,ia kemudian membawa korban ke sebuah rumah kosong dengan alasan jika uangnya di dalam rumah itu.
Tak banyak cerita, begitu korban sudah masuk ke dalam rumah langsung ia menggorok leher korban dari belakang hingga terputus. ia kemudian menelanjangi korban dan mencoba membakarnya untuk menghilangkan barang bukti. Sementara kepala korban dilempar 10 meter dari badannya.
Sementara itu Kematian Rahmah, ibu anak satu ini menyisakan duka mendalam keluarga, terlebih sang suami Yogi Hidayat, 23 tahun. Diceritakan Yogi, selama ini mereka tinggal di Jalan Kelayan B, Gang Annajah, Banjarmasin Selatan.
Sebelum insiden itu Selasa (1/6/2021) malam sekitar pukul 21.00 korban izin keluar untuk membeli susu anak menggunakan sepeda motor Honda Vario warna merah.
“Ada perasaan khawatir, soalnya handphonenya ditinggal sehingga bingung mencarinya. Setelah saya menunggu cukup lama, malam itu juga saya coba keluar keliling mencari tetapi tak ketemu,” ucapnya lirih. (lan/ran/ema)







