• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Bontang

Dugaan Pungli di Pasar Tamrin Bontang, BAB Bayar Rp 3 Ribu

by Fitri Wahyuningsih
3 Juni 2021, 15:14
in Bontang
Reading Time: 3 mins read
0
Daftar tarif dipasang tepat di muka toilet Pasar Tamrin (Nasrullah/bontangpost.id)

Daftar tarif dipasang tepat di muka toilet Pasar Tamrin (Nasrullah/bontangpost.id)

Share on FacebookShare on Twitter

bontangpost.id – Praktik pungutan liar (Pungli) diduga terjadi di Pasar Taman Rawa Indah (Tamrin) Bontang, Kaltim. Tidak tanggung-tanggung, bukan hanya satu item yang diduga jadi lahan pungli, tapi empat sekaligus; air, listrik, petugas kebersihan, dan penggunaan toilet di pasar. Parahnya lagi, kondisi ini disinyalir sudah terjadi sejak Pasar Tamrin mulai ditempati pedagang, Juli 2020 lalu.

Koordinator pedagang ayam Pasar Tamrin Nasir menjelaskan, sekitar Maret 2021 lalu, pihak UPT Pasar sempat memberitahukan pedagang bila tagihan air dan listrik pasar membengkak. Untuk air Rp 26 juta, listrik Rp 90 juta. Ini tunggakan tagihan sejak pasar dioperasikan, Juli 2020 hingga penghujung Maret 2021, kata Nasir.

”Kami (Ketua koordinator pedagang) dikumpulkan, terus rapat. Ini ada tunggakan air listrik. UPT Pasar tidak bisa bayar karena tidak ada anggarannya. Jadi minta kami urunan,” beber Nasir ketika disambangi bontangpost.id di kiosnya, Kamis (3/6/2021) siang.

Dari kesepakatan itu, pedagang diminta membayar iuran. Besarannya berbeda. Tergantung jenis dagangan. Untuk pedagang ayam dan ikan, ditarik Rp 5 ribu per hari. Ini bila mereka hanya menggunakan satu lampu saja. Bila memakai dua balon lampu, ditambah Rp 2 ribu, jadi yang mesti dibayar Rp 7 ribu. Kalau pakai satu lampu, ditambah satu kulkas, harus bayar Rp 7 ribu. Ini untuk sehari. Meski disebut untuk pembayaran ”listrik’, tapi ini sudah termasuk untuk bayar air dan petugas kebersihan. Adapun pedagang yang terdata sebanyak 76 pedagang, namun yang aktif sebanyak 38.

Baca Juga:  Menanti Kerja Tim Saber Pungli 

”Beda-beda. Hasil kesepakatan kami begitu. Mending bayar daripada gelap di sini (pasar). Siapa mau belanja nanti. Begini saja sudah sepi,” ujarnya.

Hal ini dibenarkan Koordinator Pedagang Daging Sapi Ridwan. Dia bilang pedagang sapi yang jumlahnya 12 orang diminta membayar Rp 4 ribu per hari. Tarikan itu memang disepakati lantaran mereka merasa tak memiliki pilihan lain; menolak tapi dengan konsekuensi air dan listrik diputus. ”Mending bayar kalau gitu,” katanya.

Ketika rapat besaran tarikan, kata Ridwan, UPT Pasar tidak menunjukkan besaran tagihan air dan listrik kepada pedagang. Tiba-tiba saja UPT Pasar bilang ada tunggakan tagihan. Tanpa ada bukti yang menguatkan.

”Enggak ada, sih. Tidak ada juga kami minta,” bebernya.

Seiring berjalannya waktu, ketika tarikan harian berjalan, UPT Pasar juga tidak pernah melaporkan besaran tarikan yang dikumpulkan. Pun tidak pernah menunjukkan berapa besaran komponen air dan listrik yang dibayarkan. Padahal tarikan itu sudah berjalan sejak Maret 2021.

”Mana ada laporannya. Ya, kami cukup bayar (iuran) saja,” ungkap Ridwan.

Pedagang sayur, yang berjualan di lantai dua juga mengalami hal yang sama. Mereka ditarik Rp 2 ribu untuk komponen yang sama; air, listrik, dan petugas kebersihan. Hal ini dibenarkan Murti, pedagang sayur. ”Iya, dua ribu diminta per hari. Tapi sejak setelah lebaran ini tidak pernah lagi ada petugasnya keliling,” ungkap ibu ramah senyum ini.

Baca Juga:  Soal Disegelnya Kios Pasar Tamrin, Pemkot Sebut Sudah Terbitkan Surat Teguran

Pungutan itu sendiri diketahui di luar retribusi resmi, sebesar Rp 500 per hari.

Fasilitas Toilet Turut Dikenakan Tarif

Hal yang juga diungkapkan Ridwan koordinator daging sapi, ketika ingin memanfaatkan fasilitas toilet di Pasar Tamrin, pun mesti dibayar. Dia tak ingat detail harga yang harus dibayar. Sebab beda pemanfaatan toilet, beda besaran bayarannya. Yang dia ingat buat buang air kecil, mesti membayar Rp 2 ribu.

”Itu untuk sekali kencing saja ya,” bebernya.

Adapun, tarikan ketika menggunakan toilet Pasar Tamrin sudah terjadi sejak awal pasar ini dioperasikan tahun 2020 lalu. Ridwan mengaku tak terlalu ambil pusing, sebab mulanya dia berpikir itu wajar saja. Belakangan dia baru sadar, ada yang tidak benar sebab pasar berikut fasilitas di dalamnya diperuntukkan seluas-luasnya bagi pedagang dan publik. Dan mestinya ia gratis.

”Soalnya yang jaga itu dulunya juga jaga wc di pasar sementara. Jadi kami kira itu wajar saja,” kata dia.

Jawaban UPT Pasar

Kepala Tata Usaha (TU) UPT Pasar Abdul Malik menjawab soal dugaan pungli tersebut. Dia bilang benar ada tarikan, tapi itu inisiatif pedagang sendiri, bukan dari UPT Pasar.

Dia menjelaskan, pedagang memang sempat melalukan rapat untuk mengantisipasi kemungkinan air dan listrik diputus. Sebab anggaran pemeliharaan pasar tidak ada.

”Itu sah-sah saja. Kalau mereka (pedagang) yang lakukan, bukan UPT,” kata Abdul Malik ketika dikonfirmasi.

Baca Juga:  Jaang Bantah Keluarkan SK Pungli

Dia tegas menolak bila tarikan itu ditentukan, diprakarsai, dan dijalankan UPT Pasar. Pihaknya, kata Malik, tidak terlibat dalam pengumpulan tarikan itu. Dan tidak pernah tau bagaimana teknisnya.

”Sudah lama juga saya lihat tidak berjalan. Tapi tidak ingat sudah berapa lama, lupa saya,” akunya.

Dilanjutkan Malik, air dan listrik di Pasar Tamrin ditanggung pemerintah hingga Desember 2021 ini. Ini sebagaimana durasi pemeliharaan pasar dengan 4 lantai itu.

Kemudian menjawab soal toilet yang ditarik bayaran. Malik membantah keberadaan tarikan itu. Menurutnya itu tidak dibenarkan, dan jika ada itu sudah dipastikan ilegal. Pasalnya toilet adalah bagian dari fasilitas pasar yang diperuntukkan seluas-luasnya bagi publik. Ini artinya, haram bila terjadi tarikan.

”Enggak ada tarikan. Kalau ada, sudah pasti itu ilegal,” tegasnya.

Bontangpost.id coba meninjau toilet di Pasar Tamrin. Posisi toilet ditempatkan di lantai 3 dan lantai 4. Untuk di lantai 4, tidak ada tarikan, tidak ada juga yang jaga toilet. Tapi di lantai 3, ada semacam daftar tarif yang dipasang tepat di muka toilet. Tiap layanan dihargai berbeda. Besaranya Rp 2 ribu hingga Rp 5 ribu.

Untuk buang air kecil dihargai Rp 2 ribu; buang air besar Rp 3 ribu, ambil air satu ember Rp 2 ribu, cuci piring Rp 2 ribu, dan mandi Rp 5 ribu. Ketika tiba di toilet, sayangnya redaksi tidak menemukan penjaga. Hanya kotak duit yang disimpan di depan toilet. (*)

Tags: pasar tamrinpungli
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Minta Tambahan Uang Kencan, Kepala Wanita Dipenggal dan Dibakar di Rumah Kosong

Next Post

Sukseskan MTQ, Siapkan 10 Venue

Related Posts

Urus Pertek, Pengusaha Bontang Mengaku Dimintai Rp250 Ribu Per Petugas
Bontang

Urus Pertek, Pengusaha Bontang Mengaku Dimintai Rp250 Ribu Per Petugas

24 September 2026, 15:26
Korban Laporkan Eks TKD Pasar Loktuan Bontang, Kasus Pungli Masuk Ranah Hukum
Bontang

Korban Laporkan Eks TKD Pasar Loktuan Bontang, Kasus Pungli Masuk Ranah Hukum

18 November 2025, 17:59
Oknum TKD Pasar Citra Loktuan Diduga Lakukan Pungli ke Pedagang Baru
Bontang

Kepala UPT Pasar Bontang Pastikan Oknum Pungli Pedagang Citra Mas Telah Diberhentikan

6 Oktober 2025, 16:34
ASN Bontang Pelaku Pungli di Pasar Loktuan Diminta Kembalikan Uang
Bontang

ASN Bontang Pelaku Pungli di Pasar Loktuan Diminta Kembalikan Uang

6 Oktober 2025, 14:05
Oknum TKD Pasar Citra Loktuan Diduga Lakukan Pungli ke Pedagang Baru
Bontang

Oknum TKD Pasar Citra Loktuan Diduga Lakukan Pungli ke Pedagang Baru

4 Oktober 2025, 13:58
Besok, PKL di Sekitar Pasar Rawa Indah Kembali Ditertibkan
Bontang

Besok, PKL di Sekitar Pasar Rawa Indah Kembali Ditertibkan

19 Agustus 2025, 11:18

Terpopuler

  • Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Pastikan Isu Jasad Bayi Ditukar Bantal di Bontang Rekayasa, Perempuan Akui Tak Hamil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Akses Jalan Gotong Royong Ditutup, Warga Klaim Belum Terima Ganti Rugi Lahan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.