Penerimaan peserta didik baru (PPDB) jenjang SMP sudah berakhir pertengahan bulan lalu. Namun, ada satu sekolah yang diduga membuka pendaftaran tidak sesuai ketentuan.
bontangpost.id – Sumber Kaltim Post (induk bontangpost.id) di internal sekolah yang enggan disebutkan namanya mengatakan, SMP 1 pada petunjuk teknis (juknis) hanya membuka delapan rombel. Satu rombel diisi 34 siswa baru. Faktanya, rombel yang dibuka berjumlah sembilan.
“Ada penambahan memang. Diduga karena ada titipan dari beberapa pejabat,” kata sumber tersebut.
Bahkan pihak orangtua telah dipanggil datang sekolah. Tujuannya agar meredam permasalahan ini supaya tidak mencuat di beberapa media. “Jadi, orangtua dilarang untuk posting anaknya diterima di sekolah itu. Khususnya mereka yang masuk lewat jalur khusus,” ucapnya.
Konon jumlah tambahan satu rombel itu diisi siswa baru sesuai kapasitas. Proses penerimaan ini terindikasi tidak melalui sistem aplikasi PPDB. Umumnya mereka mendaftar melalui jalur prestasi akademik. Sayangnya, nilai ujian sekolahnya berada di bawah ambang batas sesuai urutan yang diterima.
“Sejatinya mereka tersisih secara urutan nilai. Memang di SMP 1 itu ambang batas terendahnya sangat tinggi,” tutur dia.
Parahnya mereka hanya mencantumkan satu sekolah pilihan yang dituju. Padahal, Disdikbud memberikan ketentuan bisa memilih tiga satuan pendidikan. Tanpa terikat jarak atau zonasi.
“Memang sudah di-setting dari awal sehingga mereka tidak tergeser lagi ke sekolah lain. Namun, tidak diterima melalui sistem karena nilainya rendah,” sebutnya.
Kaltim Post (induk bontangpost.id) berupaya meminta pernyataan dari pihak sekolah. Namun, upaya komunikasi terganjal. Mereka ada yang tidak merespons ada pula yang tidak bersedia memberikan klarifikasi. “Ini ranahnya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan,” terang salah satu narasumber dari pihak sekolah.
Selanjutnya, awak media mencoba meminta konfirmasi ke kepala Disdikbud. Akan tetapi, sambungan komunikasi tidak terjalin hingga berita ini terbit. (ak)







