bontangpost.id – Sempat ambruk terkena abrasi pada Mei 2021 lalu, kini SD Negeri 011 Bontang Utara yang terletak di Pulau Gusung telah memiliki gedung. Kendati begitu, masih banyak sarana dan prasarana yang masih dibutuhkan. Termasuk penambahan ruang kelas.
Kepala Sekolah SD Negeri 011 Bontang Utara Paujiah bersyukur proses belajar mengajar tidak lagi menumpang di Balai Pertemuan Umum (BPU). Namun kendala lain yang dihadapi, siswa kurang fokus saat belajar. Mengingat, dalam satu unit ruang harus diisi dengan dua rombel.
“Tidak ada sekatnya, jadi kalau misalnya kelas I belajar, kelas ll menerangkan maka siswa lain mudah pecah fokusnya,” bebernya.
Oleh sebab itu, ia meminta pemerintah dapat kembali melanjutkan pembangunan tiga unit ruang kelas. Sebab hal itu dianggap paling krusial. “Kami berharapnya tahun depan ada penambahan kelas lagi. Kalau dari segi lahan sebenarnya masih mencukupi,” katanya.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang Bambang Cipto Mulyono mengatakan sekolah yang kini ditempatkan di bibir dermaga pulau itu, masih menjadi prioritas pemerintah. Hanya saja, pembangunannya mesti dilakukan bertahap.
Sebelumnya, pihaknya mengucur anggaran Rp 1,1 miliar untuk pembangunan sekolah, namun karena terkena refocusing akibat pandemi, sehingga hanya tersisa Rp 815 juta.
Karena terbatasnya anggaran, hanya tiga unit ruangan saja yang terbangun. Sedangkan pembangunan tiga unit ruangan lainnya beserta sarana penunjang seperti mebeler, perpustakaan, toilet dan kantor menyusul.
“Tahun depan akan kami usulkan lagi. Semoga anggarannya mencukupi. Kami juga mencoba mengusulkan melalui DAK,” ujarnya.
Namun, Bambang memastikan dalam waktu dekat pihaknya akan membangunkan toilet. Sebab toilet dinilai paling dibutuhkan saat ini. “Kami menyesuaikan anggaran juga, jadi pemenuhan sarana lainnya bertahap,” kata Bambang. (*)





